pencatatan-pernikahan-di-Luar-negeri

Aturan Pencatatan pernikahan di Luar Negeri pada KUA

nikahdikua.com – informasi tentang aturan dan tata cara pencatatan pernikahan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dengan WNI ataupun dengan WNI yang pelaksanaannya di Luar Negeri.

Aturan ini tercantum pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2018 pada BAB IX PENCATATAN PERKAWINANDI LUAR NEGERI dalam beberapa pasal. Berikut bunyi aturan dimaksud.

Baca;
Syarat Nikah di KUA bagi Warga Negara Asing WNA
Biaya Nikah Di KUA Bagi WNI WNA
Syarat Nikah Janda Duda Lengkap

Pasal 26

(1) Pencatatan perkawinan antar warga negara Indonesia dan/atau antarwarga negara Indonesia dengan warga negara asing yang dilangsungkan di luar negeri dilakukan di kantor perwakilan Republik Indonesia.

loading...

(2) Pencatatan perkawinansebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pegawai pencatat perkawinan/Penghulu, setelah memenuhi persyaratan:

a. surat pengantar dari lurah/kepala desa;
b. fotokopi kartu tanda penduduk;
c. fotokopi kartu keluarga;
d. fotokopi akta kelahiran;
e. rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan yang dilegalisasi oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah; dan
f. pasfoto berlatar belakang warna biru ukuran 2×3 (dua kali tiga) sebanyak 3 (tiga) lembar.

Pasal 27

(1) Perkawinan warga negara Indonesia dan/atau antarwarga negara Indonesia dengan warga negara asing yang dilaksanakan di luar negeri selain yang diatur dalam Pasal 26 ayat (1) dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan negara setempat.

(2) Bukti perkawinanyang dilakukan di luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan ke kantor perwakilan Republik Indonesia.

Pasal 28

(1) Warga negara Indonesia dan/atau antarwarga negara Indonesia dengan warga negara asing yang melangsungkan perkawinan di kantor perwakilan Republik Indonesia atau di negara lain di luar negeri mendaftarkan bukti perkawinannya di KUA Kecamatan tempat tinggal suami/istri paling lambat 1 (satu) tahun setelah kembali ke tanah air.

(2) Pendaftaran bukti perkawinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan membawa Buku Pencatatan Perkawinan/sertifikat perkawinan yang telah dilegalisasi oleh kepala kantor perwakilan Republik Indonesia.

Pasal 29

Pendaftaran bukti perkawinanyang dilangsungkan di luar negeri dicatat oleh Kepala KUA Kecamatan pada register perkawinan luar negeri.

Kesimpulan Aturan Pencatatan pernikahan di Luar Negeri pada KUA

Dari aturan diatas, beberapa hal yang bisa disimpulkan adalah

Selain diatur pasal 26 maka pernikahan dapat sesuai dengan aturan negara setempat

Bukti perkawinanyang dilakukan di luar negeri dilaporkan ke kantor perwakilan Republik Indonesia.

pendaftaran bukti perkawinan luar negeri di KUA Kecamatan tempat tinggal suami/istri paling lambat 1 (satu) tahun setelah kembali ke tanah air.

Pendaftaran bukti perkawinan di luar negeri dilakukan dengan membawa Buku Pencatatan Perkawinan/sertifikat perkawinan yang telah dilegalisasi oleh kepala kantor perwakilan Republik Indonesia.

Pendaftaran bukti perkawinan di luar negeri dicatat oleh Kepala KUA Kecamatan pada register perkawinan luar negeri.

Form buku register perkawinan luar negeri ini sudah ada buku tersendiri, bagi Kantor Urusan Agama yang ada kejadian pencatatan perkawinan luar negeri dan belum memiliki buku register ini bisa menanyakan kepada Bimas Islam Kabupaten atau Kota.

4363total visits,1visits today

loading...

One thought on “Aturan Pencatatan pernikahan di Luar Negeri pada KUA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *