Tahapan Pencatatan Perkawinan di KUA

tahapan pencatatan perkawinan
nikahdikua.com – Tahapan Pencatatan Perkawinan. Dalam PMA terbaru yang menggantikan Peraturan Menteri Agama Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah disebutkan tentang langkah – langkah dalam kegiatan pencatatan perkawinan.
Adapun langkah dalam pencatatan perkawinan di Indonesia adalah sebagai berikut :

Pencatatan Perkawinan dalam Akta Perkawinan

Pencatatan perkawinan dalam Akta Perkawinan  dilaksanakan melalui tahapan:

  1. pendaftaran kehendak perkawinan;
  2. pengumuman kehendak perkawinan;
  3. pelaksanaan pencatatan perkawinan; dan
  4. penyerahan Buku Pencatatan Perkawinan.
Baca 
Untuk penjelasan tentang empat hal diatas bisa disimak sebagaimana tulisan dibawah ini.

Pendaftaran kehendak perkawinan;

pemberitahuan kehendak nikahPada Bab II pasal 3 di PMA terbaru mengenai perkawinan, peraturan tentang pendaftaran pernikahan adalah sebagai berikut :
  1. Pendaftaran dilakukan di KUA Kecamatan tempat akad dilaksanakan.
  2. Pendaftaran paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum pernikahan dilangsungkan.
  3. Jika pendaftaran kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, calon pengantin harus mendapat surat dispensasi dari camat tempat akad dilaksanakan.

Syarat Kelengkapan Administrasi dan Dokumen

pemeriksaan calon pengantin
pemeriksaan calon pengantin (c) Faizal Riza

Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan secara tertulis dengan mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan :

  • surat pengantar perkawinan dari kelurahan tempat tinggal calon pengantin;
  • fotokopi akte kelahiran;
  • fotokopi kartu tanda penduduk;
  • fotokopi kartu keluarga;
  • surat rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan setempat bagi calon pengantin yang menikah di luar wilayah kecamatan tempat tinggalnya;
  • persetujuan kedua calon pengantin;
  • izin tertulis orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun;
  • izin dari wali yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah, dalam hal kedua orang tuaatau wali sebagaimana dimaksud dalam huruf  gmeninggal dunia atau dalam keadaaan tidak mampu;
  • izin dari pengadilan, dalam hal orang tua, wali, dan pengampu tidak ada;
  • dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan bagi calon istri yang belum mencapai umur 16 (enam belas) tahun;
  • surat izin dari atasannya/kesatuannya jika calon mempelai anggota tentara nasional Indonesia/kepolisian Republik Indonesia;
  • penetapan izin poligami dari pengadilan agama bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  • akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama; dan
  • akta kematian atau surat keterangan kematian suami/istri dibuat oleh lurah/kepala desa atau pejabat setingkat bagi janda/duda ditinggal mati.
itulah syarat kelengkapan dalam kehendak nikah yang harus dipenuhi oleh pihak yang akan melangsungkan pernikahan.

pengumuman kehendak perkawinan;

syarat nikah
syarat nikah (c) MHOBL

tentang ketentuan pengumuman pernikahan seseorang oleh pihak Kantor Urusan Agama, berikut ketentuan yang ada :

  1. Jika syarat dan ketentuan terpenuhi sesuai aturan, Kepala KUA Kecamatan atau Penghulu mengumumkan kehendak perkawinan.
  2. Pengumuman dibuat pada tempat tertentu di KUA Kecamatan atau media lain yang dapat diakses oleh masyarakat.
  3. Pengumuman dilakukan selama 10 (sepuluh) hari kerja sejak pendaftaran perkawinan.
  4. Jika akad nikah dilaksanakan kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja sejak pendaftaran perkawinan, pengumuman dilakukan setelah mendapat surat dispensasi dari camat di wilayah akad dilaksanakan.

PELAKSANAAN PENCATATAN PERKAWINAN

Aturan tentang pencatatan nikah ini termaktub dalam Pasal  8 yang terdiri dari 2 ayat. Adapun dua hal tersebut adalah :

  1. Pencatatan perkawinandilakukan setelah akad dilaksanakan.
  2. Akad dilaksanakan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penyerahan Buku Nikah

Selesai pencatatan nikah selanjutnya dokumen tentang keabsahan pernikahan dimaksud diserahkan kepada pasangan suami istri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *