Ayah menolak menikahkan tidak mau jadi wali nikah alias mogok adhal

syarat nikah
syarat nikah (c) MHOBL

Informasi tentang kasus kejadian peristiwa dimana wali nasab menolak menjadi wali bagi mempelai wanita dalam perkawinan. Wali yang menolak atau tidak setuju menjadi wali pernikahan anak atau cucu maupun siapa yang menjadi perwaliannya di dalam KMA disebut dengan wali mogok atau wali adhal. Hal ini tercantum dalam PMA nomor 19 tahun 2018 pasal 13 ayat (3) huruf b.

Dijelaskan pada pasal diatas bahwasanya Dalam hal tidak adanya wali nasab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), akad dilaksanakan dengan wali hakim.

Baca :

Yang dimaksud dengan wali hakim pada pasal dimaksud yaitu Kepala KUA Kecamatan.

loading...

Ada 5 sebab pelaksanaan perkawinan dilaksanakan dengan wali nikah. Sebabnya yaitu :

  1. wali nasab tidak ada;
  2. walinya adhal;
  3. walinya  tidak diketahui keberadaannya;
  4. walinya tidak dapat dihadirkan karena dalam masa tahanan; atau
  5. wali nasab tidak ada yang beragama Islam.

Pada huruf b, yaitu wali adhal, maka ada keterangan tambahan yang tercantum pada pasal 12 ayat (4) yang berbunyi :

“Wali adhal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b ditetapkan oleh pengadilan agama atau Mahkamah Syar’iyah.”

Dengan begitu ayah atau wali yang menolak menikahkan anak atau perwaliannya bisa dilangsungkan di KUA selama ada ketetapan wali adhal dari PA atau Mahkamah SyariahTipologi Kantor Urusan Agama

Proses pengajuan Permohonan wali adhal

Dikutip dari website Pengadilan Agama Singkawang, langkah pengajuan wali adhal serta syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut :

1.  Surat  penolakan  dari  KUA ditempat   akan  dilangsungkannya  pernikahan  pada kertas ukuran A4.

2. Fotokopi  KTP/Kartu Keluarga Pemohon, pada kertas ukuran A4, dimeterai  6000, lalu di Cap di Kantor Pos.

3. Fotokopi KTP Calon Suami Pemohon, pada kertas ukuran A4, dimeterai  6000, lalu di Cap di Kantor Pos.

4.  Membayar panjar biaya perkara melalui Rekening bank yang ditunjuk pengadilan agama.

5. Surat permohonan    dibuat  rangkap 6, pada kertas  ukuran   A4 yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Agama Setempat.

6. Apabila Pemohon menggunakan Advokat/  Pengacara harus dilampiri:

a. Surat Kuasa Khusus.

b. Fotokopi Berita Acara Penyumpahan.

c. Fotokopi Kartu Anggota Advokat/Pengacara yang masih berlaku.

d. Menyerahkan  Soft copy surat permohonan.

7. Apabila  Pemohon  menggunakan  Kuasa lnsidentil  harus menyertakan  surat  izin dari Ketua Pengadilan Setempat.

8. Semua bukti  surat difotokopi   menggunakan kertas ukuran A4, untuk  keperluan pembuktian  di persidangan semua bukti  surat harus difotokopi  dan dimeterai 6000,- lalu di Cap di Kantor Pos

Tentunya ukuran kertas maupun lokasi pembayaran disesuaikan dengan tempat sidang penetapan.surat dispensasi nikah

Mengurus Berkas Penolakan Pernikahan karena wali mogok di KUA

Calon pengantin mendatangi Kantor Urusan Agama tempat perkawinan akan dilangsungkan dengan membawa syarat pernikahan lengkap (N1-N4 ktp dan syarat lainnya).

Membawa salah satu dari surat ini (mana nanti yang di pakai oleh KUA setempat)

  1. Surat Pernyataan dari catin bahwa wali nikah mogok (diketahui Kepala Desa/Lurah dengan tanda tangan 2 orang saksi)
  2. Surat Keterangan dari desa atau kelurahan bahwasanya wali nikah calon pengantin menolak menikahkan atau mogok atau adhal)

Selanjutnya dari KUA akan diberikan surat penolakan nikah berbentuk N8 N9 yang nantinya dibawa ke Pengadilan sebagai salah satu syarat pengajuan permohonan nikah dengan wali hakim karena wali mogok atau wali adhal.

Demikian. Selamat bobo.PMA tentang pendaftaran kehendak nikah

4423total visits,1visits today

2 Komentar

    • Yg atas orang Wonosobo, foto yg tengah anak Malaysia. Yang paling bawah mahasiswi IAIN Surakarta asal Pacitan. Mau yang mana?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*