Syarat mengurus wakaf di KUA Kantor Urusan Agama beserta proses

Syarat yang harus dipenuhi untuk mengurus wakaf di Kantor Urusan Agama berdasarkan Informasi dari Pegawai di KUA
Bagi yang menginginkan wakaf baik berupa sebidang tanah, buku, alquran, uang dan macamnya. Khusus wakaf uang atau duit nanti akan dibahas pada bagian tersendiri
ikrar wakaf di KUA

Keuntungan mengurus wakaf secara resmi

Bagi para wakif atau orang yang mewakafkan, ada baiknya untuk segera meresmikan secara administrasi barang yang di wakafkan, utamanya tanah. Hal ini berkaca kepada beberapa kasus dan kejadian dimana secara de facto atau kenyataan dansecara verbal sudah disiarkan bahwa seseorang telah mewakafkan tanah. Akan tetapi karena wakaf hanya berupa ikrar adat dan disaksikan oleh orang tanpa dilakukan kepengurusan ikrar wakaf di KUA dan di segera dibuat sertifikat sebagai tanah wakaf, di kemudian hari anak turunnya mengklaim tanah wakaf tersebut adalah tanah pribadi, bukan tanah wakaf. Hal ini terjadi karena sertifikat tersebut masih atas nama hak milik seseorang. Akibatnya adalah jika terjadi persengketaan di pengadilan tentunya akan dimenangkan pemegang sertifikat yang sah. Walaupun secara agama pewakafan tanah tersebut sudah sah. Akan sangat disayangkan jika terjadi hal seperti itu, membuat dosa bagi anak turun pewakaf tanah.

Syarat syarat wakaf di Kantor Urusan Agama

Sebelum mendatangi Kantor Urusan Agama untuk melakukan Ikrar wakaf, semestinya seorang pewakaf akan melakukan konsultasi kesana kemari kiri kanan baik kepada ulama, KUA maupun pegawai Kecamatan. Adapun kelengkapan dan persyaratan yang diperlukan dalam hal wakaf adalah sebagai berikut :
  • Nadzir yang terdiri dari 5 (lima) orang yaitu

  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Anggota
  5. Anggota

  • Foto Copy KTP ( Kartu Tanda Penduduk) sang Nadzir masing-masing 4 lembar
  • Foto Copy KTP Wakif sejumlah 4 lembar
  • Fotocopy sertifikat 4 lembar
  • Materai Rp. 6.000,- sebanyak 8 (delapan) lembar
  • Menentukan hari ikrar wakaf

Catatan : pada saat ikrar wakaf, yang harus hadir pada saat ikrar adalah :
  1. Wakif (orang yang mewakafkan)
  2. 2 (dua) orang saksi
  3. Ketua nadzir.

Cara Mengurus Wakaf di KUA

Adapun langkah langkah yang dilakukan untuk mewakafkan tanah adalah :
  1. Pewakaf (wakif) datang ke Kantor Urusan Agama Setempat
  2. Wakif menunjukkan dokumen asli kepemilikan tanah (sertifikat atau yang lainny)
  3. Wakif atau pewakaf melakukan ikrar
  4. KUA (Kantor Urusan Agama) membuat akta ikrar wakaf (AIW)
  5. KUA memberikan salinan AIW (akta ikrar wakaf)
  6. Nadzir mensertifikatkan tanah wakaf ke BPN Kabupaten atau kota setempat.

Setelah terbit akta tanah dengan status wakaf, maka insyaallah secara administrasi status tanah tersebut sudah aman dari persengketaan dan perebutan warisan dari anak turun sehingga kebergunaan bagi umat dan sang wakif menjadi lebih terpelihara.
Semoga dimudahkan dalam mengurus perwakafan dan selain itu bagi wakif dan nadzir diberikan keberkahan dan keikhlasan dalam proses wakaf serta pemeliharaan benda atau tanah yang di wakafkan sehingga manfaat dunia akhirat.
syarat Wakaf di KUA
Utamanya dalam hal ibadah, semoga dijauhkan dari sifat riya dan sum’ah baik bagi wakif dan nadzir. Sebagaimana yang banyak disampaikan oleh para ustadz kyai mubaligh bahwasanya nantinya akan diganti dengan yang lebih berlipat, salah satunya seperti perumpamaan satu biji yang tumbuh menjadi 7 dan masing masing berisi 100 biji.
Begitulah terkait syarat dalam melakukan wakaf di Kantor Urusan Agama setempat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *