CARA MENGURUS SURAT NIKAH HILANG RUSAK TERBAKAR

Berikut langkah dan cara mengurus buku nikah yang hilang atau rusak karena banjir terbakar sobek di krikiti tikus dan lain sebagainya.
Salah satu dokumen penting di Indonesia adalah buku nikah. Buku nikah atau surat nikah ini diperlukan untuk mengurus beberapa hal penting semisal urusan 

  • akta kelahiran, 
  • pembuatan passport visa, 
  • terkait warisan, 
  • pernikahan anak pertama, 
  • Klaim Asuransi
  • dan lain sebagainya.

Sebab buku nikah hilang

akan tetapi karena satu dan lain hal, ada kejadian dimana buku nikah menjadi hilang. Beberapa penyebab buku nikah atau surat nikah hilang diantaranya adalah, 

  • terbakar habis tidak tersisa, 
  • kecopetan di bus atau kendaraan umum lainnya
  • lupa menaruh, 
  • hanyut karena banjir bandang, 
  • jatuh dalam perjalanan dan tidak ketemu, 
  • kecurian dan 
  • kejadian lain sebagainya. 

Dengan salah satu kejadian diatas menyebabkan buku nikah atau surat nikah hilang tidak terlacak keberadannya atau sisa dari surat nikah tersebut.

Sebab Buku nikah rusak

mengurus surat nikah hilang rusak
buku nikah rusak (ilustrasi)

Sedangkan buku nikah yang rusak maka penyebabnya pun bermacam macam.

  • Di krikiti tikus
  • Dimakan rayap
  • Terendam air
  • Sebagian terbakar
  • Disobek sobek (entah sengaja atau tidak)
  • Kejadian yang lain akan tetapi masih menyisakan bagian dari buku nikah

Perbedaan buku nikah hilang dan rusak

Memang ada bedanya antara buku nikah hilang dan rusak? Secara teknis, letak perbedaan buku nikah hilang atau buku nikah rusak adalah keberadaan fisik buku nikah atau keberadaan sisa buku nikah. Kalau buku nikah rusak maka ada sebagian dari kertas buku nikah yang masih tersisa dan diketemukan. Sedangkan buku nikah dianggap hilang jika tidak ada bagian atau keseluruhan buku nikah yang di ketemukan.

Yang Berhak Mengeluarkan Pengganti Buku Nikah

Bagi orang yang kehilangan buku nikah ataupun mengurus surat nikah yang rusak karena kejadian alam atau penyebab lain, maka tidak akan mendapat buku nikah lagi semisal yang pernah diberikan. Akan tetapi dibuatkan suatu keterangan dalam selembar kertas yang diberi nama duplikat nikah. Duplikat buku nikah ini dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama tempat pernikahan didaftarkan.  Dalam duplikat nikah tersebut berisi nama keterangan dan yang lain sesuai  dengan catatan yang berada pada KUA.
Tentunya dalam duplikat nikah ini nama mempelai juga disamakan dengan sebelumnya, jangan mencoba untuk mengganti ejaan atau yang lain, apalagi sampai dengan mengganti nama beda orang. Bisa berabe kalo ketahuan istri atau suami :D. Selain itu adalah hampir mustahil jika mengganti nama sesuai dengan keinginan pemohon, karena di KUA ada catatan pernikahannya.

Cara mengurus buku nikah yang hilang

Bagi pemilik buku nikah yang hilang atau rusak karena beberapa hal yang telah ditulis diatas, maka ada beberapa langkah yang di persiapan dan selanjutnya dilakukan :
  • Pertama : ingat-ingat kapan terjadi pernikahan, sukur-sukur tanggal, bulan ataupun tahun. Minimal tahun terjadi nya pernikahan (untuk memudahkan petugas mencari berkas pernikahan yang disimpan)
  • Kedua : Mendatangi Kantor KUA memberitahukan bahwa buku hilang atau rusak (untuk dicarikan nomor seri buku nikah yang hilang/rusak karena biasanya dari kepolisian meminta dicantumkan nomor seri buku yang hilang)
  • Ketiga : Mendatangi kantor polsek setejmpat bikin surat kehilangan surat nikah/surat nikah rusak
  • Keempat Kembali ke KUA dengan membawa surat kehilangan dari kepolisian

Jika buku rusak hilang maka sisa dari buku nikah untuk di bawa ke KUA
setelah itu maka dari kantor urusan agama akan membuatkan duplikat nikah yang berbentuk satu lembar kertas tersebut.
cara mengurus surat nikah hilang

Waktu yang diperlukan dalam pembuatan duplikat surat nikah

Sebenarnya pembuatan buku nikah atau penerbitan buku nikah relatif cepat, akan tetapi bergantung kepada gerak cepat pemilik atau keluarga dalam mengurus surat kehilangan dari kepolisian dan kecepatan pegawai KUA mencari catatan pernikahan di arsip KUA. Jika pemilik bisa ingat tanggal bulan dan tahun pernikahan secara tepat dan benar mestinya penerbitan nikah bisa dilakukan dalam hitungan tidak lebih dari 15 menit (selama Kepala KUA ada dan petugas tidak sedang mengerjakan pekerjaan yang lain atau peralatan KUA sedang rusak atau mati lampu).
selain itu untuk mengurus buku atau surat nikah yang rusak atau hilang adalah pada jam kerja. sedangkan jam kerja Kantor Urusan Agama adalah Sebagai berikut
  • Senin-Kamis Jam : 07.30 – 16.00 istirahat jam 12.00-13.00 WIB
  • hari Jumat : 07.30-16.30 WIB
  • Sabtu-Minggu : Libur

Biaya pembuatan pengganti surat nikah hilang atau rusak (duplikat surat nikah)

Dalam mengurus biaya duplikat surat nikah, tidak dikenakan biaya atau nol rupiah ( Rp. 0,-) apabila ada biaya maka mungkin saja dari pihak lain atau dari petugas yang kurang mengerti dalam etika berbangsa dan bernegara.
Demikian semoga bermanfaat.
loading...

Cara legalisir buku nikah di KUA Kemenag

Cara legalisir buku nikah di KUA Kemenag
Cara dan langkah legalisir surat nikah pada KUA Kementerian Agama, langkah dan syarat yang dibawa.
Pada saat saya sedang mengunjungi rekan yang bekerja pada Kantor Urusan Agama, ada beberapa orang yang datang untuk meminta legalisir buku nikah. Setelah melalui proses pengecekan dan di beri stempel mengetahui dan nama kepala KUA, Fotocopy buku nikah tersebut kemudian ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan selanjutnya dibubuhkan stempel atau cap dari KUA setempat.
legalisir surat nikah

Penggunaan legalisir Buku nikah atau surat Nikah di KUA

Dari beberapa pencari legalisir buku nikah di Kantor Urusan Agama, umumnya dipergunakan untuk memperoleh surat atau keperluan administrasi yang lain. Legalisir ini dibuat untuk memenuhi persyaratan yang diminta dinas atau perusahaan atau yang lain. Adapun hal yang lumrah dalam penggunaan legalisir buku nikah adalah sebagai berikut :
  • Mencari akta kelahiran anak
  • Mengurus BPJS
  • Memasukkan Tunjangan anak bagi PNS/TNI/Polri
  • Mengurus VISA pada sebagian Negara

Itulah beberapa hal yang sering terjadi bagi kedatangan para pemohon legalisir buku nikah.

Tata cara legalisir Buku Nikah Pada Kantor Urusan Agama

Dalam melakukan legalisir buku nikah, mestinya ada syarat dan ketentuan umum yang berlaku. Tidak serta merta atau ujug ujug fotocopy buku nikah langsung di bubuhkan tanda tangan dan cap stempel pada copy buku nikah.
Guna kemudahan dalam proses legalisasi copy buku nikah, maka hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah :
  • Asli Buku Nikah
  • Foto Copy Buku nikah (sejumlah yang diperlukan)

Yup. Hanya 2 (dua) hal diatas yang sebaiknya dipersiapkan bagi pemohon legalisir buku nikah.
Urutan mengurus legalisir buku nikah
Pada proses urutan permintaan elaglisasi copian buku nikah adalah sebaiagi berikut
  1. Pemohon datang ke KUA sambil membawa asli dan fotocopy buku nikah atau surat nikah
  2. Datang ke resepsionis atau menghadap ke pegawai KUA yang ada dan menyampaikan maksud
  3. Menyerahkan Copy dan menunjukkan asli buku Nikah kepada petugas KUA
  4. Petugas KUA melakukan penelitian dan verifikasi buku nikah ( umumnya dengan cara mencocokkan nomor seri buku nikah dengan catatan induk pernikahan pada KUA)
  5. Setelah cocok dan terdapat kesamaan buku nikah dengan catatan milik KUA serta diyakini kebenaran buku nikah tersebut, kemudian petugas KUA membubuhkan stempel mengetahui kepala KUA dan nama beserta nip nya. Kemudian menyerahkan kepada Kepala KUA untuk membubuhkan tanda tangan
  6. Selesai tanda tangan pejabat yang berwenang, maka fotocopy tersebut ditambahkan cap stempel KUA kemudian dicatat di buku tersendiri terkait permohonan legalisir surat nikah.

Selesai pencatatan, maka selesai sudah legalisir buku nikah dan selanjutnya fotocopy yang sudah dilegalkan bisa diserahkan kepada pemohon legalisir guna kepengurusan surat yang diperlukan.
mencari lelagilisir buku nikah

Waktu yang diperlukan untuk mengurus legalisir nikah

Pada dasarnya selama pejabat KUA yang berhak menandatangani fotocopy legalisir buku nikah berada di tempat, proses legalisir ini bisa berjalan cepat. Normalnya tidak lebih dari 15 menit. Akan tetapi karena Kepala KUA sering tugas luar (Ngijabi, rapat di Kecamatan, dan lain hal) maka hal ini yang sering membuat pelayanan legalisir tertunda.
Walaupun ada verifikasi dan pencocokan keaslian data, biasanya proses ini cepat karena arsip KUA yang tertata dengan rapi dan baik sehingga memudahkan petugas untuk melakukan dan mencari arsip pernikahan suatu pasangan (makanya kalo mencoba membuat buku nikah palsu, akan mudah ketahuan karena ada buku induk tempat penerbitan surat nikah)
Selain itu, sekedar catatan bahwasanya pelayanan Kantor Urusan Agama adalah 5 hari jam kerja atau hari Senin-Jumat. Pada hari senin sampai kamis, kantor buka mulai jam 07,30 WIB dan tutup pukul 16.00 (Jam 4 sore), Istirahat jam 12.00-13.00. khusus hari Jumat, pelayanan sampai jam setengah lima atau jam 16.30 WIB)

Biaya Legalisir buku nikah

Pelayanan administrasi dalam legalisir buku nikah ini adalah 0,- (nol rupiah). tidak ada biaya dalam pelayananannya. Kalau ada yang meminta biaya teruntuk pelayanan ini, jika anda tidak ikhlas memberi, silakan minta kuitansi bukti pembayaran. Kalau anda ikhlas memberi dan anda anggap uang terima kasih karena sudah dilegalisir (nyari file pernikahan lama dll) ya silakan saja. Akan tetapi pada intinya tidak ada biaya yang dibebankan pada pelayanan ini. Termasuk adanya kotak infak seikhlasnya pun seharusnya tidak ada.

Legalisir buku nikah antar kabupaten antar provinsi

Teruntuk legalisir buku nikah diluar pendaftaran buku nikah (tempat diterbitkan buku nikah), maka hal ini sebenarnya bisa dilakukan. Dan pada beberapa instansi cukup untuk memenuhi persyaratan yang diminta.
Contoh, buku nikah di terbitkan di Rembang Jawa Tengah, kemudian pemilik buku nikah merantau di Brebes Jawa Tengah. Jika legalisir ke Rembang maka dirasa akan sangat jauh. Solusinya adalah mendatangi KUA terdekat untuk di legalisir oleh pejabat setempat. Syarat dan ketentuan adalah sama diatas.
Perbedaaannya adalah kemungkinan legalisir agak lama selesai. Hal ini dipengaruhi oleh

  1. KUA setempat (pelegalisir) Tabayun ke Kantor Urusan Agama tempat surat nikah diterbitkan
  2. Staf atau Karyawan KUA tempat penerbitan nikah mencari arsip buku nikah tersebut
  3. KUA tempat penerbitan buku nikah memberitahukan keabsahan buku nikah dimaksud
  4. Proses penandatangan fotocopy buku nikah jika data dan fakta menunjukkan keaslian buku dimaksud.
Demikian terkait fotocopy buku nikah yang sudah di sahkan oleh pejabat KUA atau kepala sesuai dengan aslinya.
Selamat mengurus keperluan anda. Selamat pagi (nulisnya pas pagi hari hehe). 
loading...

Syarat Nikah Anggota Polisi Polri di KUA

Syarat yang harus dipenuhi oleh calon pengantin jika berprofesi sebagai anggota Polri atau Polisi.
Polisi merupakan salah satu profesi yang banyak di gandrungi oleh orang Indonesia. Selain termasuk profesi yang menjadi incaran, juga bagi kalangan tertentu polisi adalah sosok mantu idaman. Secara strata sosial menduduki tingkat yang lumayan elit, secara hukum juga paham dan menguasai perihal pidana maupun perdata, secara ekonomi secara kasat mata bisa dilihat bisa dianggap sangat makmur jika ditinjau dari kendaraan, pakaian dan style yang melekat pada diri anggota polri.
syarat nikah bagi anggota Polri
Bagaimanapun juga polisi adalah manusia, yang pada umumnya juga ingin membangun rumah tangga. Dalam membina rumah tangga yang resmi dan sah diakui secara administrasi negara Indonesia, maka diperlukan proses dan perlengkapan surat-surat dan persyaratan lain guna ijab qobul dan penerbitan buku nikah bagi mempelai yang telah melangsungkan pernikahan.
Bagi anggota polri, ada persyaratan khusus yang harus dilengkapi ketika akan melangsungkan pernikahan yang resmi. Adapun syarat khusus tersebut adalah Surat Izin Dari Atasan  atau Kesatuan. Sedangkan untuk syarat yang lain adalah sama seperti yang lain orang sipil. Adapun proses serta syarat nikah di KUA bagi anggota Polisi bisa disimak sebagai berikut :

Syarat dan Ketentuan Menikah bagi Anggota Polri

Hal hal yang harus dipersiapkan adalah :
  • surat izin dari atasan atau kesatuan.
  • Fotocopy KTP sejumlah 2 ( dua lembar )
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotovopy Ijazah Terakhir
  • Foto Copy Akta Kelahiran
  • Pas Foto dengan background warna biru dengan ukuran 2×3=4 lembar, 4×6=2 lembar

Setelah melakukan fotocopy berkas yang diatas, selanjutnya mencari surat pengantar dari RT dan RW yang selanjutnya membawa surat pengantar tersebut ke Kantor Kelurahan atau Desa untuk mendapatkan  berkas Nikah N1-N4. 
Setelah kedua calon mempelai kelar mendapatkan berkas nikah mulai dari N1, N2, N3 dan N4 selanjutnya calon pengantin wanita datang ke Puskesmas untuk melakukan KIR/Imunisasi. Silakan menyiapkan fotocopy untuk mendaftar di Puskesmas guna KIR Kesehatan dalam rangka memenuhi persyaratan untuk mendaftar nikah di KUA.
Selanjutnya setelah semua persyaratan diatas lengkap, silakan dibawa ke Kantor Urusan Agama setempat (KUA Kecamatan tempat domisili KTP calon mempelai wanita). Dan setelah berkas di cek dan diteliti akan di masukkan tanggal atau waktu untuk melangsungkan pernikahan.

Catatan penting :

Syarat diatas hanyalah bagi calon pengantin yang status nya masih bujang dan perawan dan berumur diatas 21 bagi calon pengantin pria dan diatas 16 tahun bagi calon mempelai perempuan. Selain itu salah satu calon pengantin bukanlah warga negara asing.
  • Jika calon pengantin adalah anak pertama maka diperlukan fotocopy buku nikah orang tua calon mempelai.
  • Jika calon mempelai berasal dari luar kecamatan tempat pendaftaran nikah maka diperlukan surat rekomendasi dari KUA setempat (KUA tempat domisili calon pengantin)
  • Bagi wali nikah yang berasal dari luar KUA tempat didaftarkan pernikahan maka diperlukan surat keterangan wali nikah dan fotocopy KTP wali tersebut.
  • apabila catin berstatus sebagai janda atau duda cerai maka ada syarat tambahan yaitu akta cerai dari pengadilan ( dan disarankan pada KK dan KTP sudah berstatus sebagai janda atau duda cerai juga untuk keperluan administrasi negara.)
  • Jika calon pengantin adalah janda atau duda karena mati maka diperlukan surat keterangan kematian dari kepala desa atau lurah (N-6)
  • Jika pengantin pria dibawah umur 21 tahun maka harus ada izin tertulis adri wali (N-6)
  • Apabila pengantin pria belum berumur 19 tahun maka harus ada dispensasi dari pengadilan, begitupula jika calon mempelai perempuan belum genap berusia 16 tahun.
  • Jika pelaksanaan nikah dengan wali hakim maka diperlukan surat permohonan wali hakim dari Kepala Desa
  • Bagi wali nikah yang mogok tidak mau menikahkan maka diperlukan surat penetapan dari Pengadilan
  • Apabila wali nikah berhalangan hadir maka diperlukan adanya surat taukil dengan ketentuan sudah diketahui oleh KUA setempat (tempat domisili/ktp wali)

Sedangkan jika calon pengantin adalah warga negara asing maka telah dibahas dalam artikel sebelumnya.
Demikian terkait pernikahan bagi anggota polri di KUA beserta tata cara dan syarat yang harus dipenuhi.
urutan mengurus pernikahan
Bisa jadi di urus sendiri, akan tetapi kadang kala juga ditemukan kepengurusan terkait pernikahan yang diserahkan kepada orang-orang yang sering mengurusi urusan terkait beginian, tentunya ada imbalan sebagai pengganti lelah waktu bensin dan jasa.
Terkait jasa tentunya tidak ada patokan resmi karena bukan merupakan hal yang resmi. Yang jelas, aturan terkait biaya nikah adalah Rp. 0,- rupiah jika dilaksanakan pada jam kantor dan di laksanakan di balai nikah KUA. Dan Rp. 600.000,-. Jika dilaksanakan diluar kantor atau diluar jam kerja.
Adapun jika ada biaya diluar yang disebutkan diatas ada beberapa hal kemungkinan :
  1. Ada biaya berdasarkan perdes atau peraturan desa
  2. Biaya jasa kepengurusannya yang dilakukan oleh perorangan (walaupun bisa jadi yang mengurus adalah orang desa atau KUA, dll)
  3. Ada oknum yang nakal.

Cukup sekian, terima kasih.
loading...

Syarat mengurus wakaf di KUA Kantor Urusan Agama beserta proses

Syarat yang harus dipenuhi untuk mengurus wakaf di Kantor Urusan Agama berdasarkan Informasi dari Pegawai di KUA
Bagi yang menginginkan wakaf baik berupa sebidang tanah, buku, alquran, uang dan macamnya. Khusus wakaf uang atau duit nanti akan dibahas pada bagian tersendiri
ikrar wakaf di KUA

Keuntungan mengurus wakaf secara resmi

Bagi para wakif atau orang yang mewakafkan, ada baiknya untuk segera meresmikan secara administrasi barang yang di wakafkan, utamanya tanah. Hal ini berkaca kepada beberapa kasus dan kejadian dimana secara de facto atau kenyataan dansecara verbal sudah disiarkan bahwa seseorang telah mewakafkan tanah. Akan tetapi karena wakaf hanya berupa ikrar adat dan disaksikan oleh orang tanpa dilakukan kepengurusan ikrar wakaf di KUA dan di segera dibuat sertifikat sebagai tanah wakaf, di kemudian hari anak turunnya mengklaim tanah wakaf tersebut adalah tanah pribadi, bukan tanah wakaf. Hal ini terjadi karena sertifikat tersebut masih atas nama hak milik seseorang. Akibatnya adalah jika terjadi persengketaan di pengadilan tentunya akan dimenangkan pemegang sertifikat yang sah. Walaupun secara agama pewakafan tanah tersebut sudah sah. Akan sangat disayangkan jika terjadi hal seperti itu, membuat dosa bagi anak turun pewakaf tanah.

Syarat syarat wakaf di Kantor Urusan Agama

Sebelum mendatangi Kantor Urusan Agama untuk melakukan Ikrar wakaf, semestinya seorang pewakaf akan melakukan konsultasi kesana kemari kiri kanan baik kepada ulama, KUA maupun pegawai Kecamatan. Adapun kelengkapan dan persyaratan yang diperlukan dalam hal wakaf adalah sebagai berikut :
  • Nadzir yang terdiri dari 5 (lima) orang yaitu

  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Anggota
  5. Anggota

  • Foto Copy KTP ( Kartu Tanda Penduduk) sang Nadzir masing-masing 4 lembar
  • Foto Copy KTP Wakif sejumlah 4 lembar
  • Fotocopy sertifikat 4 lembar
  • Materai Rp. 6.000,- sebanyak 8 (delapan) lembar
  • Menentukan hari ikrar wakaf

Catatan : pada saat ikrar wakaf, yang harus hadir pada saat ikrar adalah :
  1. Wakif (orang yang mewakafkan)
  2. 2 (dua) orang saksi
  3. Ketua nadzir.

Cara Mengurus Wakaf di KUA

Adapun langkah langkah yang dilakukan untuk mewakafkan tanah adalah :
  1. Pewakaf (wakif) datang ke Kantor Urusan Agama Setempat
  2. Wakif menunjukkan dokumen asli kepemilikan tanah (sertifikat atau yang lainny)
  3. Wakif atau pewakaf melakukan ikrar
  4. KUA (Kantor Urusan Agama) membuat akta ikrar wakaf (AIW)
  5. KUA memberikan salinan AIW (akta ikrar wakaf)
  6. Nadzir mensertifikatkan tanah wakaf ke BPN Kabupaten atau kota setempat.

Setelah terbit akta tanah dengan status wakaf, maka insyaallah secara administrasi status tanah tersebut sudah aman dari persengketaan dan perebutan warisan dari anak turun sehingga kebergunaan bagi umat dan sang wakif menjadi lebih terpelihara.
Semoga dimudahkan dalam mengurus perwakafan dan selain itu bagi wakif dan nadzir diberikan keberkahan dan keikhlasan dalam proses wakaf serta pemeliharaan benda atau tanah yang di wakafkan sehingga manfaat dunia akhirat.
syarat Wakaf di KUA
Utamanya dalam hal ibadah, semoga dijauhkan dari sifat riya dan sum’ah baik bagi wakif dan nadzir. Sebagaimana yang banyak disampaikan oleh para ustadz kyai mubaligh bahwasanya nantinya akan diganti dengan yang lebih berlipat, salah satunya seperti perumpamaan satu biji yang tumbuh menjadi 7 dan masing masing berisi 100 biji.
Begitulah terkait syarat dalam melakukan wakaf di Kantor Urusan Agama setempat. 
loading...

Syarat nikah di KUA bagi WNA warga negara asing

Syarat menikah bagi WNA ( Warga Negara Asing ) pada Kantor Urusan Agama beserta urutan dan kelengkapan lain guna proses mendapatkan buku nikah yang sah dan legal di negara Indonesia.
Cinta merupakan anugerah, ada yang mengatakan cinta itu seperti petir, tidak tahu kapan dan dimana menyambar. Bisa jadi benar pengandaian terkait kilat yang menyambar dimana dan kapan tanpa bisa di sangka.
syarat nikah WNA di KUA
Dalam masalah cinta dan kasih sayang sebagai pasangan manusia, bisa dikatakan bahwa puncak dari pernyataan cinta adalah ijab qobul. Dengan ijab qobul tersebut, secara agama sudah di sahkan untuk melakukan perbuatan yang sebelumnya merupakan larangan
Sedangkan secara administrasi negara Indonesia, bukan hanya ijab qobul saja yang menjadikan diterima secara legal suatu pernikahan, akan tetapi pelegalan suatu ikatan perkawinan dinyatakan sah adalah dengan tercatat di Kantor Urusan Agama ( Bagi Muslim ) dan pada Kantor Catatan Sipil Untuk orang Kristen, Katholik, Hindu, Budha atau Konghucu.

Pernikahan  Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing.

Dengan adanya internet yang sudah merasuk ke segala penjuru menjadikan dunia serasa semakin sempit, perkenalan menjadi semakin luas. Bisa jadi berpengaruh terhadap jalinan cinta kasih antar warga negara baik WNI dengan WNA. Bisa jadi WNI Wanita denga pria eropa Belanda, Austria, Jerman, Turki, Italy, ataupun dari asia semisal Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, India Bangladesh, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Singapura, termasuk ada juga dari Afrika semisal Afrika Selatan, Ghana, Kamerun,  maupun dari benua Australia.
Pada saat ini, pernikahan antara WNI maupun WNA ada walaupun termasuk jarang. Meskipun jarang, pastinya jika ingin diresmikan secara sah secara administrasi di Indonesia diperlukan syarat dan ketentuan yang sudah berlaku secara aturan.

Syarat yang harus disiapkan bagi nikah bagi Warga Negara Asing

Bagi warga negara asing yang akan melangsungkan pernikahan dengan orang Indonesia, maka syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :
  • Surat Keterangan ataupun surat rekomendasi yang berasal dari Kedutaan Besar Negara asal calon Mempelai. Surat rekomendasi tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penerjemahan dilakukan oleh penerjemah resmi.
  • Surat keterangan atau surat pernyataan bahwa yang bersangkutan / calon mempelai beragama Islam
  • Foto Copy Passport dan Peserta
  • Foto Kopi Akta kelahiran dari negara asal yang sudah diterjemahkan oleh penerjemah yang resmi dalam bahasa Indonesia
  • Pasfoto 3×4 sebanyak 2 lembar, 2×3 empat lembar dan 4×6 sejumlah 2 lembar dengan latar belakang warna biru.

Disarankan untuk di cetak pada studio foto supaya hasil foto lebih baik dan awet.
Jika hanya di cetak print out counter pinggir jalan akan sangat disayangkan beberapa tahun sudah rusak kualitas dan kondisi foto mempelai
Bagi calon mempelai satu nya yang berasal dari indonesia atau WNI, syarat dan ketentuan umum berlaku kepadanya seperti FC KTP (2 lembar), Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah Terakhir, Pas foto berwarna 2×3=4 lembar 4×6=2 lembar dengan pakaian rapi serta background warna biru. Selain itu juga berkas N1 sampai dengan N4 dari kantor desa atau kelurahan setempat. Jangan lupa KIR Dokter /Imunisasi dari Puskemas setempat
Catatan : sebaiknya mendaftarkan pernikahan 10 hari sebelum pernikahan dilangsungkan dan kelengkapan syarat pernikahan sudah siap semua termasuk wali dan syarat khusus nya jika catin ( calon pengantin) adalah salah satu atau semuanya dalam hal ini ( janda, duda, tentara, umur belum mencapai 19 tahun bagi calon suami, 16 tahun bagi calon suami, anggota TNI atau Polri, Wali hakim mogok, dan lain sebagainya.
syarat nikah WNA dengan WNI di Indonesia
Selamat bagi anda yang menikah baik dengan bule atau ras kuning, arab maupun lainnya. Semoga sakinah mawaddah wa rahmah.

Oh iya, satu lagi, biaya pernikahan jika dilangsungkan pada jam kerja dan dilaksanakan di balai nikah KUA (ijab Kantor) maka biayanya adalah Rp. 0,- (nol rupiah). Dan jika dilangsungkan diluar kantor maupun diluar jam kerja maka biayanya sejumlah Rp. 600.000,- dan di bayarkan pada bank BRI atau Kantor Pos terdekat.
loading...

CARA NIKAH JANDA DUDA DI KUA BESERTA SYARAT

Cara nikah di KUA bagi janda maupun duda baik janda cerai atau mati serta alur mengurus dan syarat yang diperlukan.
Status duda ataupun janda bukanlah suatu cita cita atau harapan seseorang dalam menjalani kehidupan. Akan tetapiy adakalanya keadaan menjadikan keputusan berpisah merupakan jalan terbaik untuk kedua belah pihak dalam menjalani kehidupan
Baca
Begitu juga dengan janda atau duda karena ditinggal mati oleh pasangannya, walaupun secara umum image janda duda ditinggal mati kesannya di masyarakat lebih mendingan, akan tetapi tetaplah bukan merupakan keinginan atau harapan seseorang.
Secara umum, ada syarat umum dan syarat khusus bagi calon pengantin. Untuk syarat umum, maka semua calon pengantin ( yang biasa disebut catin ) baik janda duda atau TNI Polri termasuk WNA (warga negara asing) adalah sama. Untuk syarat umum dan ketentuan lain bisa disimak pada syarat menikah di KUA.
syarat nikah janda duda

Persyaratan nikah bagi Janda atau Duda Cerai di KUA

Bagi calon mempelai yang berstatus sebagai janda cerai maupun duda cerai, selain persyaratan umum, harus menyertakan persyaratan khusus nikah bagi janda atau duda cerai. Adapun syarat khusus dimaksud adalah :
Membawa Akta Cerai Asli dari Pengadilan
Catatan penting terkait syarat nikah bagi Duda atau Janda cerai
Sedangkan kelengkapan terkait administrasi adalah ;
  1. Kartu Tanda Penduduk calon mempelai, bagi janda atau duda cerai harus sudah berstatus Janda atau duda cerai.
  2. Kartu Keluarga status pada saat mendaftar sudah berbunyi atau tertulis sebagai duda atau janda cerai.
  3. Sedangkan jika status janda atau duda karena talak maka diharuskan untuk menunggu masa iddah selesai.
    akta cerai syarat nikah janda duda
Begitulah terkait dengan pernikahan bagi orang yang berstatus janda atau duda karena cerai.

Syarat menikah bagi janda ditinggal mati atau duda ditinggal mati

Bagi janda atau duda karena kematian pasangan, surat keterangan yang perlu dilampirkan adalah
  1. Fotocopy surat kematian suami atau istri atau akta kematian.
  2. Surat keterangan kematian dari kelapa desa atau lurah yang menerangkan sebagai janda atau duda ditinggal mati (N6)
Begitulah syarat bagi pendaftaran dan syarat kelengkapan untuk calon mempelai yang berstatus janda maupun duda baik karena talak cerai maupun ditinggal mati.

Biaya pernikahan di KUA bagi duda janda

Di Kantor urusan agama, tidak ada perbedaan biaya dalam pelayanan terkait dengan pernikahan. Yang membedakan adalah waktu dan jam dalam pelaksanaan atau pencatatan ijab qobul.

Berdasarkan KMA bahawasanya biaya nikah bagi calon pengantin baik  janda duda perawan jejaka polri polisi sipil maupun WNA bahawasanya jika di laksanakan pada balai nikah KUA dan pada jam kerja maka biaya nya adalah 0,- ( nol rupiah ) alias gratis.

Sedangkan jika dilaksanakan pada waktu luar jam kerja maupun di luar balai nikah, biaya sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) dan di bayarkan pada Bank BRI atau kantor pos terdekat.

Sebelum membayar NR ( Nikah Rujuk ) dibuatkan biling KUA tempat mendaftarkan pernikahan, dan selanjutnya dibayarkan oleh mempelai atau yang mewakili di BRI atau kantor pos.

Kadaluwarsa biling adalah 1 (satu)  minggu setelah biling dicetak.

Demikian informasi sekitar cara pendaftaran nikah bagi yang berstatus sebagai janda cerai duda cerai janda ditinggal mati duda ditinggal mati beserta catatan catatan penting supaya pendaftaran pernikahan bisa lebih rapi dan memudahkan semua pihak di kemudian hari terkait dengan pernikahan ini.

loading...

Syarat nikah KUA dan persyaratan yang harus dilengkapi 2019

Ini syarat yang harus dilengkapi oleh calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Disarikan dari keterangan pegawai di KUA yang saya temui.

Syarat nikah di KUA ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2018 yang merupakan aturan terbaru.

Dalam persyaratan ini dibagi menjadi dua, yaitu syarat secara umum dan persyaratan khusus.

Baca:
syarat nikah di KUA lengkap
deantari

Adapun persyaratan umum adalah :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pengantin sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy Kartu Keluarga calon pengantin (KK),
  3. Fotocopy Akta Kelahiran calon pengantin,
  4. Pas Foto Berwarna dengan ketentuan ukuran 2×3 sebanyak 4 lembar, 4×6=2 lembar (memakai pakaian rapi/bukan kaos, menggunakan latar belakang atau background warna biru)
  5. Berkas nikah (N1, N2, N3, N4) dari kantor desa / kelurahan setempat
  6. KIR / Imunisasi dari Puskesmas
  7. Pendaftaran nikah di KUA dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum hari pernikahan.

Catatan : pertama; ijazah bukan merupakan syarat wajib dalam mendaftarkan nikah, kalau ada syarat fotocopy ijazah, bagaimana nanti yang tidak pernah sekolah? tidak bisa menikah dong.

Kedua; Jika sebelumnya akta kelahiran bukan syarat wajib, bisa diganti dengan surat keterangan lahir dari kelurahan atau surat kelahiran, maka dalam aturan PMA terbaru disebutkan bahwa Akta kelahiran merupakan salah satu syarat, (tidak bisa digantikan dengan surat keterangan kelahiran dari kelurahan atau bidan).

Itulah persyaratan nikah secara umum yang harus dilengkapi oleh calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan.

Adapun bagi pengantin yang memiliki kekhususan, semisal anggota TNI/Polri, kemudian umur belum mencapai 19 bagi pria dan 16 untuk wanita dan lain sebagainya, maka masuk dalam kategori syarat khusus.

Berikut rangkuman syarat khusus yang harus di lengkapi oleh pihak yang berkehendak nikah.

Persyaratan khusus dalam nikah di KUA

  1. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang umurnya belum mencapai 19 tahun. Dan untuk calon istri belum berusia 16 tahun
  2. Izin tertulis dari orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum genap berusia 21 tahun (N-5)
  3. Surat izin dari atasan atau kesatuan seandainya calon mempelai adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Polisi Republik Indonesia (Polri)
  4. Surat izin dari pengadilan bagi suami yang akan beristri lebih dari satu
  5. Akta cerai bagi duda atau janda
  6. Surat keterangan kematian dari kepala desa/lurah bagi duda atau janda yang ditinggal mati (N-6)
  7. Fotocopy buku nikah orang tua pihak calon pengantin wanita bagi anak pertama
  8. Surat rekomendasi dari KUA setempat (sesuai alamat KTP) jika calon mempelai berasal dari luar kecamatan tempat KUA berada
  9. Surat keterangan wali nikah dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi wali nikah yang berasal dari luar Kecamatan tempat mendaftar pernikahan
  10. Surat permohonan wali hakim dari kepala desa atau lurah untuk melaksanakan nikah menggunakan wali hakim
  11. Surat taukil wali nikah yang diketahui KUA setempat bila wali nikah berhalangan hadir.
  12. Surat penetapan pengadilan bagi wali nikah yang mogok tidak mau mengijabkan atau tanda tangan
  13. Bagi warga negara asing untuk melampirkan :
  • Surat keterangan atau rekomendasi dari kedutaan besar negara yang bersangkutan yang berada di Indonesia dan telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi ke dalam bahasa Indonesia
  • Surat keterangan atau pernyataan beragama Islam
  • Fotocopy passport dan visa
  • Foto copy akta kelahiran yang telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi ke dalam bahasa indonesia
  • Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar,  2×3 sebanyak 4 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar.
    calon pengantin (ilustrasi)
    calon pengantin (ilustrasi)

Saran untuk kelancaran dalam entry daftar nikah

Saat ini pencatatan nikah dilakukan secara online dengan berdasarkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP. ada baiknya bagi calon pengantin untuk menyertakan fotocopy KTP kedua orang tua maupun wali serta fotocopy 2 orang saksi.

Walaupun FC KTP ortu dan wali bukan syarat dalam pendaftaran akan tetapi demi kelancaran anda sendiri ada baiknya untuk disertakan.

Bukannya di KK (Kartu Keluarga) sudah ada NIK nya? pengalaman pegawai KUA saat entry data, biasanya NIK pada KK sering tidak terbaca karena terlalu kecil dan adakalanya tidak kentara. berbeda dengan yang ada pada KTP, yang nampak jelas.

Hal ini akan memudahkan petugas dalam melakukan pencatatan perkawinan anda serta meminimalisir kesalahan pengetikan pada Buku nikah.

Penutup tentang Syarat Pendaftaran Nikah di KUA 2019

Itulah persyaratan khusus yang diberlakukan kepada calon pengantin apabila mengalami kondisi khusus.

Syarat khusus ini tentunya tidak harus di lengkapi oleh person atau pengantin yang tidak mengalami atau berada dalam situasi yang ada. Semisal ada syarat akta cerai bagi duda atau janda, tentunya jika pengantin adalah seorang jejaka atau perawan maka tidak diperlukan akta cerai.

Begitu juga dengan surat izin dari atasan atau kesatuan hanya berlaku untuk kalangan anggota TNI/Polri.

Demikian informasi yang bisa di sampaikan, selamat mengurus surat menyurat dan dokumen dalam rangka kelengkapan untuk mengurus pernikahan. Semoga sakinah mawaddah wa rahmah.

loading...

Cara dan proses mengurus nikah di KUA

Urutan dan tata cara mengurus pernikahan di kantor urusan agama bagi pengantin berdasarkan hasil wawancara dengan pegawai KUA dan observasi Lapangan.
Salah satu siklus hidup yang umum di alami oleh insan manusia adalah mencari pasangan yang kemudian di legalkan atau di sahkan dengan pernikahan. Secara administrasi negara/pemerintah Indonesia, lembaga yang mencatat pernikahan disebut dengan Kantor Urusan Agama.
Adapun urutan dan tata cara dan proses dalam melaksanakan pernikahan sebagai berikut :
proses mengurus nikah di KUA
Mencari surat pengantar dari RT dan RW sesuai alamat di KTP untuk dibawa ke keluarahan atau desa guna mencari surat-surat terkait keperluan kehendak nikah.
1. Mendatangi Kantor Desa atau Kelurahan untuk :
Surat keterangan untuk nikah (model n 1)
Surat Keterangan Asal Usul (model N 2).
Surat Persetujuan (model N 3).
Surat Keterangan Orang Tua (Model N 4).
Akta Cerai dari Pengadilan bagi yang berstatus Duda / Janda Cerai
Surat Keterangan Kematian suami/istri (model N 6) bagi yang janda/duda cerai mati
2. Datang Ke kantor Desa/Puskesmas
Untuk mendapatkan suntik TT1 dan TT2
3. Datang Ke KUA setempat
Mendaftarkan dengan membawa persyaratan
Surat Pengatar Kehendak nikah Bagi calon mempelai pria jika tidak satu kecamatan dengan calon mempelai perempuan (kalau masih satu kecamatan maka tidak perlu)
Surat keterangan dari desa dan puskesmas
Menyerahkan foto copy KTP, Kartu Keluarga, akta Kelahiran
Menyerahkan pas photo 3 lembar ukuran 2×3
Menyerahkan Surat Izin Komandan (SIK) Khusus bagi Anggota TNI dan Polri
Pemeriksaan calon pengantin dan Wali Nikah
Mengikuti Kursus Calon Pengantin (suscatin)
Membayar Biaya Pencatatan Nikah (jika dilakukan akad nikah di luar kantor KUA dan jam kerja)
Pengumuman Kehendak nikah
Pelaksanaan akad nikah
Pencatatan nikah
Memperoleh kutipan akta Nikah.
Begitulah proses perjalanan dalam mengurus pernikahan bagi calon mempelai.

Biaya pencatatan pernikahan

Untuk biaya pernikahan, bagi calon mempelai yang ingin pelaksanaan ijab qobul pernikahan di rumah atau luar kantor maka membayar sebesar Rp. 600.000,- di Bank yang ditujukan kepada rekening Depkeu (bukan rekening Kemenag).
Sedangkan jika kegiatan ijab qobul pernikahan dilakukan di balai nikah Kantor Urusan Agama dan pada jam kerja, maka pencatatan nikah tidak ditarik biaya alias gratis
Saya bayar lebih dari 600.000,-, kemana dan untuk apa?
Jika anda membayar biaya pernikahan lebih dari enam ratus ribu, maka yang terjadi adalah adanya biaya yang di tarik dari pemerintah desa lewat peraturan desa (perdes). Biasanya biaya ini bervariasi besar kecilnya ditentukan oleh pemerintah desa setempat.
Selain itu, apabila kepengurusan surat serta kelengkapannya anda minta tolong kepada orang lain (calo?) mestinya ada ongkos uang lelah dan ganti bensin serta tenaga untuk wira wiri dari KUA, desa, Kecamatan maupun jika ada permasalahan dari KTP (salah alamat, belum ganti status dan lain sebagainya) tentunya ada ongkos tambahan yang dikeluarkan untuk uang lelah yang menguruskan.

Kenapa masih ada yang tidak mengurus sendiri?

Bisa dimaklumi kalau ada sebagian dari calon pengantin atau dari pihak keluarga yang minta tolong atau memasrahkan (menyerahkan) urusan kepengurusan dan administrasi kelengkapan untuk nikah kepada orang lain (sering kepada P3N atau modin). Penyebab yang sering terjadi adalah keterbatasan waktu untuk mengurus surat persyaratan nikah karena tempat kerja jauh, domisili berbeda dengan yang tercantum di KTP, bingung mengurus, cari praktisnya (bayar semua dan beres), atau karena sebab lain sehingga kesulitan dalam mencari surat yang diperlukan.

Saran bagi yang akan melangsungkan pernikahan di KUA

Sebenarnya ini merupakan saran umum yang bisa dipakai untuk semua urusan,
Pertama : pastikan semua persyaratan sudah lengkap sebelum datang ke KUA
Kedua : pastikan kesamaan nama, alamat, status perkawinan, dan tanggal lahir antara KTP maupun Ijazah terakhir
Ketiga : daftarkan pernikahan anda ke KUA satu bulan sebelum hari H supaya bisa memilih jam dan hari serta jikalau ada kekurangan syarat maupun ada perbaikan dalam hal foto atau kesalahan ejaan nama pada dokumen resmi bisa segera di perbaiki.
syarat lengkap menikah pada KUA
Demikian perihal tata cara mengurus pernikahan di KUA hasil observasi dan wawancara kepada Pegawai Negeri Sipil (  PNS ) atau yang saat ini disebut dengan ASN ( Aparatur Sipil Negara ) yang bertugas di KUA. 
loading...