Kalimat pasrah Ijab Nikah wali kepada penghulu Jawa Indonesia

kalimat pasrah ijab kepada penghulu


Sebenarnya tugas penghulu/PPN petugas KUA dalam pernikahan adalah mencatat pernikahan, sedangkan hak untuk menikahkan merupakan milik walinya. Yaitu Ayahnya atau urutan selanjutnya menyesuaikan dengan ketentuan hukum perwalian nikah dalam islam.

Akan tetapi, seorang wali bisa mewakilkan untuk menikahkan anak atau keponakannya kepada penghulu/petugas KUA.

Hal ini bisa anda lihat pada PMA nomor 19 tahun 2020 pada pasal Ayat (4).

Untuk melaksanakan ijab qabul pada saat akad nikah, wali nasab dapat mewakilkan kepada Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN/PPPN, atau orang lain yang memenuhi syarat.

Dari sini maka anda bisa menyimpulkan bahwa;Wali nasab dapat mewakilkan pelaksanaan ijab kepada

  • Kepala KUA, Penghulu, PPN (petugas yang hadir; atau
  • Orang lain yang memenuhi syarat

Bagaimana kalimat pasrah ijab? Seperti apa dan bagaimana caranya mewakilkan pelaksanaan pernikahan kepada petugas?

Setelah ngobrol dengan penghulu, pada ucapan pasrah tidak ada ketentuan baku baik pada PMA maupun Perdirjen termasuk dalam menggunakan bahasa, boleh saja dengan Nasional (Bahasa Indonesia) atau dengan Bahasa Daerah, Jawa misalnya.

Anda bisa memamasrahkan acara ijab kabul kepada penghulu atau petugas menggunakan bahasa daerah dengan kalimat apapun yang intinya mewakilkan wali untuk mengucapkan akad ijab.

Berdasarkan arahan dari salah satu penghulu yang barusaja naik pangkat, berikut adalah contoh kalimat pasrah wali kepada petugas/penghulu untuk menikahkan anaknya atau keponakan atau siapapun dia yang dibawah perwalian nikahnya.

Contoh Kalimat pasrah Ijab bahasa jawa

Bismillahirrohmaanirrohiim, bapak penghulu, kulo wakil dateng panjengan, panjenengan nikahaken putri kulo (sebut nama yang akan dinikahkan) daup kaliyan (sebut nama calon suami). Kanthi mas kawin (sebutkan) tunai.

Bisa juga dengan tambahan

Kelampahanipun kulo sumanggaaken dhumateng panjenengan.

Biasanya penghulu menjawab “ nggih kulo tampi menggah pangandikan pasrah panjenengan supados nikahaken putri panjenengan nami (sebut nama catin putri) dhaup kaliyan (sebut nama calon suami) kanthi maskawin kasebat.

Contoh pasrah menikahkan bahasa Indonesia kepada penghulu

Bismillahirrahmanirrahiim, bapak penghulu, saya wakilkan kepada bapak, untuk menikahkan putri saya yang bernama (sebut nama) dengan (sebut nama calon pengantin pria) dengan mas kawin (sebutkan mahar) dibayar tunai.

Bisa juga anda tambahkan kalimat, untuk pelaksanaannya kami persilahkan kepada bapak.

Kemudian lazimnya penghulu atau petugas KUA menjawab.

Ya, saya terima pasrah anda untuk menikahkan putri anda yang bernama (sebut nama) dengan (sebut nama catin pria) dengan mas kawin yang anda sebutkan.

Demikian informasi singkat sebagai acuan apabila hendak mewakilkan ijab pernikahan kepada petugas KUA dalam hal ini pak penghulu.

Ada hal yang unik, dahulu sempat ada obrolan petugas.

Bagaimana jika pernikahan yang pelaksanaan ijab kabul dengan minta tolong atau mewakilkan ijab kepada KUA untuk menjadi komponen dalam Jasa Profesi (Jaspro) Penghulu.

Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Wali Nikah tidak Bisa Hadir Saat Ijab Kabul

wali nikah tidak bisa hadir

Wali nikah tidak bisa hadir saat ijab kabul acara pernikahan solusi mengatasi ketidakhadiran wali nikah (bisa ayah bapak atau walinya seperti kakek saudara ponakan paman dll) mengacu peraturan menteri agama nomor 19 tahun 2020 tentang pencatatan pernikahan.

nikahdikua.com – assalaamu’alaikum, secara garis besar, wali nikah tidak bisa hadir pada saat prosesi acara ijab kabul mempelai pengantin yang melaksanakan perkawinan karena salah satu dari dua alasan ini.

Alasan pertama yaitu karena wali menolak pernikahan, dalam istilah Indonesia adalah wali mogok, istilah lain yang kondang yaitu wali adhal.

Alasan kedua adalah wali menyetujui dan ingin hadir, tapi karena kendala teknis atau keadaan menjadi tidak bisa datang, misalnya karena jaraknya jauh, berada diluar negeri, sedang sakit, tidak mendapat izin tempat kerja, masa pandemi sehingga tidak bisa bepergian.

Wali nikah tidak datang, pernikahan tetap sah dengan ketentuan seperti pada PMA & Perdirjen

Yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai wali nikah tidak bisa hadir karena masalah yang nomor dua, yaitu mengizinkan pelaksanaan pernikahan dan ingin datang tapi situasinya tidak memungkinkan.

Bagaimana solusinya?

Bisakah acara pernikahan tetap berjalan dan sah secara agama serta administrasi Negara dalam hal ini pencatatan di KUA (Kantor Urusan Agama).

Pernikahan yang tidak bisa dihadiri wali ini tetap bisa berlangsung dan sah secara agama dan administrasi.

Adapun ketentuan tentang administrasi pencatatan nikah pada KUA wali yang tidak bisa hadir dengan merujuk pada PMA no 19 tahun 2020 Paragraf 2 Wali Nikah ayat 4, 5, dan 6.

Adapun bunyi ketentuannya sebagai berikut;

Ayat (4), Untuk melaksanakan ijab qabul pada saat akad nikah, wali nasab dapat mewakilkan kepada Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN/PPPN, atau orang lain yang memenuhi syarat.

Pada ayat (5) Dalam hal wali tidak hadir pada saat akad nikah, wali membuat surat taukil wali dihadapan Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN sesuai dengan domisili/keberadaan wali dan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi.

Ayat (6) Format taukil wali sebagaimana dimaksud ayat (5) ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal.

Inti dari paragraf dan ayat pada pasal ini adalah;

  • Wali bisa mewakilkan ijab kabul kepada petugas KUA atau orang lain yang memenuhi syarat
  • Apabila wali tidak bisa hadir maka walinya membuat surat taukil wali dihadapan kepala KUA/Penghulu/petugas PPN LN dengan 2 orang saksi.
  • Bentuk surat seperti SK Dirjen Pendis.

Bentuk Surat Taukil Wali

ikrar wali bil kitabah

Seperti apa bentuknya surat taukil wali ini? Bagaimana ketentuannya?

Anda bisa menengok pada SK Dirjen Bimis no 473 th 2020 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pencatatan pernikahan.

Surat taukil wali dalam SK Dirjen ini bernama ikrar berwakil wali.

Isinya adalah pernyataan wali bahwa sehubungan tidak bisa hadir dalam acara akad pernikahan anaknya atau orang yang berada dibawah perwalian nikahnya.

Selanjutnya berikrar didepan saksi (yang ada tanda tangan pada surat) bahwasanya wali yang tidak bisa datang nanti saat ijab kabul menyatakan berwakil wali kepada Kepala KUA/Penghulu/petugas atau kepada orang yang dia tunjuk dengan menyebutkan namanya pada surat.

Selanjutnya ada 4 tanda tangan pada surat yaitu;

  • Wali yang bersangkutan
  • Kepala kua/penghulu/PPN luar negeri
  • 2 orang saksi

Untuk mengunduh dan melihat seperti apa bentuknya, anda bisa menuju ke Format Taukil Wali Ikrar Berwakil Wali

Mengurus surat ikrar berwakil wali

Dalam mengurus ikrar ini anda perlu menyiapkan data data berkenaan dengan apa yang perlu ada pada surat.

Adapun rangkuman data yang diperlukan adalah;

  • Data Wali Calon Pengantin
  • Biodata Calon Pengantin Wanita
  • nama orang Yang ditunjuk sebagai wakil (jika bukan petuhas KUA)
  • nama calon pengantin pria dan nama bapaknya (bin siapa)
  • data 2 orang saksi

lebih jelasnya anda bisa membaca Syarat Data yang diperlukan untuk Surat Taukil wali

nah seperti itulah apabila ayah atau bapak sebagai wali nikah tidak bisa hadir datang pada waktu pencatatan pernikahan oleh KUA sesuai dengan PMA no 20 tahun 2019 tentang pencatatan pernikahan.

mengenai seperti apa suratnya mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam nomor tentang petunjuk teknis pelaksanaan pencatatan pernikahan.

Selamat mengurus syarat untuk menikah, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Wilujeng siang, wassalamu’alaikum.

Surat Pernyataan Wali Nikah hilang Mafqud tidak Diketahui Alamatnya

Download contoh surat pernyataan tentang wali nikah hilang tidak diketahui alamatnya (mafqud) dan tidak dapat melakukan kontak dan komunikasi apapun melalui media baik telefon maupun internet. Dalam format doc ms word dan PDF.

Nikahdikua.com – salah satu syarat pernikahan adalah adanya wali, bagaimana jika wali calon pengantin hilang (istilahnya mafqud) tidak diketahui rimba alamatnya dan tidak ada komunikasi melaui apapun baik facebook twitter whatsapp sms telepon?

contoh surat pernyataan wali nikah hilang

Jika merujuk kepada ketentuan hukum di Indonesia maka yang menjadi patokan yaitu Ketentuan mengenai tidak diketahui alamatnya dan keberadaan nya wali nikah (mafqud) mengacu kepada Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2020 pasal 13.

Seperti apa bunyinya?

Silakan kangmas mbakyu cermati seperti ini ketentuannya;

Ketentuan PMA tentang Wali Nikah Mafqud

Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat 1, (Dalam hal tidak adanya wali nasab) dapat bertindak sebagai wali, yang salah satu alasannya karena walinya tidak diketahui keberadaannya.

Baca : Ketentuan Nikah dengan wali hakim di KUA

Jadi yang menjadi wali pernikahan karena hilangnya wali nasab adalah wali hakim sebagaimana PMA nomor 20 tahun 2019.

Karena proses pernikahan di KUA didalamnya merupakan kegiatan administrasi, dalam perubahan wali nasab kepada wali hakim perihal pernikahan karena wali tidak diketahui alamatnya alis hilang perlu adanya sebuah surat.

Surat ini berbentuk surat pernyataan yang didalamnya ada ketentuan khusus.

Apa ketentuan khususnya?

Monggo disimak sebagaimana dibawah ini;

  • Membuat surat pernyataan bermaterai (biasanya Rp. 6000,-)
  • adanya 2 orang saksi;
  • mengetahui / Diketahui oleh Kepala Desa atau Lurah setempat.

Jadi dalam penanganan perubahan wali nasab kepada wali hakim bukan karena surat keterangan dari desa bahwa wali nasab dalam pernikahan hilang, akan tetapi surat pernyataan dari yang bersangkutan.

wali tidak diketahui alamatnya dalam pernikahan

Seperti apa contoh surat pernyataan di atas?

Sayangnya dalam Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 tidak memberikan contoh seperti apa bentuk surat pernyataan calon mempelai wanita mengenai wali mafqud atau wali nikah hilang tidak diketahui alamatnya dan tidak dapat dilakukan komunikasi.

Maka calon pengantin perlu membuat sendiri tanpa ada panduan dalam pembuatannya.

Paling lazim mereka akan bertanya kepada Petugas KUA, seperti apa bentuknya.

Kemungkinan dijawab tidak ada contoh pakem mengenai surat pernyataan ini.

Karena ketiadaaan kepakeman dalam format, maka kami mencoba membuat contoh surat pernyataan wali nikah hilang.

Baca : KETENTUAN WALI NIKAH TIDAK DIKETAHUI ALAMATNYA DAN KEBERADAANNYA

Contoh surat pernyataan ini dibuat dari hasil edit ikrar taukil berwakil wali, dimana disana diambil data pokok dan letak penanda tangan serta dua orang saksi.

Tentunya kolom kepala KUA diganti dengan Kepala Desa atau lurah.

Seperti apa yang kami buat? Berikut teks yang kami buat;

Contoh Teks Surat Pernyataan Wali Nikah Hilang

Adapun teks yang dibuat adalah sebagai berikut;

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama lengkap dan alias : …
Binti : …
Nomor Induk Kependudukan : …
Tempat dan tanggal lahir : …
Kewarganegaraan : …
Agama : …
Pekerjaan : …
Alamat : …

Menyatakan bahwa :

Hubungan : WALI NIKAH (AYAH KANDUNG/yg lain)
Nama lengkap dan alias : …
Bin : …
Nomor Induk Kependudukan : …
Tempat dan tanggal lahir : …
Kewarganegaraan : …
Agama : …
Pekerjaan : …
Alamat terakhir yang diketahui : …

Hilang tidak diketahui alamatnya dan tidak dapat dihubungi dengan cara apapun.

Demikian surat pernyataan wali nasab hilang tidak diketahui alamatnya dibuat dengan sebenarnya di hadapan dua orang saksi yang namanya tersebut dibawah ini:

Kota Cirebon, 27 -11-2020
Mengetahui,
Kepala Desa/Lurah Yang berikrar
……………………….

Nama Kepala Desa/Lurah (Nama Calon Pengantin)
NIP. (jika ada)

SAKSI-SAKSI

Saksi I Saksi II

Nama : … Nama : …
Umur : … Umur : …
Alamat : … Alamat : …

TANDA TANGAN

Saksi I Saksi II

(…………………………………) (…………………………………)

Tampilan Preloved

Tentunya teks diatas tidak bisa memberikan gambaran bagaimana bentuk dari surat pernyataan tersebut. Saya meyakini tampilannya akan berantakan apalagi jika dilihat melalui hape.

Untuk memudahkan melihat tampilannya secara utuh, kami lampirkan file format PDF untuk bisa melihat seperti apa contohnya tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu.

Berikut tampilannya.

Sampean bisa mengambil file format pdf tersebut langsung dari tampilan preloved diatas, apabila menghendaki dalam bentuk doc ms word, kami sediakan dalam versi office 2007 dibawah ini.

Download surat pernyataan wali nikah hilang

Ada dua buah file yang bisa anda unduh gratis free download untuk contoh surat pernyataan wali nikah tidak diketahui alamatnya.

Yang atas dalam format PDF, sedangkan yang kedua dalam bentuk word office bisa diedit atau tinggal isi kolom sesuai dengan data pengantin wanita, wali, kelurahan desa beserta namanya dan 2 orang saksi.

Daripada kebanyakan baca dan saya capek nulis, berikut tautannya

Surat pernyataan wali hilang PDF
Surat pernyataan wali tidak diketahui alamatnya doc.

Haruskah memakai contoh diatas sebagai syarat pernikahan dengan wali hakim karena wali nasab tidak diketahui keberadaannya?

Secara teknis, harus ada surat pernyataan diatas materai, diketahui oleh kepala desa dan ditanda tangani oleh dua orang saksi. Adapun bentuk formatnya tidak harus sebagaimana yang kami buat.

Anda bisa membuat sesuka hati anda selama KUA atau Kantor Urusan Agama menerima format surat pernyataan anda. Intinya begitu, contoh ini hanya sebagai gambaran saja untuk memudahkan.

Ada hal yang kurang sip atau tidak pas dalam contoh yang dihaturkan diatas? Silakan beritahukan kami melalui komentar, boleh ralat, kritik, atau sekedar anda memberitahu kalau anda menggunakan seperti format yang kami buat.

Demikian tambahan informasi kali ini, wilujeng awan, selamat makan siang istirahat bekerja, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Syarat Data yang diperlukan untuk Surat Taukil wali

syarat taukil wali

Informasi tentang apa saja syarat yang perlu dipersiapkan bagi orang tua atau wali calon pengantin yang hendak melakukan taukil wali bil kitabah/ikrar berwakil wali di KUA Kecamatan tempat wali berdomisili.

Nikahdikua.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
Selamat siang para muslimin wal muslimat utamanya wali calon mempelai yang anak perempuannya hendak diijabkan secara resmi di wilayah hukum Indonesia.

Good afternoon juga untuk para kepala KUA, penghulu serta pelaksana JFU pada Kantor Urusan Agama Kecamatan di segala penjuru tanah air.

Tentunya bagi seorang wali atau orang tua yang anaknya hendak menikah memiliki keinginan yang luar biasa hendak mendatangi dan menghadiri peristiwa sakral ini.

baca : form blangko ikrar taukil wali bil kitabah/ikrar berwakil wali

Apa daya karena berbagai alasan serta situasi, bisa saja terjadi menimpa seorang wali yang tidak dapat hadir karena berbagai sebab dan alasan.

Macam macam alasan seperti;

Sedang berada di luar negeri dan tidak memiliki kesempatan untuk pulang.
Adanya larangan keluar masuk wilayah karena lock down dari penguasa setempat, semisal wabah corona;
Sang anak menolak kehadiran bapak atau walinya dalam pernikahan (aneh ya? Tapi pernah kejadian lho).

Nah solusi bagi bapak calon pengantin atau wali nikah mempelai wanita ini dengan membuat surat taukil wali atau ikrar berwakil wali pada KUA (sudah ada contoh blangko di Kantor Urusan Agama Kecamatan).

Meskipun sudah ada form yang ada, dan biasanya ini nanti diketik oleh Pihak KUA, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh pihak-pihak yang perlu dengan surat taukil wali ini.

Apa saja yang perlu disiapkan?

Data Wali Calon Pengantin

Data data wali yang diperlukan untuk pengetikan surat taukil wali yaitu ;

  • Nama lengkap dan alias
  • Bin
  • Nomor Induk Kependudukan
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Kewarganegaraan
  • Agama
  • Pekerjaan
  • Alamat
  • Hubungan wali

Praktisnya, anda fotocopy KTP anda dan tuliskanlah hubungan wali dengan calon mempelai, misalnya, ayah kandung, Kakek, Saudara seayah seibu, Paman, dan lain sebagainya sesuai dengan posisi wali.

Biodata Calon Pengantin Wanita

ikrar wali bil kitabah

Dalam data calon mempelai wanita ini bisa dikatakan persis seperti diatas dengan dikurangi hubungan wali.

Berikut data yang diperlukan.

  • Nama lengkap dan alias
  • Binti
  • Nomor Induk Kependudukan
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Kewarganegaraan
  • Agama
  • Pekerjaan
  • Alamat

Intinya di fotocopy saja ktp catin wanita untuk kepraktisannya.

baca : Urutan wali Nasab

Yang ditunjuk sebagai wakil

Tentunya harus ada kejelasan siapa yang ditunjuk atau diserahi, dalam bahasa jawa di pasrahkan perwalian untuk pernikahan sang putri.

Dalam blangko, ada 2 macam orang yang akan diserahi untuk berwali.

  • Pertama, orang tertentu yang menunjuk nama;
  • Kedua, Penghulu tempat dilangsungkannya acara ijab kabul.

Untuk penunjukan perorangan yang tertentu, maka harus jelas siapa nama orang yang ditunjuk, misalnya Suharno atau siapalah dia.

Sedangkan apabila taukil wali kepada petugas, cukup disebutkan nama tempat atau kantornya, misalnya Penghulu KUA Kecamatan Matesih.

Nama Calon Mempelai Pria

Selesai pemasrahan wali kepada petugas atau orang yang ditunjuk, selanjutnya data yang diperlukan adalah nama calon pengantin pria.

Disitu harus disebutkan siapa nama lengkap dari catin laki laki dan nama ayahnya (Bin, jika bukan anak seorang ibu).

baca : alasan dan sebab pernikahan dilaksanakan dengan wali hakim

Urusan mas kawin tidak perlu dicantumkan karena dalam form terdapat tulisan yang berbunyi

“dengan mas kawin sebagaimana disepakai kedua belah pihak”

Data 2 orang saksi

Dan selanjutnya atau yang terakhir yaitu data 2 orang saksi.

Adapun yang diperlukan bagi saksi taukil wali bil kitabah hanya ada 3 yaitu;

  • Nama
  • Umur
  • Alamat

Pihak yang tanda tangan pada ikrar taukil wali bil Kitabah

Jangan lupa nantinya ada 4 orang yang tanda tangan pada form taukil wali ini.

Keempat orang dimaksud adalah

  • Kepala KUA
  • Wali itu sendiri
  • Saksi 1
  • Saksi 2

Kesimpulan

Apa saja syarat untuk membuat atau mengajukan ikrar taukil wali ke KUA?

Ringkasnya, yang perlu disiapkan oleh orang yang hendak meminta surat taukil wali adalah;

KTP wali dan informasi posisinya sebagai wali
KTP calon mempelai wanita
Orang yang diserahi perwalian
Nama lengkap calon pengantin pria dan nama ayahnya
Nama, umur, dan alamat 2 orang saksi

Itu saja sih yang perlu anda siapkan, jadi daripada anda bolak balik ke KUA, siapkan saja beberapa data ini sesaat sebelum anda datang ke KUA untuk pembuatan surat taukil berwakil wali.

Wilujeng enjang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

7 Sebab nikah dengan wali Hakim berdasarkan PMA terbaru

PMA-NO-20-TAHUN-2019

nikahdikua.com – informasi dan keterangan tentang alasan dan sebab suatu pernikahan dilakukan dengan wali hakim (bukan Wali Nasab) berdasarkan pada peraturan menteri Agama Republik Indonesia nomor 20 tahun 2019 yang menggantikan PMA yang lama atau sebelumnya yaitu PMA no 19 tahun 2018.

Dalam PMA dimaksud bahwasanya wali bagi pengantin wanita memiliki aturan dan ketentuan yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga terdapatlah hal yang mengatur wali nasab sebagai wali (urutan wali nasab) dan perkawinan dengan wali hakim (dengan sebab tertentu).

Baca;
Biaya Nikah Wali Hakim #
Aturan Wali Hakim tidak Bisa Menghadiri Pernikahan #
Ketentuan Pernikahan di Indonesia berdasarkan aturan di Indonesia #

5 Sebab nikah dengan wali hakim berdasarkan PMA Terbaru no 19 tahun 2018 (PMA Lawas)

Dalam hal wali nikah adalah seorang hakim, pastinya disebabkan 1 hal dari 5 alasan dibawah ini jika mengacu kepada PMA dimaksud.

Adapun kelima alasan terjadinya perkawinan dengan wali seorang hakim adalah;

  • Wali nasab habis atau tidak ada;
  • Wali menolak menikahkan calon mempelai (adhal)
  • Wali hilang tidak diketahui rimbanya
  • Wali nasab tidak dapat datang karena dalam penjara
  • Wali nasab semuanya non muslim

Diluar kondisi situasi alasan diatas mestinya pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan wali nasab minimal pasrah atau dengan taukil wali bil kitabah.

Keterangan pelengkap persyaratan nikah dengan wali hakim.

Dari kelima alasan pernikahan diatas dengan wali hakim, diperlukan surat yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai dasar pelaksanaan pernikahannya dengan wali hakim. Adapun lebih jelasnya seperti dibawah ini;

Wali nasab habis atau tidak ada; surat keterangan desa

Wali menolak menikahkan calon mempelai (adhal) ; surat keputusan pengadilan agama.

Wali hilang tidak diketahui rimbanya ; surat pernyataan dari calon pengantin yang diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

Wali nasab tidak dapat datang karena dalam penjara ; bukti surat keterangan dari instansi berwenang (kepala Penjara misalnya).

Wali nasab semuanya non muslim ; surat keterangan desa

Itulah surat yang diperlukan sebagai dasar pelaksanaan acara ijab kabul bagi calon mempelai wanita yang pelaksanaan pernikahan tidak bisa dengan wali nasab.

Dasar Pasal dan Ayat PMA Wali Hakim

duplikat buku nikah
afla

Berikut adalah bunyi teks atau matan aturan tentang pernikahan yang dilaksanakan dengan wali hakim.

Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2018 disebutkan pasal 12 ;

(1) Dalam hal tidak adanya wali nasab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), akad dilaksanakan dengan wali hakim.

(2)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabat oleh Kepala KUA Kecamatan.

(3)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bertindak sebagai wali apabila:

a. wali nasab tidak ada;
b. walinya adhal;
c. walinya tidak diketahui keberadaannya;
d. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
e.wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

(4) Wali adhal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b ditetapkan oleh pengadilan agama atau Mahkamah Syar’iyah.

(5) Wali tidak diketahui keberadaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c didasarkan atas surat pernyataan dari calon pengantin yang diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

(6) Wali tidak dapat dihadirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d karena yang bersangkutan sedang berada dalam tahanan dengan bukti surat keterangan dari instansi berwenang.

akan tetapi saat ini PMA nomor 19 tahun 2018 telah dicabut dan digantikan dengan PMA nomor 20 tahun 2019 dan dalam PMA terbaru terdapat perbedaan sebab seseorang dinikahkan dengan wali hakim. berikut keterangannya.

7 alasan pelaksanaan nikah dengan wali hakim PMA No 20 tahun 2019

PMA no 20 tahun 2019 paragraf 2 tentang wali nikah pasal 13 ayat 3 wali hakim dapat bertindak sebagai wali jika karena 7 hal dibawah ini;

  1. Wali nasab tidak ada;
  2. Waliny adhal;
  3. Walinya tidak diketahui keberadaannya;
  4. Walinya tidak dapat hadir atau ditemui karena dipenjara;
  5. Wali nasab tidak ada yang beragama islam
  6. Walinya dalam keagaan berihram; dan
  7. Wali yang menikahkan menjadi pengantin itu sendiri.

itulah ketujuh alasan sebab pelaksanaan ijab kabul dengan menggunakan wali hakim mengacu kepada PMA terbaru yaitu Keputusan Menteri Agama tentang Pencatatan pernikahan nomor 20 tahun 2019

Penutup

Demikian tentang informasi mengenai pernikahan yang mengalami kendala karena wali nasab tidak bisa atau berhalangan untuk menjadi wali dengan alasan yang dibenarkan oleh syara’ dan undang undang yang sah di Indonesia.

Urutan Wali Nikah

urutan wali nikah
    Daftar Isian tulisan pada Postingan ini
  • Dalil Tentang Wali Nikah
  • Macam Macam Wali Nikah
  • Syaratan Wali Nikah
  • Urutan Wali Nikah
  • Nikahdikua.com informasi tentang urutan wali nikah bagi perempuan dalam susunan yang berurutan guna memudahkan siapakah yang berhak untuk menjadi wali bagi wanita pada saat dilakukan akad ijab qabul dalam perkawinan berdasarkan perundangan di Indonesia.

    Walaupun urutan wali nikah yang disusun berurutan ini telah memiliki tingkatan atau urutan tertentu, akan tetapi tetap diperlukan persyaratan dan ketentuan bagi seseorang untuk menjadi wali nikah dalam pernikahan seorang perempuan.

    Baca;
    Ketentuan menikah dengan wali hakim di Indonesia
    Wali Nikah bagi seorang Janda
    Langkah dilakukan jika ayah menolak menjadi wali menikahkan anak

    Dalil Tentang Wali Nikah

    Kenapa harus ada wali nikah dalam perkawinan? Keberadaan atau keharusan adanya wali sebagai syarat dalam nikah merujuk kepada dalil naqli yang diantaranya adalah;

    عن ابى مو سى رضى لله عنه عن نبى صلى عليه و سلم قا ل : لا نكا ح الا بو لى

    Artinya : “ Dari Abu Musa ra. Dari nabi saw. Bersabda : “ tidaklah sah pernikahan tanpa wali

    لا نكا ح ا لا بو لى وشا هد ى عد ل وما كا ن من نكا ح غير ذ لك فهو با طل

    Artinya : tidak sah suatu pernikahn tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil. Dan pernikahan yang mana pun yang tidak demikian adalah batal.

    Itulah yang menjadi dasar kenapa suatu pernikahan harus ada wali pada pihak calon mempelai wanita.

    Macam-macam Wali Nikah

    Dalam perwalian, secara teknis ada beberapa macam wali dalam pernikahan yang pelaksanaan atau hak menjadi wali telah diatur sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam perwalian.

    Adapun wali dalam pernikahan adalah ;

    Pertama, wali nasab ;

    Yang dimaksud dengan wali nasab adalah wali nikah karena ada hubungan nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Mengenai urutan atau susunan dalam perwalian ini para ulama memiliki perbedaan pendapat.

    Wali nasab dibagi menjadi dua, yaitu

    wali aqrab (dekat) dan
    wali ab’ad (jauh).

    Dalam pelaksanaan perwalian perpindahan dari wali dekat kepada wali jauh maka diurutkan sesuai dengan urutannya.Dalam urutan wali aqrab wali no. urut 1, sedang no.2 menjadi wali ab’ad. Jika no. 1 tidak ada, maka no. 2 menjadi wali aqrab, dan no. 3 menjadi wali ab’ad, dan seterusnya.

    Sebab terjadinya pelimpahan wali aqrab kepada wali ab’ad sebagai berikut:

    1. Apabila wali aqrabnya non muslim
    2. Apabila wali aqrabnya fasik
    3. Apabila wali aqrabnya belum dewasa
    4. Apabila wali aqrabnya gila
    5. Apabila wali aqrabnya bisu/tuli.[5]

    Kedua, wali Hakim

    wali hakim dalam pernikahan
    pengantin dengan wali hakim dalam pernikahan (ilustrasi)

    Yang dimaksud dengan wali Hakim yaitu adalah wali nikah dari hakim atau qadi.

    Hal ini berdasarkan Hadits yang artinya: “Maka hakimlah yang bertindak menjadi wali bagi seseorang yang tidak ada walinya.”

    Di Indonesia yang ditunjuk sebagai wali hakim yaitu Kepala Kantor Urusan Agama tempat dilangsungkan pernikahan.

    Dalam aturan perundangan Indonesia, pelaksanaan nikah dengan wali hakim berdasarkan PMA no 19 tahun 2019 karena 5 hal dibawah ini yaitu;

    1. wali nasab tidak ada;
    2. walinya adhal;
    3. walinya tidak diketahui keberadaannya;
    4. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
    5. wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

    Itulah alasan seseorang menikah dengan wali hakim menurut peraturan menteri agama tersebut.

    Dalam pernikahandi Indonesia utamanya pada PMA, salah satu syarat pelaksanaan ijab qabul yaitu adanya wali. Wali ada 2 macam yaitu;

    Wali nasab
    Wali hakim

    Dalam hal wali nasab tidak bisa hadir maka bisa diwakilkan dengan cara ikrar taukil wali bil kitabah. Disini kita tidak akan membahas apa itu ikrar taukil wali bil kitabah.

    Wali Tahkim

    buku nikah

    Yang dimaksud dengan Wali tahkim adalah wali yang diangkat oleh calon suami dan atau calon istri.

    Cara pengangkatan wali tahkim yaitu calon suami mengucapkan tahkim, dengan calon istri dengan kalimat:

    “Saya angkat bapak/saudara untuk menikahkan saya pada si… (calon istri) dengan mahar…dan putusan bapak/saudara saya terima dengan senang.”

    selanjutnya itu calon istri mengucapkan hal yang sama.

    Kemudian calon hakim itu menjawab, “saya terima tahkim ini.”

    Wali tahkim bisa dilakukan dengan ketentuan :

    1. Wali nasab tidak ada,
    2. Wali nasab ghaib, atau bepergian sejauh dua hari perjalanan, serta tidak ada wakilnya disitu.
    3. Tidak ada qadi atau pegawai pencatat nikah, talak, dan rujuk (NTR).

    Wali Maula

    Kalau yang ini sih sepertinya sudah punah alias tidak ada, yang dimaksud dengan wali maula adalah wali yang menikahkan budaknya, artinya majikannya sendiri.

    Laki-laki boleh menikahkan perempuan yang berada dalam perwaliannya bilamana perempuan (hamba sahaya/budaknya) itu rela menerimanya.
    <

    Syarat Wali Nikah

    ada calon yang dianggap lebih baik

    Adapun dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018 bahwasanya persyaratan bagi wali nikah ada 5 yaitu;

    1. laki-laki;
    2. beragama Islam;
    3. baligh;
    4. berakal; dan
    5. adil.

    Urutan Wali Nikah di Indonesia dan Jumhur Ulama

    Berikut adalah urutan wali Nikah Nasab dalam pernikahan dalam susunan yang berurutan yang digunakan oleh KUA dalam menentukan perwalian pernikahan perempuan atau wanita dengan calon suami yang telah ditentukan.

    Urutan atau susunan wali nikah yang berurutan ini dapat dilihat pada PMA nomor 19 tahun 2018 pasal 11 ayat 3 yang terdiri dari 20 angka. Berikut urutannya;

    1. Bapak Kandung;
    2. kakek (bapak dari bapak);
    3. bapak dari kakek (buyut);
    4. saudara laki-laki sebapak seibu;
    5. saudara laki-laki sebapak;
    6. anak laki-laki saudara laki-laki sebapak seibu;
    7. anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak;
    8. paman (saudara laki-laki bapak sebapak seibu);
    9. paman sebapak (saudara laki-laki bapak sebapak);
    10. anak paman sebapak seibu;
    11. anak paman sebapak;
    12. cucu paman sebapak seibu;
    13. cucu paman sebapak;
    14. paman bapak sebapak seibu;
    15. paman bapak sebapak;
    16. anak paman bapak sebapak seibu;
    17. anak paman bapak sebapak;
    18. saudara laki-laki kandung kakek;
    19. saudara laki-laki sebapak kakek;
    20. anak sebapak seibu saudara kandung kakek; dan
    21. anak saudara laki-laki sebapak kakek.

    Sedangkan urutan wali nasab menurut mayoritas ulama adalah sebagai berikut;

    1. Ayah,
    2. Ayahnya ayah (kakek) terus keatas,
    3. Saudara laki-laki seayah seibu,
    4. Saudara laki-laki seayah saja,
    5. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    6. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    7. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    8. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    9. Anak laki-laki no 7
    10. Anak laki-laki no. 8 dan seterusnya,
    11. Saudara laki-laki ayah, seayah seibu,
    12. Saudara laki-laki ayah, seayah saja,
    13. Anak laki-laki no. 11,
    14. Anak laki-laki no. 12,
    15. Anak laki-laki no. 13, dan seterusnya.

    Bisa disingkat bahwa urutan wali nasab sperti ini urutannya:

    1. Ayah seterusnya keatas,
    2. Saudara laki-laki kebawah,
    3. Saudara laki-laki ayah kebawah.

    Demikian informasi tentang urutan wali nikah beserta keterangan yang berkaitan dengan wali. Semoga menambah wawasan dalam pengetahuan nikah maupun wali nikah.
    Salam apa saja dah.

Biaya Wali Hakim

biaya wali hakim

Nikahdikua.com – informasi bagi yang bertanya berapa biaya wali hakim nikah di KUA berdasarkan aturan dan ketentuan perundangan yang berlaku serta wawancara dengan petugas Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Banyak masyarakat yang memang kurang informasi tentang Biaya Bayar Wali Hakim atau Biaya Nikah Pakai wali Hakim karena umumnya mereka menikahkan anak tidak saban tahun, apalagi umumnya pengantinnya kebanyakan menikah juga hanya sekali.

Baca;
Ketentuan menikah dengan wali hakim menurut aturan di Indonesia
Aturan Kepala KUA tidak Bisa Hadir menjadi wali Hakim
Urutan Wali Nasab Berdasarkan Peraturan Menteri Agama

Selain itu pernikahan dengan wali hakim pada KUA bukan hal yang setiap hari ada, mungkin 1/20 dalam pernikahan bisa lebih banyak atau lebih sedikit.

Biaya Wali Hakim di KUA

Secara aturan dalam pencatatan perkawinan atau pernikahan diatur dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018.

Dalam aturan ini juga terdapat ketentuan tentang pernikahan yang mengharuskan adanya wali bagi calon pengantin perempuan atau wanita.

Dimuat bahwasanya wali terbagi menjadi 2 yaitu wali nasab dan wali hakim.

Secara normal jika ada wali nasab yang memenuhi syarat guna menjadi wali maka wali nasab yang mempunyai hak untuk melaksanakan ijab kabul.

Pada aturan dalam pernikahan tidak ditemukan adanya biaya ataupun pungutan bayaran uang untuk sewa wali hakim ataupun biaya wali hakim di KUA.

Dengan begitu dapat dikatakan bahwa pernikahan dengan wali hakim secara administrasi tidak diperlukan adanya tambahan biaya karena wali hakim telah disediakan oleh negara secara aturan dengan gratis tanpa uang sewa (minimal sampai dengan saat ini)

Biaya sewa wali hakim tetap ada, ini alasannya

wali hakim dalam pernikahan
pengantin dengan wali hakim dalam pernikahan (ilustrasi)

Kenyataan di lapangan koq masih ada uang bayar untuk wali hakim? Kenapa bisa terjadi? Katanya gratis tidak ada biaya bayar atau sewa?

Baiklah, berikut adalah hal yang menyebabkan adanya biaya pada pernikahan yang dilakasanakan dengan wali selain wali nasab, adapun kejadian yang terjadi menjadikan timbulnya biaya dimaksud adalah;

(1) Calon pengantin tidak mengurus sendiri berkas perkawinan atau pernikahan sehingga calo atau makelar (bisa mantan P3N atau oknum kelurahan maupun orang yang lain terbiasa mengurus administrasi nikah) kepengurusan perkawinan menjadikan alasan pernikahan dengan wali hakim ada biayanya untuk meningkatkan pendapatan ke kantong pribadi.

(2) Pihak calon pengantin tau beres dalam urusan administrasi, biasanya kalangan yang berlagak dan punya duit atau posisi yang tinggi sehingga berlagak tau beres biapapun biayanya sehingga muncullah biaya untuk wali hakim yang sebenarnya tidak ada dalam aturan.

