Rukun dan Syarat Nikah

syarat nikah

nikahdikua.com – Informasi tentang rukun dan syarat nikah diambilkan dari buku Pedoman Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Proyek Peningkatan Tenaga Keagamaan Dirjen Bimas Islam & Penyelenggara Haji Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) tahun 2004.

Baca :

Setiap perbuatan hukum harus memenuhi dua buah unsur yaitu :

  1. Rukun
  2. Syarat

Pengertian rukun dan syarat

ilustrasi calon mempelai wanita (c) Faizal Riza

Rukun adalah pokok (tiang) dalam setiap perbuatan hukum.
Syarat adalah unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum.
Apabila kedua unsur ini tidak dipenuhi maka perbuatan itu dianggap tidak sah menurut hukum.
Demikian pula untuk sahnya suatu pernikahan, harus dipenuhi rukun dan syarat.

Rukun Nikah

Ada 5 (lima) rukun dalam nikah yaitu :

  1. Calon mempelai laki-laki dan perempuan.
  2. Wali dari calon mempelai perempuan.
  3. Dua orang saksi (laki-laki)
  4. Ijab dari wali calon mempelai perempuan atau yang mewakili
  5. Kabul dari calon mempelai laki-laki atau yang mewakili.

Syarat Nikah

Ada beberapa syarat dalam pernikahan yang dirinci sebagai berikut :

Syarat nikah menurut syariat

Syarat untuk calon pengantin pria adalah sebagai berikut :

ada calon yang dianggap lebih baik
ada calon yang dianggap lebih baik
  • Beragama Islam.
  • Terang pria nya (bukan banci).
  • Tidak dipaksa.
  • Tidak beristri empat orang.
  • Bukan mahram calon istri.
  • Tidak mempunyai istri yang haram dimadu dengan calon istri.
  • Mengetahui calon istri tidak haram dinikahi oleh calon pengantin pria.
  • Tidak sedang dalam ihram haji ataupun umrah.

Syarat calon pengantin perempuan adalah sebagai berikut :

rukun nikah
rukun nikah (c) MHOBL
  • Beragama Islam
  • Terang wanitanya (bukan banci)
  • Telah memberi izin kepada wali untuk menikahkannya.
  • Tidak bersuami dan tidak dalam masa iddah.
  • Bukan mahram calon suami.
  • Belum pernah di sumpah li’an oleh calon suami.
  • Terang orangnya.
  • Tidak sedang dalam ihram haji atau umrah.

Syarat – Syarat Wali nikah

  • Beragama Islam
  • Baligh
  • Berakal
  • Tidak dipaksa
  • Terang lelakinya
  • Adil (bukan fasik)
  • Tidak sedang ihram umrah atau haji.
  • Tidak dicabut haknya dalam penguasaan harta bendanya oleh pemerintah (mahjur bissafah).
  • Tidak rusak pikirannya karena tua atau sebagainya.

Syarat-syarat saksi dalam nikah

  • Beragama Islam.
  • Laki-laki.
  • Baligh.
  • Berakal.
  • Adil.
  • Mendengar (tidak tuli).
  • Melihat (tidak buta).
  • Bisa bercakap-cakap (tidak bisu).
  • Tidak pelupa (mughaffal).
  • Menjaga harga diri (menjaga muru’ah).
  • Mengerti maksud ijab dan qabul.
  • Tidak merangkap menjadi wali.

Demikian informasi terkait syarat nikah dan rukun nikah yang diambilkan dari buku panduan terbitan Kementerian Agama.

4 komentar untuk “Rukun dan Syarat Nikah”

  1. Ping-kembali: Ijab Kabul Bahasa Jawa - nikah di KUA Ijab Kabul Bahasa Jawa

  2. Ping-kembali: Pemeriksaan Dokumen Nikah Calon Pengantin di KUA - nikah di KUA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *