Sekarang Daftar Nikah harus ada surat rekomendasi Perkawinan dari KUA, ini dasarnya

surat rekomendasi perkawinan

Sekarang Daftar Nikah harus ada surat rekomendasi Perkawinan dari KUA, ini dasarnya
Bagi petugas KUA ataupun Pegawai Kantor Urusan Agama di Lingkungan Kementerian Agama, menangani tugas menerima pendaftaran perkawinan merupakan pekerjaan rutin yang hampir selalu ada setiap hari.

Dalam pendaftaran nikah bagi calon mempelai telah diatur tentang syarat dan ketentuan serta kelengkapan administrasi yang harus ada. Dasar hukum yang dipergunakan adalah Peraturan Menteri Agama atau yang biasa disingkat dengan PMA. dan yang menjadi fokus utama tulisan ini adalah adanya keharusan rekomendasi perkawinan dari KUA bagi calon pengantin yang berasal dari luar kecamatan tempat akad nikah dilangsungkan.surat rekomendasi nikah

baca :

syarat daftar kawin di KUA PMA yang lama

Pada PMA sebelumnya atau Peraturan Menteri Agama nomor 11 tahun 2007 tentang pencatatan nikah, yang ditandatangani oleh Muhammad M.Basyuni pada tanggal 25 Juni 2007, ada syarat umum dan syarat tertentu dalam mendaftarkan pernikahan. Beriku syarat dalam PMA dimaksud :

  1. Surat keterangan untuk nikah dari kepala desa/lurah atau nama lainnya;
  2. Kutipan akta kelahiran atau surat kenal lahir, atau surat keterangan asal usul calon mempelai dari
    kepala desa/lurah atau nama lainnya;
  3. Persetujuan kedua calon mempelai;
  4. Surat keterangan tentang orang tua (ibu dan ayah) dari kepala desa/pejabat setingkat;
  5. Izin tertulis orang tua atau wali bagi calon mempelai belum mencapai usia 21 tahun;
  6. Izin dari pengadilan, dalam hal kedua orang tua atau walinya sebagaimana dimaksud huruf e di
    atas tidak ada;
  7. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai umur 19 tahun dan bagi calon
    isteri yang belum mencapai umur 16 tahun;
  8. Surat izin dari atasannya/kesatuannya jika calon mempelai anggota TNI/POLRI;
  9. Putusan pengadilan berupa izin bagi suami yang hendak beristeri lebih dari seorang;
  10. kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi
    sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
  11. Akta kematian atau surat keterangan kematian suami/isteri dibuat oleh kepala desa/lurah atau
    pejabat setingkat bagi janda/duda;
  12. Izin untuk menikah dari kedutaan/kantor perwakilan negara bagi warga negara asing.

Aturan pendaftaran Kehendak nikah PMA 19 tahun 2018 dengan ketentuan surat rekomendasi perkawinan

loading...

aturan rekomendasi perkawinanAkan tetapi syarat diatas tidak berlaku lagi kemudian diganti dengan aturan baru melalui PMA nomor 19 tahun 2018 dimana syarat administrasi yaitu :

  1. surat pengantar perkawinan dari kelurahan tempat tinggal calon pengantin;
  2. fotokopi akte kelahiran;
  3. fotokopi kartu tanda penduduk;
  4. fotokopi kartu keluarga;
  5. surat rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan setempat bagi calon pengantin yang menikah di luar wilayah kecamatan tempat tinggalnya;
  6. persetujuan kedua calon pengantin;
  7. izin tertulis orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun;
  8. izin dari wali yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah, dalam hal kedua orang tua atau wali sebagaimana dimaksud dalam huruf g meninggal dunia atau dalam keadaaan tidak mampu;
  9. izin dari pengadilan, dalam hal orang tua, wali, dan pengampu tidak ada;
  10. dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan bagi calon istri yang belum mencapai umur 16 (enam belas) tahun;
  11. surat izin dari atasannya/kesatuannya jika calon mempelai anggota tentara nasional Indonesia/kepolisian Republik Indonesia;
  12. penetapan izin poligami dari pengadilan agama bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  13. akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama; dan
  14. akta kematian atau surat keterangan kematian suami/istri dibuat oleh lurah/kepala desa atau pejabat setingkat bagi janda/duda ditinggal mati.

Surat Rekomendasi perkawinan wajib ada untuk calon pengantin dari luar kecamatan

syarat nikah rekomendasi perkawinanJika diperhatikan pada PMA terbaru yang menggantikan PMA sebelumnya, pada BAB II pendaftaran kehendak nikah bagian II syarat administratif, pasal 4 huruf e, disebutkan bahwa termasuk syarat administrasi pendaftaran kehendak nikah jika calon pengantin berasal dari luar kecamatan maka harus ada surat rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan tempat calon mempelai tinggal.

Dengan adanya peraturan yang baru ini otomatis para PNS atau ASN KUA tidak akan menerima lagi surat keterangan (yang biasanya berasal dari KUA wilayah Jawa Timur) yang menyatakan bahwa surat rekomendasi bukan lagi termasuk syarat untuk daftar nikah.

dan tentunya berkas pendaftaran nikah dari calon mempelai yang berasal dari luar kecamatan akan dikembalikan atau tidak diterima selama belum ada surat rekomendasi perkawinan dari KUA tempat catin berdomisili sesuai dengan KTP yang dimiliki.

Selamat membuka aturan.

3229total visits,1visits today

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*