Tipologi KUA A B C D1 D2

Dalam PMA Nomor 19 tahun 2018 tentang PENCATATAN PERKAWINAN, yang dimaksud dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan adalah unit pelaksana teknis pada direktorat jenderal bimbingan masyarakat Islam.

Dalam pelaksanaannya. KUA ini dibagi menjadi lima tipologi yaitu :

  1. Tipologi A
  2. Tipologi B
  3. Tipologi C
  4. Tipologi D1
  5. Tipologi D2

Baca :

Adapun pembagian tipologi Kantor Urusan Agama berdasarkan pada dua hal yaitu :

  1. Jumlah Peristiwa nikah pada suatu kecamatan
  2. Letak Geografis.
loading...

Tipologi Kantor Urusan Agama

Penentuan Tipologi KUA

Yang berhak melakukan Penetapan suatu Tipologi dari Kantor Urusan Agama adalah Kepala Kantor Wilayah Provinsi. Adapun dalam penetapannya mengacu ketentuan sebagai berikut :

  1. Tipologi A adalah Kantor Urusan Agama yang jumlah peristiwa nikahnya di atas 100 peristiwa dihitung rata-rata perbulan.
  2. Tipologi B adalah Kantor Urusan Agama yang jumlah peristiwa nikahnya antara 50 s.d. 100 peristiwa rata-rata per bulan.
  3. Tipologi C adalah Kantor Urusan Agama yang peristiwa nikahnya di bawah 50 peristiwa rata-rata per bulan.
  4. Tipologi D1 adalah Kantor Urusan Agama yang secara geografis berada pada daerah terdalam, terluar, dan daerah perbatasan di daratan.
  5. Tipologi D2 adalah Kantor Urusan Agama yang secara geografis berada pada daerah terdalam, terluar, dan daerah perbatasan di kepulauan.
uang transport penghulu

Perubahan Tipologi KUA

Karena sebab tertentu, suatu Kantor Urusan Agama bisa berubah tipologinya, misalnya dari tipologi A menjadi B atau dari Tipologi C ke B. Dalam hal ini terjadi karena adanya perubahan jumlah peristiwa nikah pada suatu wilayah karena pemekaran atau faktor yang lain.

Jika karena suatu sebab (dalam hal ini bilangan peristiwa nikah) yang menjadikan adanya perubahan tipologi, maka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota wajib melakukan pemberitahuan secara tertulis kepada Dirjen Bimas Islam melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah dengan tembusan kepada Kakanwil.

Penetapan Tipologi KUA

Penetapan tipologi suatu KUA dilakukan pada awal tahun Masehi.

Fungsi Pembagian Tipologi KUA

Salah satu fungsi dari pembagian KUA menjadi 5 tipologi adalah jasa profesi bagi para penghulu. Dimana dalam KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM NOMOR DJ.III/ 600 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK ATAS BIAYA NIKAH ATAU RUJUK DI LUAR KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN ditulis secara terperinci terkait jaspro dan uang transport yang diperoleh penghulu atau kepala KUA berdasarkan tipologi KUA. Perinciannya @nikah sebagai berikut :

Jasa Profesi Penghulu berdasarkan Tipologi KUA

  • Tipologi A, Rp125,000,00 (seratus dua puluh lima ribu rupiah).
  • Tipologi B, Rp150,000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).
  • Tipologi C, Rp 175,000,00 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah).
  • Tipologi D1, Rp400,000,00 (empat ratus ribu rupiah).
  • Tipologi D2, Rp400,000,00 (empat ratus ribu rupiah).

Uang Transport  penghulu berdasarkan tipologi KUA

gagal menikah karena jarak yang jauh
jarak yang jauh

Transport petugas Tipologi A,B, dan C diberikan per peristiwa maksimal sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah), Jika biaya transport tipologi C lebih dari Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) dapat dibayarkan dengan melampirkan bukti pengeluaran riil yang dapat dipertanggungjawabkan

Transport petugas KUA tipologi D1 dihitung berdasarkan pengeluaran riil yang dapat dibuktikan dengan bukti pengeluaran berupa tiket perjalanan atau kuitansi transportasi maksimum Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),

Transport (tipologi D2) dihitung berdasarkan pengeluaran riil yang dapat dibuktikan dengan bukti pengeluaran berupa tiket perjalanan atau kuitansi transportasi maksimum Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah),

Demikian semoga menambah wawasan.

Salam ngijabpi

303total visits,1visits today

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*