(3) Adanya oknum petugas yang bertindak diluar koridor hukum sehingga hal yang sebenarnya gratis menjadi berbayar.

Bagaimana mensikapi hal ini untuk calon mempelai yang keberatan untuk membayar biaya wali hakim padahal tidak ada aturan?

Pertama, mintalah kuitansi tanda terima biaya wali hakim yang lengkap dengan tanda tangan dan stempel dari KUA.

Kedua, lakukan komplain atau keberatan tentang adanya biaya dimaksud ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota tempat KUA berada.

Kesimpulan

Pernikahan harus ada wali bagi calon pengantin wanita entah dengan wali nasab atau wali hakim

Biaya wali hakim atau sewa wali dalam pernikahan adalah tidak ada alias gratis

Jika keberatan membayar mintalah tanda terima atau kuitansi dari KUA atau berilah pemberitahuan kepada Kantor Kemenag Kabupaten tentang adanya biaya wali hakim.

Ketentuan Menikah dengan Wali Hakim menurut peraturan di Indonesia

wali hakim dalam pernikahan

Nikahdikua.com – informasi mengenai syarat dan ketentuan pelaksanaan pernikahan atau perkawinan dengan wali hakim berdasarkan kepada Kompilasi Hukum Islam dan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia.

Adapun dasar yang digunakan sebagai pedoman pernikahan dengan wali hakim sebagai dasar hukum diantaranya adalah;

Kompilasi Hukum Islam
PMA nomor 30 tahun 2005 tentang Wali Hakim
PMA nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan

Berikut informasi tentang aturan dimaksud;

Kompilasi Hukum Islam

Pasal 23

(1) Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adlal atau enggan.

(2) Dalam hal wali adlal atau enggan maka wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah setelah ada putusan pengadilan Agama tentang wali tersebut.

Kesimpulan dalam KHI bahwa pernikahan dengan wali hakim dilaksanakan jika;

Wali nasab tidak ada, atau
Tidak mungkin menghadirkannya;
Ghaib atau tidak diketahui tempat tinggalnya;
Enggan atau adlal atau mogok menikahkan

PMA no 30 tahun 2005

Dalam PMA nomor 30 Tahun 2005 pada BAB II PENETAPAN WALI HAKIM Pasal 2 disebutkan bahwa;

Bagi calon mempelai wanita yang akan menikah di wilayah Indonesia atau di luar negeri/di luar wilayah teritorial Indonesia, tidak mempunyai wali nasab yang berhak atau wali nasabnya tidak memenuhi syarat, atau mafqud, atau berhalangan, atau adhal, maka pernikahannya dilangsungkan oleh wali hakim.

Khusus untuk menyatakan adhalnya wali sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini ditetapkan

dengan keputusan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah yang mewilayahi tempat tinggal calon mempelai wanita.

Kesimpulan atas PMA ini wali hakim dilaksanakan bagi calon pengantin yang ;

Tidak memiliki wali nasab yang berhak/wali nasab tidak memenuhi syarat
Mafqud atau hilang
Berhalangan
Adhal atau mogok

Kepala-KUA-Berhalangan-Hadir-jadi-Wali-Hakim
Kepala-KUA-Berhalangan-Hadir-jadi-Wali-Hakim

PMA nomor 19 tahun 2018

Sedangkan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2018 disebutkan pasal 12 ;
(1) Dalam hal tidak adanya wali nasab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3),a kad dilaksanakan dengan wali hakim.

(2)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabat oleh Kepala KUA Kecamatan.

(3)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bertindak sebagai wali apabila:

a. wali nasab tidak ada;
b. walinya adhal;
c. walinya tidak diketahui keberadaannya;
d. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
e.wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

(4) Wali adhal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b ditetapkan oleh pengadilan agama atau Mahkamah Syar’iyah.

(5) Wali tidak diketahui keberadaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c didasarkan atas surat pernyataan dari calon pengantin yang diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

(6) Wali tidak dapat dihadirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d karena yang bersangkutan sedang berada dalam tahanan dengan bukti surat keterangan dari instansi berwenang.

Itulah informasi atau rangkuman mengenai aturan yang mengatur tentang wali nikah dengan hakim yang bisa dijadikan patokan pegangan KUA atau penghulu maupun JFU dalam menghadapi situasi adanya debat yang menyangkut pernikahan selain dengan wali nasab.

Aturan Kepala KUA Tidak Bisa Hadir Menjadi Wali Hakim Karena Berhalangan

Kepala-KUA-Berhalangan-Hadir-jadi-Wali-Hakim

Nikahdikua.com – informasi tentang pegangan aturan pada saat kepala KUA berhalangan menjadi wali Hakim berdasarkan surat edaran Dirjen Bimas Islam nomor B-039 /DJ.III.II/HK.00.7/1/2019 tentang surat edaran.

Pengertian Wali Hakim

Dalam Peraturan Nomor 19 tahun 2018 pasal 12 disebutkan bahwa dalam hal tidak ada wali nasab sebagaimana disebut dalam pasal 11, akad nikah dilaksanakan dengan wali hakim.

Yang disebut dengan wali hakim pada pasal 12 ini dijabat oleh Kepala KUA Kecamatan.

Ada 5 hal dimana pelaksanaan pernikahan dengan wali hakim yaitu;

1, wali nasab tidak ada;
2, walinya adhal;
3, walinya tidak diketahui keberadaannya;
4, walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
5, wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

Dengan begitu alasan wali nikah jauh tidak bisa dijadikan landasan dalam perkawinan dengan wali hakim karena dalam aturan ada tentang taukil wali jika wali nasab tidak bisa datang menghadiri acara akad nikah atau pencatatan perkawinan.

Alasan yang dibenarkan Kepala KUA berhalangan Hadir

Dimaksud dengan tidak bisa hadir disini sebagai wali hakim dan dapat digantikan dengan petugas yang lain.

Ada 3 (tiga) alasan yang dibenarkan Kepala KUA berhalangan hadir yaitu;

1, Sakit yang tidak bisa beraktivitas atau dirawat
2, Force Majeure (bencana, banjir, gempa bumi, kerusuhan , dll)
3, Ada Tugas yang tidak bisa diwakilkan.

Itulah tiga alasan dimana kepala KUA dibenarkan tidak dapat hadir sebagai wali hakim pada pernikahan calon pengantin di wilayahnya.

