Pemberitahuan Kehendak Nikah, Pemeriksaan Catin dan Walinya

nikahdikua.com Pemberitahuan Kehendak Nikah dan Pemeriksaan
Membahas tentang tata cara pencatatan nikah serta proses pelaksanaan pernikahan yang meliputi :

  • Pemberitahuan kehendak nikah
  • Pemeriksaan nikah
  • Pengumuman kehendak nikah
  • Akad nikah dan
  • Penandatanganan akad nikah serta pembuatan kutipan akta nikah

Ini merupakan proses yang idealis, dimana pada kenyataan kadang proses ini adakalanya terlewati selama kelengkapan administrasi tidak ada yang kurang. dan pada kenyataan, dimana persiapan ini disampaikan kepada catin pada saat rofa’ (rapak/pemeriksaan pengantin).

baca :

alasan orang tua tidak menyetujui pernikahan anak

Syarat dan ketentuan Foto Nikah dan jumlah yang diperlukan

syarat nikah gratis di KUA

Pemberitahuan Kehendak Nikah

pemberitahuan kehendak nikah
ilustrasi calon pengantin wanita (c) faizal riza

PPN, Pembantu PPN maupun BP4 dalam hal penasehatan serta bimbingan hendaknya mendorong masyarakat dalam hal perencanaan perkawinan untuk melakukan persiapan pendahuluan. ada empat hal persiapan yang seyogyanya dilakukan sebagaimana berikut :

  1. Masing-masing calon pengantin saling meneliti apakah saling cinta dan setuju, dan juga kedua orang tua memberikan persetujuan. Hal ini terkait erat dengan surat persetujuan kedua calon mempelai dan surat izin orang tua, bahwa surat tersebut bukan hanya bersifat formalitas belaka
  2. Masing-masing pihak melakukan penelitan dan pengecekan apakah terdapat halangan perkawinan baik secara hukum munakahat (perkawinan) maupun undang-undang yang berlaku). Dilakukan guna mencegah terjadi penolakan atau pembatalan pernikahan.
  3. Calon mempelai agar belajar ilmu pengetahuan tentang rumah tangga hak dan kewajiban suami istri dan yang terkait dalam membina biduk rumah tangga.
  4. Untuk peningkatan kualitas keturunan, catin agar melakukan pemeriksaan kesehatan. Dan bagi calon pengantin wanita diberikan suntikan imunisasti tetanus toxoid

Setelah semua persiapan selesai dan matang, maka manusia yang hendak menikah memberitahukan keinginan nikah kepada PPN/ pembantu PPN yang bertugas di wilayah pernikahan dilangsungkan. Sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja sebelum akad dilaksanakan.

Pihak yang Boleh memberitahukan Kehendak Nikah

pemeriksaan calon pengantin
pemeriksaan calon pengantin (c) Faizal Riza

Pemberitahuan kehendak nikah dapat dilakukan oleh :

  1. Calon mempelai
  2. Orang tua atau
  3. Wakilnya

Dengan membawa surat-surat kelengkapan yang diperlukan.

Macam surat yang diperlukan untuk kelengkapan Kehendak Nikah

Adapun macam surat yang diperlukan meliputi :

  • Surat persetujuan calon mempelai
  • Akta kelahiran atau surat kenal lahir ataupun keterangan asal usul (diperlihatkan kepada petugas guna pencocokan data dengan arsip yang lain, untuk keperluan administrasi yang bersangkutan untuk menyerahkan fotocopy)
  • Surat Keterangan orang tua
  • Surat keterangan untuk nikah (model N1)
  • Surat izin kawin bagi calon mempelai anggota ABRI
  • Akta cerai talak / cerai Gugat atau kutipan Buku Pendaftaan Talak/Cerai seandainya calon mempelai adalah janda/duda
  • Surat keterangan kematian suami/istri yang dibuat oleh kepala desa yang mewilayahi tempat tinggal atau tempat mati suami/istri menurut contoh model N6, jika calon mempelai seorang janda/duda karena kematian suami/istri
  • Surat ijin dan dispensasi bagi calon mempelai yang belum mencapai umur menurut ketentuan undang-undang nomor 1 tahun 1974 pasal 6 ayat (2) sampai dengan 6 dan pasal 7 ayat (2)
  • Surat dispensasi camat bagi pernikahan yang dilangsungkan kurang dari 10 hari kerja sejak pengumuman.
  • Surat Keterangan tidak mampu dari kepala desanya bagi mereka yang miskin.
ilustrasi rapak calon pengantin
ilustrasi rapak calon pengantin (c) faizal riza

Pembantu PPN (zaman sekarang sih sudah punah) mencatat dan meneliti kehendak nikah dalam buku pembantu PPN menurut model contoh N10. Kemudian dengan diantar pembantu PPN, yang bersangkutan memberitahukan kehendak kepada petugas KUA dengan membawa surat persyaratan yang diperlukan.
Pemeriksaan nikah.

Pemeriksaan terhadap calon suami, calon istri dan wali nikah sebaiknya dilakukan bersamaan. Akan tetapi juga bukan halangan jika dilakukan pemeriksaan secara terpisah. Bahkan dalam keadaan meragukan perlu diperiksa secara sendiri sendiri. Pemeriksaan dianggap rampung jika ketiga-tiganya telah diperiksa secara benar.
Jika pemeriksaan calon suami istri maupun wali berlainan hari, kecuali pemeriksaan yang pertama maka pada kolom dibawahnya ditulis hari dan tanggal.

Nikah diawasi oleh PPN

  • Pemeriksaan ditulis dalam daftar pemeriksaan nikah (Model NB)
  • Masing masing catin beserta wali mengisi ruang II,III, adn IV dalam daftar pemeriksaan nikah dan ruang lainnya diisi oleh PPN.
  • Dibaca dan dimana perlu diterjemahkan kedalam bahasa yang dimengerti oleh yang bersangkutan
    Setelah dibaca selanjutnya ditandatangani oleh yang diperiksa. Jika tidak bisa tanda tangan maka dengan membubuhkan cap ibu jari tangan kiri.

    ilustrasi calon mempelai wanita (c) Faizal Riza
    ilustrasi calon mempelai wanita (c) Faizal Riza

Guna kemudahan administrasi, PPN membuat Buku dengan nama “Catatan Pemeriksaan Nikah” dengan kolom yang berisi sebagai berikut :

  • No urut
  • NamaCalon Suami, Istri
  • Hari/Tgl Ketentuan akad Nikah
  • Pegawai yang ditugaskan untuk menghadiri akad nikah (nama & Tanda Tangan
  • Nomor Akta Nikah
  • Keterangan

Pada ujung model NB sebelah kiri atas diberi nomor yang sama dengan nomor urut buku diatas dan kode desa serta tahun. Contoh 15/7/2018. Angka 15 adalah angka urut pemeriksaan dalam tahun itu, angka 7 adalah kode desa tempat pernikahan dilangsungkan. 2018 adalah tahun pelaksanaan perkawinan.

disadur dari buku PEDOMAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) (Proyek Peningkatan Tenaga Keagamaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen R.I. Jakarta tahun 2004

One Reply to “Pemberitahuan Kehendak Nikah, Pemeriksaan Catin dan Walinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *