urutan wali nikah

Urutan Wali Nikah

    Daftar Isian tulisan pada Postingan ini
  • Dalil Tentang Wali Nikah
  • Macam Macam Wali Nikah
  • Syaratan Wali Nikah
  • Urutan Wali Nikah
  • Nikahdikua.com informasi tentang urutan wali nikah bagi perempuan dalam susunan yang berurutan guna memudahkan siapakah yang berhak untuk menjadi wali bagi wanita pada saat dilakukan akad ijab qabul dalam perkawinan berdasarkan perundangan di Indonesia.

    Walaupun urutan wali nikah yang disusun berurutan ini telah memiliki tingkatan atau urutan tertentu, akan tetapi tetap diperlukan persyaratan dan ketentuan bagi seseorang untuk menjadi wali nikah dalam pernikahan seorang perempuan.

    Baca;
    Ketentuan menikah dengan wali hakim di Indonesia
    Wali Nikah bagi seorang Janda
    Langkah dilakukan jika ayah menolak menjadi wali menikahkan anak

    Dalil Tentang Wali Nikah

    Kenapa harus ada wali nikah dalam perkawinan? Keberadaan atau keharusan adanya wali sebagai syarat dalam nikah merujuk kepada dalil naqli yang diantaranya adalah;

    loading...

    عن ابى مو سى رضى لله عنه عن نبى صلى عليه و سلم قا ل : لا نكا ح الا بو لى

    Artinya : “ Dari Abu Musa ra. Dari nabi saw. Bersabda : “ tidaklah sah pernikahan tanpa wali

    لا نكا ح ا لا بو لى وشا هد ى عد ل وما كا ن من نكا ح غير ذ لك فهو با طل

    Artinya : tidak sah suatu pernikahn tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil. Dan pernikahan yang mana pun yang tidak demikian adalah batal.

    Itulah yang menjadi dasar kenapa suatu pernikahan harus ada wali pada pihak calon mempelai wanita.

    Macam-macam Wali Nikah

    Dalam perwalian, secara teknis ada beberapa macam wali dalam pernikahan yang pelaksanaan atau hak menjadi wali telah diatur sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam perwalian.

    Adapun wali dalam pernikahan adalah ;

    Pertama, wali nasab ;

    Yang dimaksud dengan wali nasab adalah wali nikah karena ada hubungan nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Mengenai urutan atau susunan dalam perwalian ini para ulama memiliki perbedaan pendapat.

    Wali nasab dibagi menjadi dua, yaitu

    wali aqrab (dekat) dan
    wali ab’ad (jauh).

    Dalam pelaksanaan perwalian perpindahan dari wali dekat kepada wali jauh maka diurutkan sesuai dengan urutannya.Dalam urutan wali aqrab wali no. urut 1, sedang no.2 menjadi wali ab’ad. Jika no. 1 tidak ada, maka no. 2 menjadi wali aqrab, dan no. 3 menjadi wali ab’ad, dan seterusnya.

    Sebab terjadinya pelimpahan wali aqrab kepada wali ab’ad sebagai berikut:

    1. Apabila wali aqrabnya non muslim
    2. Apabila wali aqrabnya fasik
    3. Apabila wali aqrabnya belum dewasa
    4. Apabila wali aqrabnya gila
    5. Apabila wali aqrabnya bisu/tuli.[5]

    Kedua, wali Hakim

    wali hakim dalam pernikahan
    pengantin dengan wali hakim dalam pernikahan (ilustrasi)

    Yang dimaksud dengan wali Hakim yaitu adalah wali nikah dari hakim atau qadi.

    Hal ini berdasarkan Hadits yang artinya: “Maka hakimlah yang bertindak menjadi wali bagi seseorang yang tidak ada walinya.”

    Di Indonesia yang ditunjuk sebagai wali hakim yaitu Kepala Kantor Urusan Agama tempat dilangsungkan pernikahan.

    Dalam aturan perundangan Indonesia, pelaksanaan nikah dengan wali hakim berdasarkan PMA no 19 tahun 2019 karena 5 hal dibawah ini yaitu;

    1. wali nasab tidak ada;
    2. walinya adhal;
    3. walinya tidak diketahui keberadaannya;
    4. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
    5. wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

    Itulah alasan seseorang menikah dengan wali hakim menurut peraturan menteri agama tersebut.

    Dalam pernikahandi Indonesia utamanya pada PMA, salah satu syarat pelaksanaan ijab qabul yaitu adanya wali. Wali ada 2 macam yaitu;

    Wali nasab
    Wali hakim

    Dalam hal wali nasab tidak bisa hadir maka bisa diwakilkan dengan cara ikrar taukil wali bil kitabah. Disini kita tidak akan membahas apa itu ikrar taukil wali bil kitabah.

    Wali Tahkim

    buku nikah

    Yang dimaksud dengan Wali tahkim adalah wali yang diangkat oleh calon suami dan atau calon istri.

    Cara pengangkatan wali tahkim yaitu calon suami mengucapkan tahkim, dengan calon istri dengan kalimat:

    “Saya angkat bapak/saudara untuk menikahkan saya pada si… (calon istri) dengan mahar…dan putusan bapak/saudara saya terima dengan senang.”

    selanjutnya itu calon istri mengucapkan hal yang sama.

    Kemudian calon hakim itu menjawab, “saya terima tahkim ini.”

    Wali tahkim bisa dilakukan dengan ketentuan :

    1. Wali nasab tidak ada,
    2. Wali nasab ghaib, atau bepergian sejauh dua hari perjalanan, serta tidak ada wakilnya disitu.
    3. Tidak ada qadi atau pegawai pencatat nikah, talak, dan rujuk (NTR).

    Wali Maula

    Kalau yang ini sih sepertinya sudah punah alias tidak ada, yang dimaksud dengan wali maula adalah wali yang menikahkan budaknya, artinya majikannya sendiri.

    Laki-laki boleh menikahkan perempuan yang berada dalam perwaliannya bilamana perempuan (hamba sahaya/budaknya) itu rela menerimanya.
    <

    Syarat Wali Nikah

    ada calon yang dianggap lebih baik

    Adapun dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018 bahwasanya persyaratan bagi wali nikah ada 5 yaitu;

    1. laki-laki;
    2. beragama Islam;
    3. baligh;
    4. berakal; dan
    5. adil.

    Urutan Wali Nikah di Indonesia dan Jumhur Ulama

    Berikut adalah urutan wali Nikah Nasab dalam pernikahan dalam susunan yang berurutan yang digunakan oleh KUA dalam menentukan perwalian pernikahan perempuan atau wanita dengan calon suami yang telah ditentukan.

    Urutan atau susunan wali nikah yang berurutan ini dapat dilihat pada PMA nomor 19 tahun 2018 pasal 11 ayat 3 yang terdiri dari 20 angka. Berikut urutannya;

    1. Bapak Kandung;
    2. kakek (bapak dari bapak);
    3. bapak dari kakek (buyut);
    4. saudara laki-laki sebapak seibu;
    5. saudara laki-laki sebapak;
    6. anak laki-laki saudara laki-laki sebapak seibu;
    7. anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak;
    8. paman (saudara laki-laki bapak sebapak seibu);
    9. paman sebapak (saudara laki-laki bapak sebapak);
    10. anak paman sebapak seibu;
    11. anak paman sebapak;
    12. cucu paman sebapak seibu;
    13. cucu paman sebapak;
    14. paman bapak sebapak seibu;
    15. paman bapak sebapak;
    16. anak paman bapak sebapak seibu;
    17. anak paman bapak sebapak;
    18. saudara laki-laki kandung kakek;
    19. saudara laki-laki sebapak kakek;
    20. anak sebapak seibu saudara kandung kakek; dan
    21. anak saudara laki-laki sebapak kakek.

    Sedangkan urutan wali nasab menurut mayoritas ulama adalah sebagai berikut;

    1. Ayah,
    2. Ayahnya ayah (kakek) terus keatas,
    3. Saudara laki-laki seayah seibu,
    4. Saudara laki-laki seayah saja,
    5. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    6. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    7. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    8. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    9. Anak laki-laki no 7
    10. Anak laki-laki no. 8 dan seterusnya,
    11. Saudara laki-laki ayah, seayah seibu,
    12. Saudara laki-laki ayah, seayah saja,
    13. Anak laki-laki no. 11,
    14. Anak laki-laki no. 12,
    15. Anak laki-laki no. 13, dan seterusnya.

    Bisa disingkat bahwa urutan wali nasab sperti ini urutannya:

    1. Ayah seterusnya keatas,
    2. Saudara laki-laki kebawah,
    3. Saudara laki-laki ayah kebawah.

    Demikian informasi tentang urutan wali nikah beserta keterangan yang berkaitan dengan wali. Semoga menambah wawasan dalam pengetahuan nikah maupun wali nikah.
    Salam apa saja dah.

    1857total visits,1visits today

    loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *