Teks ijab kabul Bahasa Sunda beserta terjemahnya

  • by
teks ijab kabul bahasa sunda

Teks ijab kabul Bahasa Sunda beserta terjemahnya berasal dari penghulu dan Kepala KUA dalam rangka menikahkan anak atau keponakan memakai bahasa arab.

WilayahSunda (Jawa Barat) sangat luas, ada garut, Majalengka, Karawang, Banten (udah engga lagi sekarang), Kuningan, Tasikmalaya dan lainnya.

nikahdikua.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. kemaren pada saat sedang ada acara kegiatan di watu jodo Matesih saya bertemu dengan salah satu Kepala KUA yang masih muda, asalnya Jakarta.

baca : teks Ijab kabul

Dia biasa ngobrol dengan mbak Yossy teman saya menggunakan bahasa Sunda.

Sekedar informasi bu Yossy lahir di Kuningan Jawa Barat, tentunya fasih menggunakan didie abdi kabogoh dan kalimat lainnya.

Kemudian saya minta tolong kepada mas Kepala KUA untuk membantu dalam teks ijab kabul pernikahan menggunakan bahasa Sunda.

Halah sayangnya ternyata beliau tidak paham, untungnya jaringan kenalan Kepala KUA alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 99 ini luas dan banyak.

Tanpa banyak kata kemudian beliau mengontak pihak pihak yang berkompeten untuk mendapatkan contoh pernikahan dengan ijab kabul pake bahasa Parahnyangan alias Sunda ini.

Kalimat Ijab Kabul menggunakan Bahasa Sunda

Tanpa basa basi, berikut teks ijab dan kabul secara sunda.

Wali : bapak nikahkeun anjeeun ka putri teges bapak neng (sebut nama pengantin wanita) Kalayan nganggo mas kawin ku (sebutkan mahar/mas kawin) Dibayar kontan..

Calon suami : tarima abdi nikah ka putri bapak neng (sebutkan nama pengantin wanita) Kalayan nganggo mas kawin ku (Sebut mahar) Dibayar kontan..

Artinya : Wali saya nikahkan kamu dengan putri saya yang bernama (sebutkan nama) dengan mas kawin (sebutkan) dibayar tunai.

Calon Suami : saya terima nikahnya anak bapak yang bernama (sebutkan nama) dengan maskawin berupa (sebut mahar) dibayar tunai.

Nah demikian contoh ucapan ijab kabul untuk wali nikah dan calon suami dengan menggunakan ucapan teks bahasa sunda.

Contoh ini berasal dari salah satu kepala KUA yang mencari bunyi ucapannya ke teman teman yang memiliki kemampuan untuk berbahasa sunda.

Tentunya ucapan ijab pernikahan ini bisa berbeda satu dengan yang lainnya.

Apalagi pada Peraturan Menteri Agama terbaru maupun SK Diektur Jenderal Bimis tidak menyebutkan contoh yang pasti permanen untuk kalimat ijab kabul.

Wilujeng enjang, selamat siang dan salam kenal. Wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *