Cara Penarikan Biaya Nikah di KUA karena Batal Kawin

penarikan biaya pernikahan

nikahdikua.com – Informasi tata cara penarikan uang Rp. 600.000,- yang terlanjur dibayarkan oleh pihak yang berkehendak kawin. Penarikan terjadi karena adanya pembatalan perkawinan. Adapun alasan pembatalan umumnya karena pelaksanaan pernikahan yang ditunda dengan waktu yang belum ditentukan, atau batal disebabkan adanya permasalahan secara administrasi ataupun ditemukan ketidakcocokan calon mempelai.

Penarikan Biaya Nikah Karena Pembatalan Perkawinan

Berikut adalah syarat dan cara penarikan dana nikah yang terlanjur dibayarkan ke perbendaharaan negara berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM NOMOR DJ.III/ 600 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK ATAS BIAYA NIKAH ATAU RUJUK DI LUAR KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN

Adapun hal yang perlu dipersiapkan adalah :
  1. Surat permohonan (ada contohnya)
  2. Materai 6.000,- satu lembar
  3. Fotocopy N7
  4. FC Bukti Transfer
  5. FC KTP Calon mempelai
  6. FC Buku Tabungan salah satu catin
  7. Nomor kontak handphone yang aktif

tarik uang batal nikahBaca :

Setelah semua diatas telah siap, maka hal-hal yang perlu dicermati adalah legalisir dari surat atau dokumen diatas.
Selanjutnya dalam SK Dirjen Bimis disebutkan aturan dan tatacaranya sebagai berikut :
Dalam hal Calon Pengantin batal nikah maka Calon Pengantin dapat mengajukan pengembalian dana yang sudah disetorkan kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:
  1. surat permohonan pengembalian setoran yang ditandatangani diatas materai : (Download Contoh)
  2. fotokopi bukti pendaftaran nikah model N7 yang dilegalisir oleh Kepala Kantor Urusan Agama,
  3. fotokopi Bukti Penerimaan Negara (BPN)/Bukti Transfer yang dilegalisasi oleh  bank penerima setoran, kuitansi tanda terima yang dilegalisasi oleh Kantor Urusan Agama,
  4. fotokopi KTP calon pengantin,
  5. fotokopi buku rekening tabungan salah satu Calon Pengantin, dan
  6. nomor telepon yang dapat dihubungi

Jika dilihat pengajuannya, maka penarikan dana ini hal yang paling masuk akal adalah dilakukan pengajuan permohonan penarikan secara via pos. Karena jika pengajuan dilakukan secara langsung datang ke lokasi di jakarta maka antara dana yang ditarik dengan biaya operasional untuk mengambil dana tidaklah sepadan.

loading...

Demikian semoga menambah wawasan kita.

Salam ngijabpi.

280total visits,2visits today

1 Trackback / Pingback

  1. Beda Syarat Daftar Nikah PMA Baru dengan yang Lama - nikah di KUA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*