Cara dan proses mengurus nikah di KUA

Urutan dan tata cara mengurus pernikahan di kantor urusan agama bagi pengantin berdasarkan hasil wawancara dengan pegawai KUA dan observasi Lapangan.
Salah satu siklus hidup yang umum di alami oleh insan manusia adalah mencari pasangan yang kemudian di legalkan atau di sahkan dengan pernikahan. Secara administrasi negara/pemerintah Indonesia, lembaga yang mencatat pernikahan disebut dengan Kantor Urusan Agama.
Adapun urutan dan tata cara dan proses dalam melaksanakan pernikahan sebagai berikut :
proses mengurus nikah di KUA
Mencari surat pengantar dari RT dan RW sesuai alamat di KTP untuk dibawa ke keluarahan atau desa guna mencari surat-surat terkait keperluan kehendak nikah.
1. Mendatangi Kantor Desa atau Kelurahan untuk :
Surat keterangan untuk nikah (model n 1)
Surat Keterangan Asal Usul (model N 2).
Surat Persetujuan (model N 3).
Surat Keterangan Orang Tua (Model N 4).
Akta Cerai dari Pengadilan bagi yang berstatus Duda / Janda Cerai
Surat Keterangan Kematian suami/istri (model N 6) bagi yang janda/duda cerai mati
2. Datang Ke kantor Desa/Puskesmas
Untuk mendapatkan suntik TT1 dan TT2
3. Datang Ke KUA setempat
Mendaftarkan dengan membawa persyaratan
Surat Pengatar Kehendak nikah Bagi calon mempelai pria jika tidak satu kecamatan dengan calon mempelai perempuan (kalau masih satu kecamatan maka tidak perlu)
Surat keterangan dari desa dan puskesmas
Menyerahkan foto copy KTP, Kartu Keluarga, akta Kelahiran
Menyerahkan pas photo 3 lembar ukuran 2×3
Menyerahkan Surat Izin Komandan (SIK) Khusus bagi Anggota TNI dan Polri
Pemeriksaan calon pengantin dan Wali Nikah
Mengikuti Kursus Calon Pengantin (suscatin)
Membayar Biaya Pencatatan Nikah (jika dilakukan akad nikah di luar kantor KUA dan jam kerja)
Pengumuman Kehendak nikah
Pelaksanaan akad nikah
Pencatatan nikah
Memperoleh kutipan akta Nikah.
Begitulah proses perjalanan dalam mengurus pernikahan bagi calon mempelai.

Biaya pencatatan pernikahan

Untuk biaya pernikahan, bagi calon mempelai yang ingin pelaksanaan ijab qobul pernikahan di rumah atau luar kantor maka membayar sebesar Rp. 600.000,- di Bank yang ditujukan kepada rekening Depkeu (bukan rekening Kemenag).
Sedangkan jika kegiatan ijab qobul pernikahan dilakukan di balai nikah Kantor Urusan Agama dan pada jam kerja, maka pencatatan nikah tidak ditarik biaya alias gratis
Saya bayar lebih dari 600.000,-, kemana dan untuk apa?
Jika anda membayar biaya pernikahan lebih dari enam ratus ribu, maka yang terjadi adalah adanya biaya yang di tarik dari pemerintah desa lewat peraturan desa (perdes). Biasanya biaya ini bervariasi besar kecilnya ditentukan oleh pemerintah desa setempat.
Selain itu, apabila kepengurusan surat serta kelengkapannya anda minta tolong kepada orang lain (calo?) mestinya ada ongkos uang lelah dan ganti bensin serta tenaga untuk wira wiri dari KUA, desa, Kecamatan maupun jika ada permasalahan dari KTP (salah alamat, belum ganti status dan lain sebagainya) tentunya ada ongkos tambahan yang dikeluarkan untuk uang lelah yang menguruskan.

Kenapa masih ada yang tidak mengurus sendiri?

Bisa dimaklumi kalau ada sebagian dari calon pengantin atau dari pihak keluarga yang minta tolong atau memasrahkan (menyerahkan) urusan kepengurusan dan administrasi kelengkapan untuk nikah kepada orang lain (sering kepada P3N atau modin). Penyebab yang sering terjadi adalah keterbatasan waktu untuk mengurus surat persyaratan nikah karena tempat kerja jauh, domisili berbeda dengan yang tercantum di KTP, bingung mengurus, cari praktisnya (bayar semua dan beres), atau karena sebab lain sehingga kesulitan dalam mencari surat yang diperlukan.

Saran bagi yang akan melangsungkan pernikahan di KUA

Sebenarnya ini merupakan saran umum yang bisa dipakai untuk semua urusan,
Pertama : pastikan semua persyaratan sudah lengkap sebelum datang ke KUA
Kedua : pastikan kesamaan nama, alamat, status perkawinan, dan tanggal lahir antara KTP maupun Ijazah terakhir
Ketiga : daftarkan pernikahan anda ke KUA satu bulan sebelum hari H supaya bisa memilih jam dan hari serta jikalau ada kekurangan syarat maupun ada perbaikan dalam hal foto atau kesalahan ejaan nama pada dokumen resmi bisa segera di perbaiki.
syarat lengkap menikah pada KUA
Demikian perihal tata cara mengurus pernikahan di KUA hasil observasi dan wawancara kepada Pegawai Negeri Sipil (  PNS ) atau yang saat ini disebut dengan ASN ( Aparatur Sipil Negara ) yang bertugas di KUA. 

3401total visits,2visits today

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*