Beda Syarat Daftar Nikah PMA Baru dengan yang Lama

PMA 19 tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan

nikahdikua.com – Beda Syarat Pendaftaran nikah PMA lama dan Baru. Dengan adanya Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 19 tahun 2018 tentang pencatatan Perkawinan maka Peraturan Menteri Agama yang Lama yaitu PMA nomor 11 tahun 2007 tentang pencatatan Nikah sudah tidak belaku lagi.

Hal ini tertuang dalam pertimbangan bahwa adanya PMA yang baru bahwa diperlukan guna tertib administrasi, transparansi, dan kepastian hukum dalam pelaksanaan perkawinan bagi umat Islam.

Selain itu, PMA no 11 tahun 2007 dianggap sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan demikian maka diterbitkanlah aturan yang baru sebagai penyempurnaan aturan yang lama.

Baca :

loading...

Salah satu perubahan dalam PMA baru yaitu tentang syarat pendaftaran Kehendak nikah. Dimana ada beberapa item yang masih dipertahankan alias sama dan beberapa hal yang dihilangkan, kemudian ada penambahan syarat.

Untuk lebih memahami perubahan, akan disampaikan syarat pendaftaran dengan aturan yang lama serta baru dan informasi persamaan serta perbedaannya.

Berikut aturan yang lama

Syarat pendaftaran PMA nomor 11 tahun 2007

PMA Pendaftaran Kehendak NikahBerikut adalah syarat yang termuat dalam PMA dimaksud

Pada PMA ini, dalam BAB III-V tentang Pemberitahuan Kehendak Nikah,

PEMBERITAHUAN KEHENDAK NIKAH

Pasal 5 
1. Pemberitahuan kehendak menikah disampaikan kepada PPN, di wilayah kecamatan tempat tinggal calon isteri.
2. Pemberitahuan kehendak nikah dilakukan secara tertulis dengan mengisi Formulir Pemberitahuan dan dilengkapi persyaratan sebagai berikut:
a. Surat keterangan untuk nikah dari kepala desa/lurah atau nama lainnya;
b. Kutipan akta kelahiran atau surat kenal lahir, atau surat keterangan asal usul calon mempelai dari kepala desa/lurah atau nama lainnya;
c. Persetujuan kedua calon mempelai;
d. Surat keterangan tentang orang tua (ibu dan ayah) dari kepala desa/pejabat setingkat;
e. Izin tertulis orang tua atau wali bagi calon mempelai belum mencapai usia 21 tahun;
f. Izin dari pengadilan, dalam hal kedua orang tua atau walinya sebagaimana dimaksud huruf e di
atas tidak ada;
g. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai umur 19 tahun dan bagi calon
isteri yang belum mencapai umur 16 tahun;
h. Surat izin dari atasannya/kesatuannya jika calon mempelai anggota TNI/POLRI;
i. Putusan pengadilan berupa izin bagi suami yang hendak beristeri lebih dari seorang;
j. kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
k.  Akta kematian atau surat keterangan kematian suami/isteri dibuat oleh kepala desa/lurah atau
pejabat setingkat bagi janda/duda;
l. Izin untuk menikah dari kedutaan/kantor perwakilan negara bagi warga negara asing.
3. Dalam hal kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf j rusak, tidak terbaca atau hilang, maka harus diganti dengan duplikat yang dikeluarkan
oleh Kepala KUA yang bersangkutan.
4. Dalam hal izin kawin sebagaimana dimaksud pda ayat(1) huruf berbahasa asing, harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penterjemah Resmi.

BAB IV

PERSETUJUAN DAN DISPENSASI USIA NIKAH

Pasal 6

Pernikahan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Pasal 7

Apabila seseorang calon mempelai belum mencapai umur 21 (dua puluh satu)tahun, harus mendapat
izin tertulis kedua orang tua.

Pasal 8

Apabila seorang calon suami belum mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan seorang calon isteri
belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun, harus mendapat dispensasi dari pengadilan.
Itulah syarat pendaftaranpada PMA yang lama

Syarat Pendaftaran Nikah PMA no 19 tahun 2018

BAB II

PENDAFTARAN KEHENDAK PERKAWINAN

Bagian Kesatu

Permohonan

Pasal 3

(1) Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan di KUA Kecamatan tempat akad dilaksanakan.

(2) Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum dilaksanakan perkawinan.

(3) Dalam hal pendaftaran kehendak perkawinandilakukan kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, calon pengantin harus mendapat surat dispensasi dari camat tempat akad dilaksanakan.

Bagian Kedua

Persyaratan Administratif

Pasal 4

Pendaftaran kehendak perkawinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan secara tertulis dengan mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan:

a. surat pengantar perkawinan dari kelurahan tempat tinggal calon pengantin;
b. fotokopi akte kelahiran;
c. fotokopi kartu tanda penduduk;
d. fotokopi kartu keluarga;
e. surat rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan setempat bagi calon pengantin yang menikah di luar wilayah kecamatan tempat tinggalnya;
f. persetujuan kedua calon pengantin;
g. izin tertulis orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun;
h. izin dari wali yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah, dalam hal kedua orang tuaatau wali sebagaimana dimaksud dalam huruf  g meninggal dunia atau dalam keadaaan tidak mampu;
i. izin dari pengadilan, dalam hal orang tua, wali, dan pengampu tidak ada;
j. dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan bagi calon istri yang belum mencapai umur 16 (enam belas) tahun;
k. surat izin dari atasannya/kesatuannya jika calon mempelai anggota tentara nasional Indonesia/kepolisian Republik Indonesia;
l. penetapan izin poligami dari pengadilan agama bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
m. akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama; dan
n. akta kematian atau surat keterangan kematian suami/istri dibuat oleh lurah/kepala desa atau pejabat setingkat bagi janda/duda ditinggal mati.

Demikian syarat menurut PMA yang baru.

Persamaan PMA lama dan baru

 

Walaupun ada perubahan, tetap ada beberapa syarat yang sama. Adapun syarat yang tidak berubah adalah :

  • 1.  Pendaftaran dilakukan di lokasi ijab kabul/pernikahan
  • 2. Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum dilaksanakan perkawinan
  • N1-N4 dan N yang lainnya tidak ada perubahan
  • Izin wali bagi catin belum mencapai umur 21 (N5)
  • Izin pengadilan bagi catin umur dibawah 21 yang tidak punya wali atau pengampu
  • Aturan dispensasi nikah
  • Izin dari atasan kesatuan bagi TNI Polri
  • Putusan Pengadilan bagi yang poligami
  • Kutipan akta talak bagi yang menikah sebelum berlaku UU no 7 tahun 1989

Perbedaan dalam syarat nikah yang baru

  • Fotocopy akte kelahiran
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Surat Rekomendasi Perkawinan daro KUA domisili bagi pengantin yang menikah diluar kecamatan

Sedangkan hal lain yang perlu disimak yaitu adanya penggantian kata nikah menjadi kawin. dimana pada PMA lama tertulis tentang pencatatan nikah, sedangkan pada PMA yang baru menggunakan kata Pencatatan Perkawinan.

PMA tentang pendaftaran kehendak nikahDengan demikian ada 4 item tambahan sebagai syarat pendaftaran perkawinan. Selamat memproses pernikahan sesuai dengan PMA terbaru.

3262total visits,2visits today

1 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Ganti Buku nikah yang rusak dengan duplikat harus ada surat permohonan - nikah di KUA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*