Syarat nikah KUA dan persyaratan yang harus dilengkapi 2019

kalimat-ijab-kabul-sunda

Ini syarat yang harus dilengkapi oleh calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Disarikan dari keterangan pegawai di KUA yang saya temui.

Syarat nikah di KUA ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tahun 2018 yang merupakan aturan terbaru.

loading...

Dalam persyaratan ini dibagi menjadi dua, yaitu syarat secara umum dan persyaratan khusus.

Baca:
syarat nikah di KUA lengkap
deantari

Adapun persyaratan umum adalah :

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pengantin sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy Kartu Keluarga calon pengantin (KK),
  3. Fotocopy Akta Kelahiran calon pengantin,
  4. Pas Foto Berwarna dengan ketentuan ukuran 2×3 sebanyak 4 lembar, 4×6=2 lembar (memakai pakaian rapi/bukan kaos, menggunakan latar belakang atau background warna biru)
  5. Berkas nikah (N1, N2, N3, N4) dari kantor desa / kelurahan setempat
  6. KIR / Imunisasi dari Puskesmas
  7. Pendaftaran nikah di KUA dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum hari pernikahan.

Catatan : pertama; ijazah bukan merupakan syarat wajib dalam mendaftarkan nikah, kalau ada syarat fotocopy ijazah, bagaimana nanti yang tidak pernah sekolah? tidak bisa menikah dong.

Kedua; Jika sebelumnya akta kelahiran bukan syarat wajib, bisa diganti dengan surat keterangan lahir dari kelurahan atau surat kelahiran, maka dalam aturan PMA terbaru disebutkan bahwa Akta kelahiran merupakan salah satu syarat, (tidak bisa digantikan dengan surat keterangan kelahiran dari kelurahan atau bidan).

Itulah persyaratan nikah secara umum yang harus dilengkapi oleh calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan.

Adapun bagi pengantin yang memiliki kekhususan, semisal anggota TNI/Polri, kemudian umur belum mencapai 19 bagi pria dan 16 untuk wanita dan lain sebagainya, maka masuk dalam kategori syarat khusus.

Berikut rangkuman syarat khusus yang harus di lengkapi oleh pihak yang berkehendak nikah.

Persyaratan khusus dalam nikah di KUA

  1. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang umurnya belum mencapai 19 tahun. Dan untuk calon istri belum berusia 16 tahun
  2. Izin tertulis dari orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum genap berusia 21 tahun (N-5)
  3. Surat izin dari atasan atau kesatuan seandainya calon mempelai adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Polisi Republik Indonesia (Polri)
  4. Surat izin dari pengadilan bagi suami yang akan beristri lebih dari satu
  5. Akta cerai bagi duda atau janda
  6. Surat keterangan kematian dari kepala desa/lurah bagi duda atau janda yang ditinggal mati (N-6)
  7. Fotocopy buku nikah orang tua pihak calon pengantin wanita bagi anak pertama
  8. Surat rekomendasi dari KUA setempat (sesuai alamat KTP) jika calon mempelai berasal dari luar kecamatan tempat KUA berada
  9. Surat keterangan wali nikah dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi wali nikah yang berasal dari luar Kecamatan tempat mendaftar pernikahan
  10. Surat permohonan wali hakim dari kepala desa atau lurah untuk melaksanakan nikah menggunakan wali hakim
  11. Surat taukil wali nikah yang diketahui KUA setempat bila wali nikah berhalangan hadir.
  12. Surat penetapan pengadilan bagi wali nikah yang mogok tidak mau mengijabkan atau tanda tangan
  13. Bagi warga negara asing untuk melampirkan :
  • Surat keterangan atau rekomendasi dari kedutaan besar negara yang bersangkutan yang berada di Indonesia dan telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi ke dalam bahasa Indonesia
  • Surat keterangan atau pernyataan beragama Islam
  • Fotocopy passport dan visa
  • Foto copy akta kelahiran yang telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi ke dalam bahasa indonesia
  • Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar,  2×3 sebanyak 4 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar.
    calon pengantin (ilustrasi)
    calon pengantin (ilustrasi)

Saran untuk kelancaran dalam entry daftar nikah

Saat ini pencatatan nikah dilakukan secara online dengan berdasarkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP. ada baiknya bagi calon pengantin untuk menyertakan fotocopy KTP kedua orang tua maupun wali serta fotocopy 2 orang saksi.

Walaupun FC KTP ortu dan wali bukan syarat dalam pendaftaran akan tetapi demi kelancaran anda sendiri ada baiknya untuk disertakan.

Bukannya di KK (Kartu Keluarga) sudah ada NIK nya? pengalaman pegawai KUA saat entry data, biasanya NIK pada KK sering tidak terbaca karena terlalu kecil dan adakalanya tidak kentara. berbeda dengan yang ada pada KTP, yang nampak jelas.

Hal ini akan memudahkan petugas dalam melakukan pencatatan perkawinan anda serta meminimalisir kesalahan pengetikan pada Buku nikah.

Penutup tentang Syarat Pendaftaran Nikah di KUA 2019

Itulah persyaratan khusus yang diberlakukan kepada calon pengantin apabila mengalami kondisi khusus.

Syarat khusus ini tentunya tidak harus di lengkapi oleh person atau pengantin yang tidak mengalami atau berada dalam situasi yang ada. Semisal ada syarat akta cerai bagi duda atau janda, tentunya jika pengantin adalah seorang jejaka atau perawan maka tidak diperlukan akta cerai.

Begitu juga dengan surat izin dari atasan atau kesatuan hanya berlaku untuk kalangan anggota TNI/Polri.

Demikian informasi yang bisa di sampaikan, selamat mengurus surat menyurat dan dokumen dalam rangka kelengkapan untuk mengurus pernikahan. Semoga sakinah mawaddah wa rahmah.

11723total visits,14visits today

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Rukun dan Syarat Nikah - nikah di KUA
  2. ketentuan foto surat nikah warna back ground model pakaian dan ukuran
  3. Ketentuan Pakaian Baju Nikah di KUA - nikah di KUA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*