Solusi Kepala KUA Berhalangan datang menurut Surat Edaran Dirjen

jalan keluar berdasarkan edaran dirjen

Dengan adanya 3 alasan diatas maka sekiranya terjadi situasi dimaksud, dalam surat edaran disebutkan bahwa ada 2 cara pelaksanaan nikah wali hakim dengan berhalangannya kepala yang berwenang.

Lebih detil dalam aturan dimaksud berikut petikan dari surat edaran dimaksud;

Dalam hal Kepala KUA berhalangan, maka Kepala KUA dapat;

satu, Menugaskan salah seorang penghulu; atau
dua, Memohon Kepada Kankemenag Kab/Kota untuk menugaskan Kepala KUA terdekat untuk menjadi wali hakim.

Menugaskan Salah seorang penghulu

Bagi KUA yang memiliki penghulu selain kepala, maka Kepala KUA dapat menugaskan kepada penghulu untuk menjadi wali hakim pada pernikahan yang diajukan.

Adapun penugasan tersebut berupa surat tugas seperti biasanya yang isinya memuat;

Dasar penugasan (permohonan pernikahan pengantin)
Alasan Kepala KUA tidak bisa menjadi wali hakim (sakit/force majeure/tugas yang tidak bisa diwakilkan)
Nama Petugas yang diberi mandat.
Tanda tangan kepala KUA beserta cap stempel.

Itulah proses penugasan penghulu oleh Pejabat dalam rangka menjadi wali hakim pada perkawinan.

Penugasan Kankemenag Kepada Kepala KUA Terdekat Menjadi Wali Hakim

Jika pada KUA tidak terdapat penghulu yang diberi tugas untuk menjadi wali hakim, maka Kepala KUA tempat pernikahan membuat surat permohonan kepada Kankemenag.

Surat dimaksud berisi tentang Permohonan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama untuk menugaskan Kepala KUA Kecamatan yang lain (terdekat) guna melaksanakan tugas sebagai wali hakim karena Kepala KUA setempat berhalangan Hadir.

Selanjutnya Kankemenag membuat surat tugas kepada Kepala KUA terdekat untuk menjadi Wali Hakim berdasarkan permohonan yang ada.

Download edaran tentang Kepala KUA Berhalangan Hadir Menjadi Wali Hakim.

Berikut adalah file dalam format PDF sebagai dasar tulisan diatas dan acuan penghulu dapat menjadi wali hakim karena Kepala KUA berhalangan Hadir.

Didalamnya juga termuat tentang cara pembetulan atau ralat kesalahan cetak atau penulisan buku nikah.

download SK Dirjen tentang Kepala KUA berhalangan Hadir Jadi Wali Hakim

Sampai disini informasi tentang wali hakim yang diserahkan kepada penghulu atau kepala KUA Kecamatan terdekat serta dasar hukum pelaksanaannya.

Semoga menambah wawasan dan pengetahuan dalam menjalankan tugas melayani warga masyarakat. Salam tukin.

Teks Ijab Kabul

teks ijab kabul

nikahdikua.com – teks ijab kabul nikah pada saat akad pernikahan yang umum dilakukan baik dalam bahasa indonesia bahasa arab bahasa sunda bahasa jawa.

Dengan adanya teks ijab kabul ini diharapkan memudahkan bagi wali nikah dan calon pengantin pria dalam melaksanakan ijab kabul tanpa di tuntun oleh penghulu.

Teks ijab kabul bahasa indonesia

Disadur dari kepala KUA di salah satu kecamatan, berikit adalah kalimat ijab kabul dari wali kepada pengantin pria.

KALIMAT IJAB (WALI)

SAUDARA (sebutkan nama pengantin pria)
DENGAN MEMOHON RIDHO DAN BERKAH ALLAH SWT, SERAYA MENGUCAP BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, DENGAN INI SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU, DENGAN ANAK PEREMPUAN SAYA (sebutkan nama pengantin wanita) DENGAN MAS KAWIN BERUPA (sebutkan mahar yang diberikan) DIBAYAR TUNAI.

Qobul (JAWABAN MEMPELAI PRIA)

SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA (sebutkan nama pengantin wanita), DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI.

QABUL (MEPELAI PRIA DENGAN MENYEBUT MASKAWIN/MAHAR)

SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA (sebutkan nama pengantin wanita) DENGAN MAS KAWIN BERUPA (sebutkan mahar/maskawin) DIBAYAR TUNAI.

Itulah contoh kalimat ijab kabul dalam bahasa Indonesia.

Teks ijab Kabul Bahasa Arab

Bagi yang berminat melaksanakan ijab kabul Bahasa Arab, berikut teks dalam bahasa arab

اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ … ×3 مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ وَاَتُوْبُ ِالَيْهِ
اَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّالله ُ * وَ اَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ للهِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِاللهِ وَعَلى آلِهِ وَاَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِـعَهُ وَنَصَـَرهُ وَمَنْ وَّالَهُ
وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ اَمَّا بَعْدُ : أُوَصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَي الله فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْن
يَا ……….. بِنْ ………… ! اَنْكَحْـتُكَ وَزَوَّجْـتُكَ ِابْنَتِيْ ………………………….. بِمَهْرِ ………….. نَـقْدً

Jawaban/Qobul Nikah Bahasa Arab seperti dibawah ini;

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيـْجَهَا بِالْمَهْرِالْمَذ ْكُوْرِ نَـقْدًا

Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijahaa bil mahril madzkuur naqdan

ADA JUGA YANG MEMAKAI VERSI

فبلت نكحها وتزوجها لنفسى بالمهر المذكور حالا

Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijaaha nafsii bilmahril madzkuur haalan.

Teks ijab kabul bahasa sunda

kalimat-ijab-kabul-sunda
ilustrasi calon pengantin

Bagi anda yang berasal atau melaksanakan walimahan di Jawa Barat Parahyangan yang kental dengan sunda, berikut contoh teks ijab kabul bahasa sunda

“(sebutkan nama Pengantin Pria), bapa nikahkeun hidep ka (sebutkan nama Pengantin Wanita), putra teges bapa, kalayan nganggo maskawin ku (sebutkan Mahar/Maskawin), dibayar kontan”

Tarima abdi nikah ka (sebutkan nama pengantin wanita), putra teges Bapa, kalayan nganggo maskawin ku (sebutkan mahar/mas kawin yang diberikan), dibayar kontan”

Demikian informasi tentang teks ijab kabul dalam berbagai bahasa versi yang banyak di pakai oleh masyarakat indonesia, semoga menambah wawasan dan pengetahuan khususnya dalam pernikahan utamanya dalam kalimat ijab kabul.