Surat Keterangan belum menikah Ke luar Negeri

nikahdikua.com – informasi tentang surat keterangan belum menikah dari Kantor Urusan Agama sebagai salah satu syarat dalam mengurus pernikahan di luar negeri menyesuaikan dengan permintaan dan ketentuan dari Kemendagri atau Kedutaan supaya calon pengantin tidak bolak balik mengurus tentang surat keterangan.

Selain mengenai surat keterangan belum menikah yang dipergunakan dalam pelaksanaan perkawinan di luar negeri juga diperlukan adanya spesimen TANDA TANGAN DAN PARAF KEPALA KANTOR URUSAN AGAMA Kecamatan tempat surat dikeluarkan dan juga contoh stempelnya.

Baca;
*
Aturan Pencatatan Pernikahan Luar Negeri pada KUA
*
Mengenal Buku Nikah Negara Indonesia
*
Mahar Mas Kawin dalam Pernikahan

Teks Surat Keterangan belum menikah Ke luar Negeri

Berikut adalah bunyi dari surat keterangan dimaksud.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan … Kabupaten …, berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 pasal 56 ayat (1) dan KMA RI nomor 2982003 SKB Menteri Agama Republik Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 589/1999 dan nomor 1282/OT/x/99/01 tahun 1999 telah datang ke kantor kami seorang perempuan

Nama :
Jenis Kelamin :
Tempat dan Tanggal Lahir :
Warganegara :
Agama :
Pekerjaan :
Tempat Tinggal :
Status perkawinan :

Menurut pemeriksaan sementara sesuai dengan wewenang kami, yang di dasarkan atas persyaratan perkawinan yang ditentukan oleh hukum dan diperkuat dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta formulir yang telah kami terima menerangkan bahwa yang bersangkutan tidak terikat dalam perkawinan dan karenanya tidak ada halangan hukum untuk melaksanakan perkawinan.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya

Kota, Tanggal
Kepala,
Nama Kepala KUA
NIP Kepala KUA

Spesimen tanda tangan dan paraf Kepala KUA

pemeriksaan berkas dokumen pernikahan

Selain format surat yang sudah baku, terdapat pula permintaan spesimen tanda tangan serta paraf pejabat yang mengeluarkan dalam hal ini adalah Kepala Kantor Urusan Agama.

Adapun dalam kolom spesimen yang harus diisi yaitu;

Nama dan nip Kepala KUA
Jabatan ; diisi Kepala KUA Kec. …… Kab/Kota …..
Paraf : paraf dari Kepala
Tanda Tangan : Tanda Tangan Kepala KUA
Cap/Stempel : Stempel KUA yang berlaku.

Selanjutnya pada kolom kolom dimaksud kemudian diisi sesuai dengan peruntukannya dan jangan lupa memberikan stempel pada kolom cap.

Biaya Mengurus Pernikahan di Luar Negeri

Nah biaya yang saya maksudkan disini yaitu biaya calo atau birojasa mengurus peristiwa pernikahan dengan orang luar dan juga peristiwa ijab kabul serta pencatatan pada luar negeri.

Pada kasus yang saya ketemu yaitu pernikahan antara orang indonesia yang bekerja di china menikah dengan orang situ juga.

Sang wanita bekerja pada salah satu produsen handphone atau ponsel pintar yang cukup terkenal di Indonesia. Bukan sebagai TKW atau pekerja pabrik tapi sebagai asisten pelatihan.

Saat itu saya bertanya kepadanya, apakah mengurus semuanya sendiri? Maksud saya tidak lewat calo gitu (bahasa kerennya adalah biro jasa). Dia menjawab tidak mengurus sendiri.

Berkaca kepada rekan yang sudah duluan mengurus pernikahan melalui calo birojasa nikah luar negeri bahwasanya biaya yang dikeluarkan mencapai 15 juta guna keperluan dari penerjemahan dokumen wara wiri kemendagri maupun kedutaan dan yang lain lain.

Dan orang tadi yang saya tanya mengatakan telah memberi uang muka alias down payment sebesar 5 juta rupiah.

Naga naganya juga akan habisa kisaran sekitar 15 juta rupiah juga.

kisah penghulu dan ijab bedol

Oh iya, ini merupakan kasuistik dimana bisa jadi biaya calo atau biro jasa berbeda karena memang yang namanya sektor swasta bebas menentukan harga.

Tentunya dipengaruhi juga oleh organisasi persatuan, kesepakatan antar birojasa maupun supply and demand.

Download contoh surat keterangan belum kawin dan spesimen tanda tangan paraf

Berikut adalah contoh mengenai surat keterangan belum menikah sebagai salah satu persyaratan pernikahan di luar negeri serta contoh blangko spesimen tanda tangan yang umumnya diterima oleh Kedutaan ataupun Kementerian Luar Negeri dalam administrasi pernikahan campuran.

Selamat mengunduh.

File keterangan durung rabi

File spesimen tanda tangan

Salam kenal

5 Sebab nikah dengan wali Hakim berdasarkan PMA terbaru

Nikahdikua.com – informasi dan keterangan tentang alasan dan sebab suatu pernikahan dilakukan dengan wali hakim (bukan Wali Nasab) berdasarkan pada peraturan menteri Agama Republik Indonesia nomor 19 tahun 2018.

Dalam PMA dimaksud bahwasanya wali bagi pengantin wanita memiliki aturan dan ketentuan yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga terdapatlah hal yang mengatur wali nasab sebagai wali (urutan wali nasab) dan perkawinan dengan wali hakim (dengan sebab tertentu).

Baca;
Biaya Nikah Wali Hakim
Aturan Wali Hakim tidak Bisa Menghadiri Pernikahan
Ketentuan Pernikahan di Indonesia berdasarkan aturan di Indonesia

5 Sebab nikah dengan wali hakim berdasarkan PMA Terbaru no 19 tahun 2019

Dalam hal wali nikah adalah seorang hakim, pastinya disebabkan 1 hal dari 5 alasan dibawah ini jika mengacu kepada PMA dimaksud.

Adapun kelima alasan terjadinya perkawinan dengan wali seorang hakim adalah;

  • Wali nasab habis atau tidak ada;
  • Wali menolak menikahkan calon mempelai (adhal)
  • Wali hilang tidak diketahui rimbanya
  • Wali nasab tidak dapat datang karena dalam penjara
  • Wali nasab semuanya non muslim

Diluar kondisi situasi alasan diatas mestinya pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan wali nasab minimal pasrah atau dengan taukil wali bil kitabah.

Keterangan pelengkap persyaratan nikah dengan wali hakim.

Dari kelima alasan pernikahan diatas dengan wali hakim, diperlukan surat yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai dasar pelaksanaan pernikahannya dengan wali hakim. Adapun lebih jelasnya seperti dibawah ini;

Wali nasab habis atau tidak ada; surat keterangan desa

Wali menolak menikahkan calon mempelai (adhal) ; surat keputusan pengadilan agama.

Wali hilang tidak diketahui rimbanya ; surat pernyataan dari calon pengantin yang diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

Wali nasab tidak dapat datang karena dalam penjara ; bukti surat keterangan dari instansi berwenang (kepala Penjara misalnya).

Wali nasab semuanya non muslim ; surat keterangan desa

Itulah surat yang diperlukan sebagai dasar pelaksanaan acara ijab kabul bagi calon mempelai wanita yang pelaksanaan pernikahan tidak bisa dengan wali nasab.

Dasar Pasal dan Ayat PMA Wali Hakim

duplikat buku nikah
afla

Berikut adalah bunyi teks atau matan aturan tentang pernikahan yang dilaksanakan dengan wali hakim.

Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2018 disebutkan pasal 12 ;

(1) Dalam hal tidak adanya wali nasab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), akad dilaksanakan dengan wali hakim.

(2)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabat oleh Kepala KUA Kecamatan.

(3)Wali hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bertindak sebagai wali apabila:

a. wali nasab tidak ada;
b. walinya adhal;
c. walinya tidak diketahui keberadaannya;
d. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
e.wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

(4) Wali adhal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b ditetapkan oleh pengadilan agama atau Mahkamah Syar’iyah.

(5) Wali tidak diketahui keberadaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c didasarkan atas surat pernyataan dari calon pengantin yang diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

(6) Wali tidak dapat dihadirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d karena yang bersangkutan sedang berada dalam tahanan dengan bukti surat keterangan dari instansi berwenang.

Penutup

Demikian tentang informasi mengenai pernikahan yang mengalami kendala karena wali nasab tidak bisa atau berhalangan untuk menjadi wali dengan alasan yang dibenarkan oleh syara’ dan undang undang yang sah di Indonesia.

Urutan Wali Nikah

    Daftar Isian tulisan pada Postingan ini
  • Dalil Tentang Wali Nikah
  • Macam Macam Wali Nikah
  • Syaratan Wali Nikah
  • Urutan Wali Nikah
  • Nikahdikua.com informasi tentang urutan wali nikah bagi perempuan dalam susunan yang berurutan guna memudahkan siapakah yang berhak untuk menjadi wali bagi wanita pada saat dilakukan akad ijab qabul dalam perkawinan berdasarkan perundangan di Indonesia.

    Walaupun urutan wali nikah yang disusun berurutan ini telah memiliki tingkatan atau urutan tertentu, akan tetapi tetap diperlukan persyaratan dan ketentuan bagi seseorang untuk menjadi wali nikah dalam pernikahan seorang perempuan.

    Baca;
    Ketentuan menikah dengan wali hakim di Indonesia
    Wali Nikah bagi seorang Janda
    Langkah dilakukan jika ayah menolak menjadi wali menikahkan anak

    Dalil Tentang Wali Nikah

    Kenapa harus ada wali nikah dalam perkawinan? Keberadaan atau keharusan adanya wali sebagai syarat dalam nikah merujuk kepada dalil naqli yang diantaranya adalah;

    عن ابى مو سى رضى لله عنه عن نبى صلى عليه و سلم قا ل : لا نكا ح الا بو لى

    Artinya : “ Dari Abu Musa ra. Dari nabi saw. Bersabda : “ tidaklah sah pernikahan tanpa wali

    لا نكا ح ا لا بو لى وشا هد ى عد ل وما كا ن من نكا ح غير ذ لك فهو با طل

    Artinya : tidak sah suatu pernikahn tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil. Dan pernikahan yang mana pun yang tidak demikian adalah batal.

    Itulah yang menjadi dasar kenapa suatu pernikahan harus ada wali pada pihak calon mempelai wanita.

    Macam-macam Wali Nikah

    Dalam perwalian, secara teknis ada beberapa macam wali dalam pernikahan yang pelaksanaan atau hak menjadi wali telah diatur sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam perwalian.

    Adapun wali dalam pernikahan adalah ;

    Pertama, wali nasab ;

    Yang dimaksud dengan wali nasab adalah wali nikah karena ada hubungan nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Mengenai urutan atau susunan dalam perwalian ini para ulama memiliki perbedaan pendapat.

    Wali nasab dibagi menjadi dua, yaitu

    wali aqrab (dekat) dan
    wali ab’ad (jauh).

    Dalam pelaksanaan perwalian perpindahan dari wali dekat kepada wali jauh maka diurutkan sesuai dengan urutannya.Dalam urutan wali aqrab wali no. urut 1, sedang no.2 menjadi wali ab’ad. Jika no. 1 tidak ada, maka no. 2 menjadi wali aqrab, dan no. 3 menjadi wali ab’ad, dan seterusnya.

    Sebab terjadinya pelimpahan wali aqrab kepada wali ab’ad sebagai berikut:

    1. Apabila wali aqrabnya non muslim
    2. Apabila wali aqrabnya fasik
    3. Apabila wali aqrabnya belum dewasa
    4. Apabila wali aqrabnya gila
    5. Apabila wali aqrabnya bisu/tuli.[5]

    Kedua, wali Hakim

    wali hakim dalam pernikahan
    pengantin dengan wali hakim dalam pernikahan (ilustrasi)

    Yang dimaksud dengan wali Hakim yaitu adalah wali nikah dari hakim atau qadi.

    Hal ini berdasarkan Hadits yang artinya: “Maka hakimlah yang bertindak menjadi wali bagi seseorang yang tidak ada walinya.”

    Di Indonesia yang ditunjuk sebagai wali hakim yaitu Kepala Kantor Urusan Agama tempat dilangsungkan pernikahan.

    Dalam aturan perundangan Indonesia, pelaksanaan nikah dengan wali hakim berdasarkan PMA no 19 tahun 2019 karena 5 hal dibawah ini yaitu;

    1. wali nasab tidak ada;
    2. walinya adhal;
    3. walinya tidak diketahui keberadaannya;
    4. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
    5. wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

    Itulah alasan seseorang menikah dengan wali hakim menurut peraturan menteri agama tersebut.

    Dalam pernikahandi Indonesia utamanya pada PMA, salah satu syarat pelaksanaan ijab qabul yaitu adanya wali. Wali ada 2 macam yaitu;

    Wali nasab
    Wali hakim

    Dalam hal wali nasab tidak bisa hadir maka bisa diwakilkan dengan cara ikrar taukil wali bil kitabah. Disini kita tidak akan membahas apa itu ikrar taukil wali bil kitabah.

    Wali Tahkim

    buku nikah

    Yang dimaksud dengan Wali tahkim adalah wali yang diangkat oleh calon suami dan atau calon istri.

    Cara pengangkatan wali tahkim yaitu calon suami mengucapkan tahkim, dengan calon istri dengan kalimat:

    “Saya angkat bapak/saudara untuk menikahkan saya pada si… (calon istri) dengan mahar…dan putusan bapak/saudara saya terima dengan senang.”

    selanjutnya itu calon istri mengucapkan hal yang sama.

    Kemudian calon hakim itu menjawab, “saya terima tahkim ini.”

    Wali tahkim bisa dilakukan dengan ketentuan :

    1. Wali nasab tidak ada,
    2. Wali nasab ghaib, atau bepergian sejauh dua hari perjalanan, serta tidak ada wakilnya disitu.
    3. Tidak ada qadi atau pegawai pencatat nikah, talak, dan rujuk (NTR).

    Wali Maula

    Kalau yang ini sih sepertinya sudah punah alias tidak ada, yang dimaksud dengan wali maula adalah wali yang menikahkan budaknya, artinya majikannya sendiri.

    Laki-laki boleh menikahkan perempuan yang berada dalam perwaliannya bilamana perempuan (hamba sahaya/budaknya) itu rela menerimanya.
    <

    Syarat Wali Nikah

    ada calon yang dianggap lebih baik

    Adapun dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018 bahwasanya persyaratan bagi wali nikah ada 5 yaitu;

    1. laki-laki;
    2. beragama Islam;
    3. baligh;
    4. berakal; dan
    5. adil.

    Urutan Wali Nikah di Indonesia dan Jumhur Ulama

    Berikut adalah urutan wali Nikah Nasab dalam pernikahan dalam susunan yang berurutan yang digunakan oleh KUA dalam menentukan perwalian pernikahan perempuan atau wanita dengan calon suami yang telah ditentukan.

    Urutan atau susunan wali nikah yang berurutan ini dapat dilihat pada PMA nomor 19 tahun 2018 pasal 11 ayat 3 yang terdiri dari 20 angka. Berikut urutannya;

    1. Bapak Kandung;
    2. kakek (bapak dari bapak);
    3. bapak dari kakek (buyut);
    4. saudara laki-laki sebapak seibu;
    5. saudara laki-laki sebapak;
    6. anak laki-laki saudara laki-laki sebapak seibu;
    7. anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak;
    8. paman (saudara laki-laki bapak sebapak seibu);
    9. paman sebapak (saudara laki-laki bapak sebapak);
    10. anak paman sebapak seibu;
    11. anak paman sebapak;
    12. cucu paman sebapak seibu;
    13. cucu paman sebapak;
    14. paman bapak sebapak seibu;
    15. paman bapak sebapak;
    16. anak paman bapak sebapak seibu;
    17. anak paman bapak sebapak;
    18. saudara laki-laki kandung kakek;
    19. saudara laki-laki sebapak kakek;
    20. anak sebapak seibu saudara kandung kakek; dan
    21. anak saudara laki-laki sebapak kakek.

    Sedangkan urutan wali nasab menurut mayoritas ulama adalah sebagai berikut;

    1. Ayah,
    2. Ayahnya ayah (kakek) terus keatas,
    3. Saudara laki-laki seayah seibu,
    4. Saudara laki-laki seayah saja,
    5. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    6. Anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    7. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah seibu,
    8. Anak laki-laki dari anak laki-laki saudara laki-laki seayah,
    9. Anak laki-laki no 7
    10. Anak laki-laki no. 8 dan seterusnya,
    11. Saudara laki-laki ayah, seayah seibu,
    12. Saudara laki-laki ayah, seayah saja,
    13. Anak laki-laki no. 11,
    14. Anak laki-laki no. 12,
    15. Anak laki-laki no. 13, dan seterusnya.

    Bisa disingkat bahwa urutan wali nasab sperti ini urutannya:

    1. Ayah seterusnya keatas,
    2. Saudara laki-laki kebawah,
    3. Saudara laki-laki ayah kebawah.

    Demikian informasi tentang urutan wali nikah beserta keterangan yang berkaitan dengan wali. Semoga menambah wawasan dalam pengetahuan nikah maupun wali nikah.
    Salam apa saja dah.

Mahar Maskawin Pernikahan

Nikahdikua.com – informasi tentang keterangan mahar maskawin dalam Islam di Indonesia.
Dalam hukum Islam, mahar atau maskawin merupakan salah satu syarat sah dalam pernikahan. Begitupun dengan pencatatan perkawinan pada KUA, salah satu syaratnya yaitu maskawin sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 19 tahun 2018.

Dengan begitu bagi mempelai pria yang hendak menikahi pujaan hati baik itu statusnya perawan gadis ataupun janda maka hendaknya mempersiapkan mahar dengan baik yang manfaatnya nanti tidak geragapan pada saat pelaksanaan akad ijab kabul atau minimal pada waktu pemeriksaan calon pengantin di KUA.

Mahar Maskawin Dalam Pernikahan
  • Mas Kawin Pernikahan
  • Maskawin Adalah
  • Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat
  • Harga Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat
  • Maskawin Uang Sesuai Tanggal
  • Maskawin Uang Kertas Koin Unik
  • Mas Kawin Sederhana
  • Beda Maskawin dengan Mahar
  • Beda Mahar dengan Seserahan
  • Mas Kawin Pernikahan

    Merupakan pemberian yang wajib dari calon suami kepada calon mempelai perempuan baik berupa barang (semisal uang, perhiasan emas, pakaian, motor, mobil, seperangkat alat sholat) ataupun jasa (misalnya semua pekerjaan yang mendapatkan upah dan halal seperti; menggembalakan kambing atau sapi dengan masa tertentu, mengajari calon istri hafalan alquran, dan lain semisalnya).

    Dalam buku nikah tercantum pilihan dalam mas kawin yaitu tunai dan terhutang, jadi tidak ada keharusan kewajiban mahar dibayarkan seketika pada saat ijab kabul.

    Mahar bisa dibayarkan belakangan alias terhutang mestinya setelah ada komunikasi dan persetujuan antara kedua belah pihak.

    Walau begitu saya pribadi belum pernah melihat suatu akad nikah yang dilangsungkan dengan maskawin dibayar hutang.

    Menurut para ahli ilmu fiqih, mahar dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu;

    1. Mahar musamma
    2. Mahar mitsil

    Mahar musamma merupakan maskawin yang telah disebutkan serta dijanjikan pada saat akad nikah ijab kabul.

    Sedangkan mahar mitsil yaitu maskawin yang tidak disebutkan kadar jumlah atau berupa apa pada waktu sebelum atau saat pelaksanaan akad nikah perkawinan.

    atau mahar yang diukur berdasarkan maskawin yang pernah diterima oleh pihak keluarga terdekat atau komparasi dengan wanita lain yang sederajat semisal dalam umur, kecantikan, harta, kecerdasan agama, gadis atau janda dan yang lain.

    Akan tetapi umumnya di Indonesia menggunakan maskawin musamma bukan mitsil karena memang mahar maskawin ini tercantum dalam buku nikah yang diterbitkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan atau KJRI yang melaksanakan ijab kabul.

    Maskawin Adalah

    Mahar atau maskawin adalah Mahar merupakan salah satu hak mutlak perempuan (hak istri) akibat terjadinya perkawinan.

    Mahar diberikan oleh pihak calon suami sebagai ungkapan keinginan seorang pria terhadap seorang perempuan, sebagai salah satu tanda kasih sayang seorang calon suami kepada calon istrinya.

    Mahar merupakan suatu simbol penghargaan untuk memuliakan, menghormati, dan simbol keinginan untuk membahagiakan perempuan yang akan menjadi istrinya.

    Pada Kompilasi Hukum Islam, pengertian Maskawin tercantum dalam inpres nomor 1 tahun 1991 tentan KHI pasal I huruf adalah;

    “Mahar adalah pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik dalam bentuk barang, uang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.”

    Kompilasi Hukum Islam Inpres nomor 1 tahun 1991

    Dengan begitu maka maskawin merupakan pemberian wajib dari suami kepada Istri bisa berbentuk barang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.

    Mas kawin seperangkat alat sholat

    Pada masyarakat Indonesia, mahar atau maskawin berupa seperangkat alat sholat menjadi pilihan kebanyakan calon pengantin.

    Bisa dikatakan maskawin dengan seperangkat alat sholat merupakan mahar generik bagi calon pasangan pengantin di Indonesia atau setidaknya yang saya ketahui.

    Selain mahar seperangkat alat sholat, maskawin yang umum diberikan adalah berupa uang atau perhiasan emas.

    Isi maskawin seperangkat alat sholat

    Mahar berupa seperangkat alat sholat merupakan suatu paket yang didalamnya mengandung beberapa item atau barang. Adapun yang umum dimasukkan dalam perangkat alat sholat yaitu;

    Mukena
    Al Qur’an
    Tasbih
    Sajadah

    Itulah barang umum yang menjadi satu kesatuan dalam paket maskawin berupa seperangkat alat sholat.

    Harga Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat

    Bagi kalangan menengah kebawah perihal harga mahar berupa seperangkat alat sholat tentunya mengacu kepada kondisi keuangan dan kemauan.

    Di Mall pun tersedia mahar seperti ini dengan kondisi telah di packing dibingkai dengan rapi.

    Harga umum yang dipajang kisaran harga 100-200 ribu untuk 1 paket mahar.

    Jika pada situs jual beli online, paketan maskawin seperangkat alat sholat yang telah di bungkus rapi berkisar antara 150-250 ribu rupiah.

    Jika anda ingin model dengan cara mencari ngecer satu persatu barang yang ingin anda jadikan mahar maka estimasi harga yang bisa disampaikan yaitu;

    • Mukena kisaran harga Rp. 50.000,- sampai 100.000,-
    • Al Qur’an (yang besar) kisaran harga ; Rp. 50.000,- sampai 75.000,-
    • Tasbih ; kisaran harga Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,-
    • Sajadah ; kisaran harga Rp. 50.000,-

    Itulah estimasi harga mas kawin berupa mahar seperangkat alat sholat per barang.

    Jika calon pengantin pria berkantong tebal, bisa saja membeli peralatan yang mahal diatas rata rata dengan harga yan wow tinggi sekali, sebagaimana disampaikan diatas, terkait harga bersifat fleksibel menyesuaikan isi kantong masing masing.

    Maskawin Uang Sesuai Tanggal

    Untuk memudahkan mengingat tanggal dan jumlah maskawin yang akan diberikan kepada pengantin, biasanya pengantin pria menyiapkan sejumlah mahar yang diatik sedemikian rupa menyesuaikan dengan tanggal bulan tahun pernikahan.

    Secara hukum, KUA tidak menolak maskawin model ini dan pelaksanaan nikah adalah sah menurut hukum Islam dan perundang undangan di negara Indonesia.

    Bahkan beberapa selebriti menggunakan jumlah nominal uang menyesuaikan dengan tanggal pelaksanaan ijab kabul atau pernikahan, misalnya;

    Vicky shu dengan Prabowo Arianto Nugroho Putro ; Uang tunai Rp. 2.392.017 (pernikahan pada hari sabtu tanggal 23-9-2017)

    Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty ; Uang senilai USD 21, 1 real, Rp. 2.012 yang disesuaikan dengan tanggal pernikahan yaitu 21 Januari 2012.

    Stuart Collin dan Risty Tagor ; uang senilai Rp. 19.415,- yang merujuk kepada pernikahan pada tanggal 19 April 2015.

    Maskawin uang kertas koin unik

    Bagi pengantin yang suka dengan hal unik dan tidak biasa, salah satu kreasi dalam pernikahan guna menjadi kenangan sepanjang hayat yaitu mahar yang antik dalam artian tidak seperti pada umumnya baik dalam jumlah atau penataan bentuk mahar.

    Salah satu mahar yang dianggap unik yaitu maskawin berupa uang kertas maupun koin yang ditata sedemikian rupa sehingga menjadi representasi dari mempelai atau pernikahan.

    Adapun bentuk yang dibuat dari bahan uang kertas atau koin ini bisa berupa wajah kedua mempelai, atau penggambaran profesi dari pengantin (semisal pelaut, tentara, perusahaan dan lainnya).

    Tentunya dalam penataan uang kertas ataupun uang koin sebagai mahar diserahkan kepada profesional yang telah terbiasa melakukannya.

    Bisa jadi biaya pembuatan dan penataannya lebih mahal dibandingkan mahar itu sendiri.

    Mas Kawin Sederhana

    Dalam hadist HR. Ahmad (no. 24595). disebutkan bahwa

    إِنَّ أَعْظَمَ النَّكَـاحِ بَرَكَةً أَيَْسَرُهُ مُؤْنَةً.

    “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”

    Dengan begitu bagi yang sengaja memilih maskawin sederhana maka ada kepraktisan berupa kemudahan mencari dan tidak memberatkan pihak mempelai pria.

    Mahar sederhana bisa berupa sejumlah uang yang relatif cukup, misalnya uang tunai Rp. 250 ribu rupiah, atau yang paling lumrah di Indonesia adalah seperangkat alat sholat dengan kisaran harga antara 100 – 200 ribu menyesuaikan dengan barang yang dibeli.

    Beda Maskawin dengan Mahar

    Perbedaan maskawin dengan mahar hanya dalam bahasa saja, kalau merujuk kepada pegawai KUA tetangga saya mengatakan bahwa mahar itu bahasa Arab, sedangkan maskawin adalah bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa.

    Dengan begitu maksudnya adalah tidak ada perbedaan antara mahar dengan maskawin secara esensi.

    Beda Mahar Dengan Seserahan

    Bagaimana kalau maskawin dengan seserahan? Beda atau tidak sih? Kalau ini jelas beda. Jika maskawin wajib dan ada dalilnya, sedangkan seserahan atau serah serahan bukan salah satu syarat nikah di KUA.

    Jika maskawin merupakan pemberian calon suami kepada calon istri, maka seserahan merupakan pemberian dari pihak keluarga pengantin pria kepada keluarga pihak pengantin wanita, itulah garis besar tentang perbedaan mahar dengan seserahan.

    Demikian informasi tentang maskawin, semoga menambah wawasan pengetahuan bagi para calon mempelai baik pria wanita serta orang tua.

    Warna Background Pas Foto Buku Nikah

    nikahdikua.com – Warna Back Ground Pas Foto Buku Nikah.
    informasi keterangan bagi calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan di KUA mengenai warna latar belakang foto nikah yang akan di tempelkan pada buku nikah.

    Dalam aturan pernikahan atau perkawinan utamanya foto ternyata sudah ada ketentuan mengenai warna background latar belakang pas foto buku nikah.

    Baca;
    Jumlah foto untuk nikah di KUA
    Biaya nikah di KUA
    Syarat dan ketentuan menikah di KUA

    Jadi tidak bisa memilih warna sesuai dengan keinginan pribadi. Misalnya, wah saya anaknya dewan dari partai A, jadi warna back ground buku nikah saya merah, atau saya adalah anggota dari satgas ini, pengen latar belakang pas foto berwarna doreng hijau oranye hitam.

    Aturan warna latar belakang foto buku nikah

    Dalam ketentuan warna mengenai background foto pernikahan untuk ditempel pada buku nikah dapat dilihat di Lampiran II Keputusan direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 713 Tahun 2018 tentang Penetapan Formulir dan Laporan pencatatan Perkawinan atau rujuk.

    Dalam hal ini yang tercantum mengenai warna adalah form N2 yaitu Permohonan Kehendak Perkawinan.

    Dalam form tersebut terdapat syarat pengajuan nikah yaitu;

    Surat Pengantar Perkawinan dari desa/Kelurahan
    Persetujuan Calon Mempelai
    Fotocopy KTP
    Fotokopi akte kelahiran
    Paspoto 2×3 3 lembar berlatar belakang warna biru

    Dari aturan dimaksud maka bisa diketahui bahwa warna bacground pasfoto buku nikah adalah biru.

    Bukan merah, putih, pink, hijau, toska, kuning, coklat, jingga, ungu, bahkan warna warni pelangi.

    Warna background buku nikah tahun genap tahun ganjil

    surat dispensasi nikah

    Jika pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) ada perbedaan pada tahun genap (misal tahun 1980 1982 1984 1986, 19888) atau tahun genap yang lain) yaitu warna biru.

    Sedangkan pada tahun kelahiran ganjil (misalnya 1981 1983 1985 1987 1989 atau tahun ganjil lainnya) maka bacground berwarna merah.

    Akan tetapi pada aturan buku nikah ternyata tidak ada perbedaan warna latar belakang foto baik anda lahir pada tahun genap ataupun tahun ganjil, tetaplah warna biru untuk tahun genap maupun ganjil.

    Foto nikah memakai hijab jilbab peci kacamata

    Bagi anda yang menginginkan ridha Allah yang salah satunya menutup aurat termasuk dalam berfoto, sampai saat ini tidak ada larangan bagi yang ingin memakai jilbab untuk foto buku nikah, akan tetapi bagi yang ingin bercadar tidaklah bisa karena tidak tampak wajahnya.

    Pun begitu dengan kacamata, tidak ditemukan keharusan calon pengantin melepas kacamata guna kepentingan pasfoto pada buku nikah.

    Bagaimana jika ingin memakai songkok? Sama kasusnya diatas bahwa peci bisa dipakai dalam persyaratan untuk gambar nikah.

    Bagaimana kalau tidak suka memakai jilbab peci maupun kacamata? Sampau saat ini tidak ada keharusan untuk menggunakan hijab untuk menikah.

    Meski tanpa ada ketentuan mengikat, tetaplah memperhatikan kesopanan dalam pengambilan gambar yaitu memakai kemeja yang layak (tidak memakai kaos atau baju dengan gambar yang warna warni norak) serta rapi dalam foto.

    Bukan hanya itu tapi juga memperhatikan norma kesopanan semisal tertutup area dada alias sekwilda bagi wanita dan pakaian yang longgar tidak tipis, jangan memilih baju slimfit sehingga tumpah ruah kemana dan terterawang area yang hot milik calon pengantin.

    Demikian informasi mengenai ketentuan warna latar belakang foto nikah. Semoga menambah wawasan dalam persiapan pernikahan.

    Biaya Wali Hakim

    Nikahdikua.com – informasi bagi yang bertanya berapa biaya wali hakim nikah di KUA berdasarkan aturan dan ketentuan perundangan yang berlaku serta wawancara dengan petugas Kantor Urusan Agama Kecamatan.

    Banyak masyarakat yang memang kurang informasi tentang Biaya Bayar Wali Hakim atau Biaya Nikah Pakai wali Hakim karena umumnya mereka menikahkan anak tidak saban tahun, apalagi umumnya pengantinnya kebanyakan menikah juga hanya sekali.

    Baca;
    Ketentuan menikah dengan wali hakim menurut aturan di Indonesia
    Aturan Kepala KUA tidak Bisa Hadir menjadi wali Hakim
    Urutan Wali Nasab Berdasarkan Peraturan Menteri Agama

    Selain itu pernikahan dengan wali hakim pada KUA bukan hal yang setiap hari ada, mungkin 1/20 dalam pernikahan bisa lebih banyak atau lebih sedikit.

    Biaya Wali Hakim di KUA

    Secara aturan dalam pencatatan perkawinan atau pernikahan diatur dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018.

    Dalam aturan ini juga terdapat ketentuan tentang pernikahan yang mengharuskan adanya wali bagi calon pengantin perempuan atau wanita.

    Dimuat bahwasanya wali terbagi menjadi 2 yaitu wali nasab dan wali hakim.

    Secara normal jika ada wali nasab yang memenuhi syarat guna menjadi wali maka wali nasab yang mempunyai hak untuk melaksanakan ijab kabul.

    Pada aturan dalam pernikahan tidak ditemukan adanya biaya ataupun pungutan bayaran uang untuk sewa wali hakim ataupun biaya wali hakim di KUA.

    Dengan begitu dapat dikatakan bahwa pernikahan dengan wali hakim secara administrasi tidak diperlukan adanya tambahan biaya karena wali hakim telah disediakan oleh negara secara aturan dengan gratis tanpa uang sewa (minimal sampai dengan saat ini)

    Biaya sewa wali hakim tetap ada, ini alasannya

    wali hakim dalam pernikahan
    pengantin dengan wali hakim dalam pernikahan (ilustrasi)

    Kenyataan di lapangan koq masih ada uang bayar untuk wali hakim? Kenapa bisa terjadi? Katanya gratis tidak ada biaya bayar atau sewa?

    Baiklah, berikut adalah hal yang menyebabkan adanya biaya pada pernikahan yang dilakasanakan dengan wali selain wali nasab, adapun kejadian yang terjadi menjadikan timbulnya biaya dimaksud adalah;

    (1) Calon pengantin tidak mengurus sendiri berkas perkawinan atau pernikahan sehingga calo atau makelar (bisa mantan P3N atau oknum kelurahan maupun orang yang lain terbiasa mengurus administrasi nikah) kepengurusan perkawinan menjadikan alasan pernikahan dengan wali hakim ada biayanya untuk meningkatkan pendapatan ke kantong pribadi.

    (2) Pihak calon pengantin tau beres dalam urusan administrasi, biasanya kalangan yang berlagak dan punya duit atau posisi yang tinggi sehingga berlagak tau beres biapapun biayanya sehingga muncullah biaya untuk wali hakim yang sebenarnya tidak ada dalam aturan.

    (3) Adanya oknum petugas yang bertindak diluar koridor hukum sehingga hal yang sebenarnya gratis menjadi berbayar.

    Bagaimana mensikapi hal ini untuk calon mempelai yang keberatan untuk membayar biaya wali hakim padahal tidak ada aturan?

    Pertama, mintalah kuitansi tanda terima biaya wali hakim yang lengkap dengan tanda tangan dan stempel dari KUA.

    Kedua, lakukan komplain atau keberatan tentang adanya biaya dimaksud ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota tempat KUA berada.

    Kesimpulan

    Pernikahan harus ada wali bagi calon pengantin wanita entah dengan wali nasab atau wali hakim

    Biaya wali hakim atau sewa wali dalam pernikahan adalah tidak ada alias gratis

    Jika keberatan membayar mintalah tanda terima atau kuitansi dari KUA atau berilah pemberitahuan kepada Kantor Kemenag Kabupaten tentang adanya biaya wali hakim.

    Hantaran Pernikahan yang lazim diberikan calon suami

    Nikahdikua.com – informasi tentang hantaran pernikahan yang umum diberikan dari pihak calon mempelai pria kepada calon istri berdasarkan keumuman masyarakat di Indonesia umumnya dan wilayah jawa pada khususnya.

    baca;
    Mahar yang lazim di Indonesia
    Biaya Nikah di KUA
    Syarat mengurus nikah di KUA

    Pengertian Hantaran Pernikahan

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemberian barang hantaran nikah atau uang hantaran adalah barang ataupun uang sebagai pemberian dari pihak laki laki kepada calon mempelai untuk biaya perkawinan.

    dalam istilah lain juga disebut uang jujur, yaitu uang yang diberikan calon pengantin laki laki kepada calon pengantin perempuan. (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), h.1766

    Barang Hantaran yang umum diberikan

    Apa saja sih isi hantaran dalam pernikahan atau pertunangan lamaran? Berikut adalah macam macam benda atau barang hantaran yang lumrah diberikan dari pihak catin pria kepada calon istri pada masyarakat umum awam baik dalam hal strata sosial maupun ekonomi.

    Perlengkapan Ibadah dan Alat Sholat

    Jamak lumrah seserahan hantaran perkawinan adalah seperangkat alat sholat, juga termaksud didalamnya sebagai doa semoga menjadi istri solihah dapat menghantarkan kepada keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dan rajin dalam beribadah serta baik dalam pendidikan anak yang agamis.

    Isi perlengkapan berupa mukena atau rukuh, sajadah, tasbih (ada pula yang kurang sreg dengan tasbih), al Qur’an.

    Perlengkapan mandi

    Tau sendiri perlengkapan untuk membersihkan badan di kamar mandi ini semisal sabun mandi, sampo, kondisioner, sikat gigi, box peralatan mandi, minyak wangi ataupun wewangian, barang untuk perawatan tubuh semisal lotion maupun lain-lain yang berhubungan dengan perawatan jasmani.

    Perhiasan Emas atau logam mulia

    Umumnya berupa emas yang terdiri dari gelang, kalung, cincin, dalam hal ini jumlah gram dan kisaran harga sebaiknya di komunikasikan terlebih dahulu supaya tidak terlalu memberatkan pihak pria dan juga tidak mengecewakan pihak perempuan.

    Pakaian dan kelengkapannya

    Lebih spesifik adalah pakaian dalam mulai dari BH atau kutang maupun celana dalam yang tentunya perlu dipilihkan yang nyaman dan layak patut diberikan sebagai hantaran dalam pernikahan.

    Busana Pesta dan aksesoris

    hantaran perkawinan

    Merupakan pakaian lengkap berupa busana yang patut dipakai kondangan menghadiri pernikahan ataupun pesta. Yang lumrah diberikan yaitu model baju kebaya atau sesuai dengan komunikasi atau otoritas orang tua yang memilihkan.

    Dilengkapi dengan sepatu high heels, jam tangan, tas, kaos kaki, bros dan lain sebagainya.

    Makanan dan Buah buahan

    Pada masyarakat jawa, hantaran berupa makanan khas yang sering keberadaannya pada saat pernikahan, semisal wajik, jadah, apalah namanya. Dan dimasa modern sekarang juga banyak roti maupun kue yang dirasa enak oleh pihak keluarga pengantin pria,

    Bahan pokok mentah

    Gula teh beras ketan syrup sayuran segar adakalanya masih ada yang membawa sebagai salah satu barang yang dijadikan hantaran dalam pernikahan.

    Kain

    Biasanya kain ini dibentuk menyerupai hewan atau bunga yang unik sehingga terkesan artistik, umumnya kain yang dibentuk adalah kain jarik, selimut, sprei, bakal pakaian.

    Hantaran Pernikahan sederhana

    Hantaran pernikahan bukan salah satu syarat wajib sah ijab kabul, hanya merupakan adat budaya yang ada pada masyarakat, akan tetapi menginginkan hantaran sederhana bisa menyiapkan;

    Peralatan sholat, mukena, sajadah,
    Perhiasan emas; cincin beberapa gram
    Pakaian dan aksesoris ; menyesuaikan budget
    Makanan dan buah ; disesuaikan anggaran, misalnya kue dan buah secukupnya tidak terlalu banyak sehingga mubadzir bahan dan keuangan.

    penutup

    Demikian informasi terkait dengan hantaran pernikahan di Indonesia pada umumnya. Tulisan ini tidak bersifat mengikat hanya menyampaikan keumuman yang terjadi pada masyarakat.

    Lha wong misalnya tidak ada hantaran pernikahan pun tidak membatalkan keabsahan pernikahan, Cuma mungkin agak memalukan karena tidak sesuai dengan adat budaya yang beredar pada masyarakat.

    Seserahan pernikahan yang umum diberikan

    Nikah.com – informasi tentang seserahan baik dalam lamaran maupun pada saat akan melangsungkan ijab kabul bagi calon pengantin mempelai yang umum dalam adat istiadat jawa khususnya dan umumnya di wilayah Indonesia.

    baca;
    Maskawin yang umum diberikan calon suami kepada calon istri
    biaya nikah di KUA sesuai aturan dan ketentuan
    cara mengurus pernikahan di KUA

    Pengertian seserahan

    Secara bahasa, seserahan berasal dari asal kata serah yang memiliki arti menyerahkan. Adakalanya juga disebut dengan srah-srahan atau sasrahan.

    Adapun secara istilah atau terminologi, seserahan berarti penyerahan barang berupa peralatan sholat, rumah tangga, perhiasan, pakaian dan yang lainnya dari pihak calon mempelai pria kepada wali pengantin wanita sebelum pelaksanaan akad ijab kabul.

    Seserahan dalam adat Jawa

    Pada budaya pernikahan di Jawa Tengah khususnya Solo Yogyakarta, berikut adalah hal lumrah yang diberikan pada sasrahan dari pihak calon suami kepada calon istri.

    (1) Perlengkapan wajib atau ubarampe wajib semisal panjang ilang, majemukan.

    (2) Kudangan, yaitu memenuhi permintaan orang tua dari pihak calon istri, contohnya relatif luas, bisa kain jarik batik atau apapun permintaan dari wali.

    (3) Pamesing, yaitu pakaian baju perlengkapan yang diperuntukkan bagi kakek nenek pihak calon mempelai wanita, yang paling umum diberikan yaitu kain batik atau jarik, sarung, peci.

    (4) Pelangkah, merupakan barang yang diperuntukkan bagi saudara wanita yang lebih tua dan belum menikah, bisa nego dengan kakak dalam pemberian pelangkah, adat istiadat yang umum hanyalah sebagai syarat budaya saja, barang umum yang diberikan yaitu gunting, jarum, pita, kain atau pakaian lengkap 1 stel dan bisa berupa barang yang lain, tidak ada ketentuan yang baku.

    (5) Perlengkapan yang lain, biasanya diperuntukkan bagi calon istri, umumnya baju sepatu perhiasan uang selimut atau hal favorit yang disukai calon mempelai cewek.

    Hukum Seserahan dalam pernikahan di KUA

    ilustrasi calon mempelai wanita (c) Faizal Riza

    Secara hukum positif di Indonesia, seserahan bukan termasuk syarat dan ketentuan dalam pendaftaran pernikahan.

    Tanpa ada barang sasrahan selama syarat dan kelengkapan pendaftaran pernikahan atau perkawinan pada Kantor Urusan Agama Lengkap serta tidak ada yang menghalangi akad ijab kabul maka pernikahan tetap sah di mata hukum Indonesia.

    Beda maskawin mahar dengan seserahan

    Masih ada calon mempelai yang bingung mengenai maskawin atau mahar yang ditulis pada buku nikah karena sudah ngobrol dengan orang tua perihal seserahan.

    Disini perlu diketahui bahwa maskawin atau mahar merupakan hal yang berbeda dengan seserahan pernikahan.

    Perbedaannya adalah ;

    (1) Mahar merupakan salah satu syarat wajib dalam pernikahan atau perkawinan dalam Islam dan nikah di KUA, sedangkan seserahan bukan merupakan syarat wajib dalam perkawinan baik dalam islam maupun pencatatan secara legal formal hukum Indonesia.

    (2) Makawin atau mahar merupakan pemberian mempelai pria kepada mempelai wanita atau calon istri, sedangkan seserahan umumnya merupakan pemberian dari pihak calon keluarga pria kepada pihak besan (keluarga calon istri) yaitu pemberian kepada orang tua, kakek nenek, kakak yang belum menikah, serta calon istri itu sendiri.

    Demikian informasi tentang seserahan pernikahan dari pria kepada wanita yang umumnya ada di masyarakat, pun begitu ada masyarakat yang mengabaikan seserahan ini karena kondisi ekonomi ataupun mengetahui bukan merupakan salah satu syarat sah dalam pernikahan.

    Mengenal Duplikat Buku Nikah

    nikahdikua.com – Informasi tentang duplikat buku nikah cara mendapatkan dan biaya yang diperlukan untuk mengurusnya serta cek keaslian apakah duplikat buku nikah asli atau palsu.

    Mengenai hal duplikat buku nikah atau adakalanya masyarakat awam menyebut dengan duplikat surat nikah, saat ini dalam mengeluarkan ataupun permohonan penerbitannya telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2018 tentang pencatatan perkawinan

    Baca;
    Permohonan Duplikat Buku nikah karena Rusak
    Mengurus Buku Nikah yang Hilang
    Biaya Nikah di KUA berdasarkan aturan

    Aturan tentang duplikat buku nikah.

    Berikut adalah ketentuan yang mengatur mengenai duplikat buku nikah yang nama resmi dalam PMA dimaksud yaitu duplikat buku pencatatan perkawinan sebaimana tercantum pada PMA no 19 tahun 2018 BAB XIII PENERBITAN DUPLIKAT BUKU PENCATATAN PERKAWINAN dalam pasal Pasal 35.

    (1) Buku Pencatatan Perkawinan yang rusak atau hilang dapat diterbitkan duplikat.

    (2) Duplikat Buku Pencatatan Perkawinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan berdasarkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

    (3) Penerbitan duplikat Buku Pencatatan Perkawinankarena kerusakan didasarkan surat permohonan yang bersangkutan disertai penyerahan Buku Pencatatan Perkawinan asli.

    Dari kesimpulan pasal 33 dan 3 ayat diatas bahwasanya buku nikah dapat diterbitkan karena 2 hal yaitu;

    (1) Hilang

    (2) Rusak

    Penerbitan duplikat buku pencatatan perkawinan dibuat pada KUA yang menerbitkan buku nikah sebelumnya, jadi secara teknis tidak bisa dibuat pada Kantor Urusan Agama yang lain.

    Jika penerbitan duplikat buku nikah karena kehilangan, maka penerbitan dibuat berdasarkan surat keterangan kehilangan dari Polisi
    Jika penerbitan duplikat buku nikah karena rusak maka penerbitan bisa dilaksanakan dengan;

    (1). Menyertakan sisa buku nikah yang ada
    (2). Permohonan penerbitan dari yang bersangkutan

    Contoh Duplikat Buku Nikah

    Dibawah ini adalah contoh cover buku duplikat nikah untuk suami dan istri dengan warna merah marun dan hijau tua yang peruntukannya merah = suami, dan hijau = istri.

    duplikat buku nikah asli
    duplikat buku nikah

    Biaya penerbitan buku duplikat nikah

    Secara aturan, penerbitan duplikat ini tidak dipungut biaya karena tidak ada dasar yang menunjukkan adanya biaya sebagai pengganti penerbitan duplikat dimaksud.

    Di lapangan koq masih ada pungutan biaya? Walah kalo itu sudah diluar koridor pelaksanaan pelayanan yang baik. Mintalah kuitansi tanda terima jika memang terdapat pembayaran guna penerbitan duplikat surat nikah dimaksud kepada petugas yang meminta biaya.

    Duplikat Buku Nikah Asli dan Palsu

    Secara teknis, spesifikasi buku duplikat ini bisa dikatakan sama persis dengan buku nikah, secara kasat mata pegawai KUA bisa membedakan buku itu asli atau palsu.

    Akan tetapi keaslian buku duplikat nikah dipastikan asli jika dikeluarkan oleh KUA yang berwenang berdasarkan akta catatan nikah pada KUA tanpa ada perubahan sedikitpun dari data yang ada.

    Alur mengurus buku duplikat akta nikah

    Bisa jadi beda wilayah beda cara mengurusnya, yang jelas jika buku anda hilang, kalau masih ada fotocopy yang jelas nomor buku nikah silakan datang ke polsek untuk laporan kehilangan, selanjutnya bawalah surat keterangan kehilangan dimaksud guna di proses oleh pihak KUA.

    Jangan lupa membawa foto 2×3 dengan background warna biru sebanyak masing-masing 2-4 lembar (karena bisa jadi beda KUA beda permintaan jumlah fotonya).

    Foto ini nantinya dipasang pada buku duplikat nikah yang baru.

    Jika buku anda rusak, maka bawalah sisa dari buku nikah dimaksud dan siapkan surat permohonan penerbitan buku nikah, diatas ada link atau tautan contoh permohonannya.

    Demikian semoga bermanfaat.